<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659</id><updated>2012-02-16T15:58:15.943+07:00</updated><title type='text'>Gita Prameswari</title><subtitle type='html'>Dongeng sebelum tidur, Cerita anak, Cerita lucu</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>36</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659.post-7805265337573344679</id><published>2009-11-06T11:08:00.002+07:00</published><updated>2009-11-06T11:15:49.301+07:00</updated><title type='text'>Hikayat Bunga Kemuning</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SvOiRboByOI/AAAAAAAAAOI/p5iFzWods2o/s1600-h/Kemuning1.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 157px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SvOiRboByOI/AAAAAAAAAOI/p5iFzWods2o/s200/Kemuning1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400838798504478946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dahulu kala, ada seorang raja yang memiliki sepuluh orang puteri yang cantik-cantik. Sang raja dikenal sebagai raja yang bijaksana. Tetapi ia terlalu sibuk dengan kepemimpinannya, karena itu ia tidak mampu untuk mendidik anak-anaknya. Istri sang raja sudah meninggal dunia ketika melahirkan anaknya yang bungsu, sehingga anak sang raja diasuh oleh inang pengasuh. Puteri-puteri Raja menjadi manja dan nakal. Mereka hanya suka bermain di danau. Mereka tak mau belajar dan juga tak mau membantu ayah mereka. Pertengkaran sering terjadi diantara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepuluh puteri itu dinamai dengan nama-nama warna. Puteri Sulung bernama Puteri Jambon. Adik-adiknya dinamai Puteri Jingga, Puteri Nila, Puteri Hijau, Puteri Kelabu, Puteri Oranye, Puteri Merah Merona dan Puteri Kuning, Baju yang mereka pun berwarna sama dengan nama mereka. Dengan begitu, sang raja yang sudah tua dapat mengenali mereka dari jauh. Meskipun kecantikan mereka hampir sama, si bungsu Puteri Kuning sedikit berbeda, Ia tak terlihat manja dan nakal. Sebaliknya ia selalu riang dan dan tersenyum ramah kepada siapapun. Ia lebih suka bebergian dengan inang pengasuh daripada dengan kakak-kakaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, raja hendak pergi jauh. Ia mengumpulkan semua puteri-puterinya. "Aku hendak pergi jauh dan lama. Oleh-oleh apakah yang kalian inginkan?" tanya raja. "Aku ingin perhiasan yang mahal," kata Puteri Jambon. "Aku mau kain sutra yang berkilau-kilau," kata Puteri Jingga. 9 anak raja meminta hadiah yang mahal-mahal pada ayahanda mereka. Tetapi lain halnya dengan Puteri Kuning. Ia berpikir sejenak, lalu memegang lengan ayahnya. "Ayah, aku hanya ingin ayah kembali dengan selamat," katanya. Kakak-kakaknya tertawa dan mencemoohkannya. "Anakku, sungguh baik perkataanmu. Tentu saja aku akan kembali dengan selamat dan kubawakan hadiah indah buatmu," kata sang raja. Tak lama kemudian, raja pun pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama sang raja pergi, para puteri semakin nakal dan malas. Mereka sering membentak inang pengasuh dan menyuruh pelayan agar menuruti mereka. Karena sibuk menuruti permintaan para puteri yang rewel itu, pelayan tak sempat membersihkan taman istana. Puteri Kuning sangat sedih melihatnya karena taman adalah tempat kesayangan ayahnya. Tanpa ragu, Puteri Kuning mengambil sapu dan mulai membersihkan taman itu. Daun-daun kering dirontokkannya, rumput liar dicabutnya, dan dahan-dahan pohon dipangkasnya hingga rapi. Semula inang pengasuh melarangnya, namun Puteri Kuning tetap berkeras mengerjakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakak-kakak Puteri Kuning yang melihat adiknya menyapu, tertawa keras-keras. "Lihat tampaknya kita punya pelayan baru,"kata seorang diantaranya. "Hai pelayan! Masih ada kotoran nih!" ujar seorang yang lain sambil melemparkan sampah. Taman istana yang sudah rapi, kembali acak-acakan. Puteri Kuning diam saja dan menyapu sampah-sampah itu. Kejadian tersebut terjadi berulang-ulang sampai Puteri Kuning kelelahan. Dalam hati ia bisa merasakan penderitaan para pelayan yang dipaksa mematuhi berbagai perintah kakak-kakaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalian ini sungguh keterlaluan. Mestinya ayah tak perlu membawakan apa-apa untuk kalian. Bisanya hanya mengganggu saja!" Kata Puteri Kuning dengan marah. "Sudah ah, aku bosan. Kita mandi di danau saja!" ajak Puteri Nila. Mereka meninggalkan Puteri Kuning seorang diri. Begitulah yang terjadi setiap hari, sampai ayah mereka pulang. Ketika sang raja tiba di istana, kesembilan puteri nya masih bermain di danau, sementara Puteri Kuning sedang merangkai bunga di teras istana. Mengetahui hal itu, raja menjadi sangat sedih. "Anakku yang rajin dan baik budi! Ayahmu tak mampu memberi apa-apa selain kalung batu hijau ini, bukannya warna kuning kesayanganmu!" kata sang raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja memang sudah mencari-cari kalung batu kuning di berbagai negeri, namun benda itu tak pernah ditemukannya. "Sudahlah Ayah, tak mengapa. Batu hijau pun cantik! Lihat, serasi benar dengan bajuku yang berwarna kuning," kata Puteri Kuning dengan lemah lembut. "Yang penting, ayah sudah kembali. Akan kubuatkan teh hangat untuk ayah," ucapnya lagi. Ketika Puteri Kuning sedang membuat the, kakak-kakaknya berdatangan. Mereka ribut mencari hadiah dan saling memamerkannya. Tak ada yang ingat pada Puteri Kuning, apalagi menanyakan hadiahnya. Keesokan hari, Puteri Hijau melihat Puteri Kuning memakai kalung barunya. "Wahai adikku, bagus benar kalungmu! Seharusnya kalung itu menjadi milikku, karena aku adalah Puteri Hijau!" katanya dengan perasaan iri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah memberikannya padaku, bukan kepadamu," sahut Puteri Kuning. Mendengarnya, Puteri Hijau menjadi marah. Ia segera mencari saudara-saudaranya dan menghasut mereka. "Kalung itu milikku, namun ia mengambilnya dari saku ayah. Kita harus mengajarnya berbuat baik!" kata Puteri Hijau. Mereka lalu sepakat untuk merampas kalung itu. Tak lama kemudian, Puteri Kuning muncul. Kakak-kakaknya menangkapnya dan memukul kepalanya. Tak disangka, pukulan tersebut menyebabkan Puteri Kuning meninggal. "Astaga! Kita harus menguburnya!" seru Puteri Jingga. Mereka beramai-ramai mengusung Puteri Kuning, lalu menguburnya di taman istana. Puteri Hijau ikut mengubur kalung batu hijau, karena ia tak menginginkannya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu raja mencari Puteri Kuning, tak ada yang tahu kemana puteri itu pergi. Kakak-kakaknya pun diam seribu bahasa. Raja sangat marah. "Hai para pengawal! Cari dan temukanlah Puteri Kuning!" teriaknya. Tentu saja tak ada yang bisa menemukannya. Berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, tak ada yang berhasil mencarinya. Raja sangat sedih. "Aku ini ayah yang buruk," katanya." Biarlah anak-anakku kukirim ke tempat jauh untuk belajar dan mengasah budi pekerti!" Maka ia pun mengirimkan puteri-puterinya untuk bersekolah di negeri yang jauh. Raja sendiri sering termenung-menung di taman istana, sedih memikirkan Puteri Kuning yang hilang tak berbekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SvOik2eVaQI/AAAAAAAAAOQ/L0A0WuZQz5c/s1600-h/kemuning5.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 155px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SvOik2eVaQI/AAAAAAAAAOQ/L0A0WuZQz5c/s200/kemuning5.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400839132129093890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, tumbuhlah sebuah tanaman di atas kubur Puteri Kuning. Sang raja heran melihatnya. "Tanaman apakah ini? Batangnya bagaikan jubah puteri, daunnya bulat berkilau bagai kalung batu hijau, bunganya putih kekuningan dan sangat wangi! Tanaman ini mengingatkanku pada Puteri Kuning. Baiklah, kuberi nama ia Kemuning.!" kata raja dengan senang. Sejak itulah bunga kemuning mendapatkan namanya. Bahkan, bunga-bunga kemuning bisa digunakan untuk mengharumkan rambut. Batangnya dipakai untuk membuat kotak-kotak yang indah, sedangkan kulit kayunya dibuat orang menjadi bedak. Setelah mati pun, Puteri Kuning masih memberikan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral : Kebaikan akan membuahkan hal-hal yang baik, walaupun kejahatan sering kali menghalanginya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3101356725306411659-7805265337573344679?l=gitaprameswari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/7805265337573344679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/11/hikayat-bunga-kemuning.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/7805265337573344679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/7805265337573344679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/11/hikayat-bunga-kemuning.html' title='Hikayat Bunga Kemuning'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SvOiRboByOI/AAAAAAAAAOI/p5iFzWods2o/s72-c/Kemuning1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659.post-5732771181684812642</id><published>2009-11-06T10:58:00.003+07:00</published><updated>2009-11-06T11:06:40.657+07:00</updated><title type='text'>Putri Tandampalik</title><content type='html'>Dahulu, terdapat sebuah negeri yang bernama negeri Luwu, yang terletak di pulau Sulawesi. Negeri Luwu dipimpin oleh seorang raja yang bernama La Busatana Datu Maongge, sering dipanggil Raja atau Datu Luwu. Karena sikapnya yang adil, arif dan bijaksana, maka rakyatnya hidup makmur. Sebagian besar pekerjaan rakyat Luwu adalah petani dan nelayan. Datu Luwu mempunyai seorang anak perempuan yang sangat cantik, namanya Putri Tandampalik. Kecantikan dan perilakunya telah diketahui orang banyak. Termasuk di antaranya Raja Bone yang tinggalnya sangat jauh dari Luwu.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SvOfqoNFkKI/AAAAAAAAAN4/co4cS8JYxIM/s1600-h/tandampalik2.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 167px; height: 159px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SvOfqoNFkKI/AAAAAAAAAN4/co4cS8JYxIM/s200/tandampalik2.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400835932842987682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Raja Bone ingin menikahkan anaknya dengan Putri Tandampalik. Ia mengutus beberapa utusannya untuk menemui Datu Luwu untuk melamar Putri Tandampalik. Datu Luwu menjadi bimbang, karena dalam adatnya, seorang gadis Luwu tidak dibenarkan menikah dengan pemuda dari negeri lain. Tetapi, jika lamaran tersebut ditolak, ia khawatir akan terjadi perang dan akan membuat rakyat menderita. Meskipun berat akibat yang akan diterima, Datu Lawu memutuskan untuk menerima pinangan itu. "Biarlah aku dikutuk asal rakyatku tidak menderita," pikir Datu Luwu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian utusan Raja Bone tiba ke negeri Luwu. Mereka sangat sopan dan ramah. Tidak ada iringan pasukan atau armada perang di pelabuhan, seperti yang diperkirakan oleh Datu Luwu. Datu Luwu menerima utusan itu dengan ramah. Saat mereka mengutarakan maksud kedatangannya, Datu Luwu belum bisa memberikan jawaban menerima atau menolak lamaran tersebut. Utusan Raja Bone memahami dan mengerti keputusan Datu Luwu. Mereka pun pulang kembali ke negerinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, terjadi kegaduhan di negeri Luwu. Putri Tandampalik jatuh sakit. Sekujur tubuhnya mengeluarkan cairan kental yang berbau anyir dan sangat menjijikkan. Para tabib istana mengatakan Putri Tandampalik terserang penyakit menular yang berbahaya. Berita cepat tersebar. Rakyat negeri Luwu dirundung kesedihan. Datu Luwu yang mereka hormati dan Putri Tandampalik yang mereka cintai sedang mendapat musibah. Setelah berpikir dan menimbang-nimbang, Datu Luwu memutuskan untuk mengasingkan anaknya. Karena banyak rakyat yang akan tertular jika Putri Tandampalik tidak diasingkan ke daerah lain. Keputusan itu dipilih Datu Luwu dengan berat hati. Putri Tandampalik tidak berkecil hati atau marah pada ayahandanya. Lalu ia pergi dengan perahu bersama beberapa pengawal setianya. Sebelum pergi, Datu Luwu memberikan sebuah keris pada Putri Tandampalik, sebagai tanda bahwa ia tidak pernah melupakan apalagi membuang anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berbulan-bulan berlayar tanpa tujuan, akhirnya mereka menemukan sebuah pulau. Pulau itu berhawa sejuk dengan pepohonan yang tumbuh dengan subur. Seorang pengawal menemukan buah Wajao saat pertama kali menginjakkan kakinya di tempat itu. "Pulau ini kuberi nama Pulau Wajo," kata Putri Tandampalik. Sejak saat itu, Putri Tandampalik dan pengikutnya memulai kehidupan baru. Mereka mulai dengan segala kesederhanaan. Mereka terus bekerja keras, penuh dengan semangat dan gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari Putri Tandampalik duduk di tepi danau. Tiba-tiba seekor kerbau putih menghampirinya. Kerbau bule itu menjilatinya dengan lembut. Semula, Putri Tandampalik hendak mengusirnya. Tapi, hewan itu tampak jinak dan terus menjilatinya. Akhirnya ia diamkan saja. Ajaib! Setelah berkali-kali dijilati, luka berair di tubuh Putri Tandampalik hilang tanpa bekas. Kulitnya kembali halus dan bersih seperti semula. Putri Tandampalik terharu dan bersyukur pada Tuhan, penyakitnya telah sembuh. "Sejak saat ini kuminta kalian jangan menyembelih atau memakan kerbau bule, karena hewan ini telah membuatku sembuh," kata Putri Tandampalik pada para pengawalnya. Permintaan Putri Tandampalik itu langsung dipenuhi oleh semua orang di Pulau Wajo hingga sekarang. Kerbau bule yang berada di Pulau Wajo dibiarkan hidup bebas dan beranak pinak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di suatu malam, Putri Tandampalik bermimpi didatangi oleh seorang pemuda yang tampan. "Siapakah namamu dan mengapa putri secantik dirimu bisa berada di tempat seperti ini?" tanya pemuda itu dengan lembut. Lalu Putri Tandampalik menceritakan semuanya. "Wahai pemuda, siapa dirimu dan dari mana asalmu ?" tanya Putri Tandampalik. Pemuda itu tidak menjawab, tapi justru balik bertanya, "Putri Tandampalik maukah engkau menjadi istriku?" Sebelum Putri Tandampalik sempat menjawab, ia terbangun dari tidurnya. Putri Tandampalik merasa mimpinya merupakan tanda baik baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, nun jauh di Bone, Putra Mahkota Kerajaan Bone sedang asyik berburu. Ia ditemani oleh Anre Pguru Pakanranyeng Panglima Kerajaan Bone dan beberapa pengawalnya. Saking asyiknya berburu, Putra Mahkota tidak sadar kalau ia sudah terpisah dari rombongan dan tersesat di hutan. Malam semakin larut, Putra Mahkota tidak dapat memejamkan matanya. Suara-suara hewan malam membuatnya terus terjaga dan gelisah. Di kejauhanm, ia melihat seberkas cahaya. Ia memberanikan diri untuk mencari dari mana asal cahaya itu. Ternyata cahaya itu berasal dari sebuah perkampungan yang letaknya sangat jauh. Sesampainya di sana, Putra Mahkota memasuki sebuah rumah yang nampak kosong. Betapa terkejutnya ia ketika melihat seorang gadis cantik sedang menjerang air di dalam rumah itu. Gadis cantik itu tidak lain adalah Putri Tandampalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mungkinkah ada bidadari di tempat asing begini ?" pikir putra Mahkota. Merasa ada yang mengawasi, Putri Tandampalik menoleh. Sang Putri tergagap," rasanya dialah pemuda yang ada dalam mimpiku," pikirnya. Kemudian mereka berdua berkenalan. Dalam waktu singkat, keduanya sudah akrab. Putri Tandampalik merasa pemuda yang kini berada di hadapannya adalah seorang pemuda yang halus tutur bahasanya. Meski ia seorang calon raja, ia sangat sopan dan rendah hati. Sebaliknya, bagi Putra Mahkota, Putri Tandampalik adalah seorang gadis yang anggun tetapi tidak sombong. Kecantikan dan penampilannya yang sederhana membuat Putra Mahkota kagum dan langsing menaruh hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa hari tinggal di desa tersebut, Putra Mahkota kembali ke negerinya karena banyak kewajiban yang harus diselesaikan di Istana Bone. Sejak berpisah dengan Putri Tandampalik, ingatan sang Pangeran selalu tertuju pada wajah cantik itu. Ingin rasanya Putra Mahkota tinggal di Pulau Wajo. Anre Guru Pakanyareng, Panglima Perang Kerajaan Bone yang ikut serta menemani Putra Mahkota berburu, mengetahui apa yang dirasakan oleh anak rajanya itu. Anre Guru Pakanyareng sering melihat Putra Mahkota duduk berlama-lama di tepi telaga. Maka Anre Guru Pakanyareng segera menghadap Raja Bone dan menceritakan semua kejadian yang mereka alami di pulau Wajo. "Hamba mengusulkan Paduka segera melamar Putri Tandampalik," kata Anre Guru Pakanyareng. Raja Bone setuju dan segera mengirim utusan untuk meminang Putri Tandampalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika utusan Raja Bone tiba di Pulau Wajo, Putri Tandampalik tidak langsung menerima lamaran Putra Mahkota. Ia hanya memberikan keris pusaka Kerajaan Luwu yang diberikan ayahandanya ketia ia di asingkan. Putri Tandampalik mengatakan bila keris itu diterima dengan baik oleh Datu Luwu berarti pinangan diterima. Putra Mahkota segera berangkat ke Kerajaan Luwu sendirian. Perjalanan berhari-hari dijalani oleh Putra Mahkota dengan penuh semangat. Setelah sampai di Kerajaan Luwu, Putra Mahkota menceritakan pertemuannya dengan Putri Tandampalik dan menyerahkan keris pusaka itu pada Datu Luwu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SvOgYNQl4zI/AAAAAAAAAOA/Drwn6QpLkXs/s1600-h/tandampalik5.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 175px; height: 166px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SvOgYNQl4zI/AAAAAAAAAOA/Drwn6QpLkXs/s200/tandampalik5.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400836715883914034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Datu Luwu dan permaisuri sangat gembira mendengar berita baik tersebut. Datu Luwu merasa Putra Mahkota adalah seorang pemuda yang gigih, bertutur kata lembut, sopan dan penuh semangat. Maka ia pun menerima keris pusaka itu dengan tulus. Tanpa menunggu lama, Datu Luwu dan permaisuri datang mengunjungi pulau Wajo untuk bertemu dengan anaknya. Pertemuan Datu Luwu dan anak tunggal kesayangannya sangat mengharukan. Datu Luwu merasa bersalah telah mengasingkan anaknya. Tetapi sebaliknya, Putri Tandampalik bersyukur karena rakyat Luwu terhindar dari penyakit menular yang dideritanya. Akhirnya Putri Tandampalik menikah dengan Putra Mahkota Bone dan dilangsungkan di Pulau Wajo. Beberapa tahun kemudian, Putra Mahkota naik tahta. Beliau menjadi raja yang arif dan bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3101356725306411659-5732771181684812642?l=gitaprameswari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/5732771181684812642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/11/putri-tandampalik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/5732771181684812642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/5732771181684812642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/11/putri-tandampalik.html' title='Putri Tandampalik'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SvOfqoNFkKI/AAAAAAAAAN4/co4cS8JYxIM/s72-c/tandampalik2.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659.post-645384380543879517</id><published>2009-10-24T17:27:00.004+07:00</published><updated>2009-10-24T17:46:33.951+07:00</updated><title type='text'>Pangeran Katak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SuLXiqMn8QI/AAAAAAAAANg/6cAb71G8vUY/s1600-h/frogprince4.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 144px; height: 141px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SuLXiqMn8QI/AAAAAAAAANg/6cAb71G8vUY/s200/frogprince4.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396112293986038018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu waktu, hidup seorang raja yang mempunyai beberapa anak gadis yang cantik, tetapi anak gadisnya yang paling bungsulah yang paling cantik. Ia memiliki wajah yangsangat cantik dan selalu terlihat bercahaya. Ia bernama Mary. Di dekat istana raja terdapathutan yang luas serta lebat dan di bawah satu pohon limau yang sudah tua ada sebuahsumur. Suatu hari yang panas, Putri Mary pergi bermain menuju hutan dan duduk di tepipancuran yang airnya sangat dingin. Ketika sudah bosan sang Putri mengambil sebuah bolaemas kemudian melemparkannya tinggi-tinggi lalu ia tangkap kembali. Bermain lempar bola adalah mainan kegemarannya.&lt;br /&gt;Namun, suatu ketika bola emas sang putri tidak bisa ditangkapnya. Bola itu kemudian jatuh ke tanah dan menggelinding ke arah telaga, mata sang putri terus melihat arah bola emasnya, bola terus bergulir hingga akhirnya lenyap di telaga yang dalam, sampai dasar telaga itu pun tak terlihat. Sang Putri pun mulai menangis. Semakin lama tangisannya makin keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ia masih menangis, terdengar suara seseorang berbicara padanya, "Apa yang membuatmu bersedih tuan putri? Tangisan tuan Putri sangat membuat saya terharu" SangPutri melihat ke sekeliling mencari darimana arah suara tersebut,ia hanya melihat seekor katak besar dengan muka yang jelek di permukaan air.&lt;br /&gt;Oh, apakah engkau yang tadi berbicara katak? Aku menangis karena bola emasku jatuh ke dalam telaga. Berhentilah menangis, kata sang katak. Aku bisa membantumu mengambil bola emasmu, tapi apakah yang akan kau berikan padaku nanti?, lanjut sang katak.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SuLYhQGI_bI/AAAAAAAAANo/X3hW8c_vv3Y/s1600-h/frogprince3.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 144px; height: 141px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SuLYhQGI_bI/AAAAAAAAANo/X3hW8c_vv3Y/s200/frogprince3.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396113369311280562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang kau minta akan ku berikan, perhiasan dan mutiaraku, bahkan aku akan berikanmahkota emas yang aku pakai ini, kata sang putri. Sang katak menjawab, aku tidak mauperhiasan, mutiara bahkan mahkota emasmu, tapi aku ingin kau mau menjadi temanpasanganku dan mendampingimu makan, minum dan menemanimu tidur. Jika kau berjanjimemenuhi semua keinginanku, aku akan mengambilkan bola emasmu kembali, kata sangkatak. Baik, aku janji akan memenuhi semua keinginanmu jika kau berhasil membawa bolaemasku kembali. Sang putri berpikir, bagaimana mungkin seekor katak yang bisa berbicaradapat hidup di darat dalam waktu yang lama. Ia hanya bisa bermain di air bersama kataklainnya sambil bernyanyi. Setelah sang putri berjanji, sang katak segera menyelam ke dalamtelaga dan dalam waktu singkat ia kembali ke permukaan sambil membawa bola emas dimulutnya kemudian melemparkannya ke tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Putri merasa sangat senang karena bola emasnya ia dapatkan kembali. Sang Putrimenangkap bola emasnya dan kemudian berlari pulang. Tunggu ! tunggu, kata sang katak.Bawa aku bersamamu, aku tidak dapat berlari secepatdirimu. Tapi percuma saja sang katak berteriak memanggil sang putri, ia tetap berlari meninggalkan sang katak. Sang katakmerasa sangat sedih dan kembali ke telaga.&lt;br /&gt;Keesokan harinya, ketika sang Putri sedang duduk bersama ayahnya sambil makan siang, terdengar suara lompatan di tangga marmer. Sesampainya di tangga paling atas, terdengar ketukan pintu dan tangisan, Putri, putri! bukakan pintu untukku. Sang putri bergegas menuju pintu. Tapi ketika ia membuka pintu, ternyata di hadapannya sudah ada sang katak. Karena kaget ia segera menutup pintu keras-keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kembali duduk di meja makan dan kelihatan ketakutan. Sang Raja yang melihat anaknyaketakutan bertanya pada putrinya, Apa yang engkau takutkan putriku? Apakah ada raksasayang akan membawamu pergi? Bukan ayah, bukan seorang raksasa tapi seekor katak yangmenjijikkan, kata sang putri. Apa yang ia inginkan darimu? tanya sang raja pada putrinya. Kemudian sang putri bercerita kembali kejadian yang menimpanya kemarin. Aku tidakpernah berpikir ia akan datang ke istana ini.., kata sang Putri. Tidak berapa lama, terdengarketukan di pintu lagi. Putri!, putri, bukakan pintu untukku. Apakah kau lupa dengan ucapanmu di telaga kemarin? Akhirnya sang Raja berkata pada putrinya, apa saja yang telahengkau janjikan haruslah ditepati. Ayo, bukakan pintu untuknya. Dengan langkah yang berat,sang putri bungsu membuka pintu, lalu sang katak segera masuk dan mengikuti sang putri sampai ke meja makan.&lt;br /&gt;Angkat aku dan biarkan duduk di sebelahmu, kata sang katak.Atas perintah Raja, pengawal menyiapkan piring untuk katak di samping Putri Mary. Sang katak segera menyantap makanan di piring itu dengan menjulurkan lidahnya yang panjang. Wah, benar-benar tidak punya aturan. Melihatnya saja membuat perasaanku tidak enak, kata Putri Mary.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Putri bergegas lari ke kamarnya. Kini ia merasa lega bisa melepaskan diri dari sang katak. Namun, tiba-tiba, ketika hendak membaringkan diri di tempat tidur. Kwoook! ternyatasang katak sudah berada di atas tempat tidurnya. Cukup katak! Meskipun aku sudahmengucapkan janji, tapi ini sudah keterlaluan! Putri Mary sangat marah, lalu ia melemparkan katak itu ke lantai. Bruuk! Ajaib, tiba-tiba asap keluar dari tubuh katak. Dari dalam asap muncul seorang pangeran yang gagah. Terima kasih Putri Mary! kau telah menyelamatkankudari sihir seorang penyihir yang jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SuLan3LJuCI/AAAAAAAAANw/iV7kp760giU/s1600-h/frogprince5.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 144px; height: 141px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SuLan3LJuCI/AAAAAAAAANw/iV7kp760giU/s200/frogprince5.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396115681903753250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Karena kau telah melemparku, sihirnya lenyap dan aku kembali ke wujud semula. Kata sang pangeran. Maafkan aku karena telah mengingkari janji, kata sang putri dengan penuh sesal. Aku juga minta maaf. Aku sengaja membuatmu marah agar kau melemparkanku, sahut sangPangeran. Waktu berlalu begitu cepat. Akhirnya sang Pangeran dan Putri Mary mengikat janji setia dengan menikah dan merekapun hidup bahagia. HIKMAH :Jangan pernah mempermainkan sebuah janji dan pikirkanlah dahulu janji-janji yang akan kita buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.e-smartschool.com/cra/001/CRA0010002.asp&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3101356725306411659-645384380543879517?l=gitaprameswari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/645384380543879517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/10/pangeran-katak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/645384380543879517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/645384380543879517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/10/pangeran-katak.html' title='Pangeran Katak'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SuLXiqMn8QI/AAAAAAAAANg/6cAb71G8vUY/s72-c/frogprince4.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659.post-1444902983351824140</id><published>2009-10-24T17:01:00.005+07:00</published><updated>2009-10-24T17:23:23.546+07:00</updated><title type='text'>Petualangan Guliver</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SuLTG1N-56I/AAAAAAAAANQ/zwGDt_biRhk/s1600-h/Guliver1.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 198px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SuLTG1N-56I/AAAAAAAAANQ/zwGDt_biRhk/s200/Guliver1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396107417861679010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dahulu kala di negara Inggris ada seorang dokter muda bernama Guliver. Ia senang berlayarke negara yang sangat jauh. Hingga pada suatu saat, ketika ia berlayar, datang angin topan yang sangat dahsyat. Semua orang yang naik kapal tersebut terlempar ke laut. Guliver terusberenang di antara ombak yang bergulung-gulung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ia terdampar di sebuah pantai. Ketika ia membuka matanya, tubuhnya telah diikat dengan tali kecil dan banyak prajurit-prajurit kecil yang membawa tombak mengelilinginya. "Jangan bergerak! Lihatlah keadaanmu!" "Hai laki-laki raksasa, siapakah kau sebenarnya ?". "Namaku Guliver, kapal yang aku naiki tenggelam dan aku terdampar disini." "Baiklah, kau akan kami bawa ke Istana." Kemudian prajurit-prajurit kecil mengangkat dan menaikkan Guliver ke atas kendaraan raksasa yang ditarik kuda-kuda kecil.&lt;br /&gt;Setelah tiba di Istana dan tali-tali yang mengikatnya dilepaskan, Guliver menceritakankejadian yang menimpa diri dan kapalnya kepada raja. "Baiklah, kau boleh tinggal disini asalkau berkelakuan baik dan sopan", kata sang Raja. Setelah ituraja menyuruh pelayannya&lt;br /&gt;untuk menyiapkan hidangan untuk Guliver. "Sebagai rasa hormat saya, saya inginmemberikan hadiah kepada Baginda," kata Guliver sambil mengeluarkan sebuah pistol danmencoba menembakkannya. Door!! Orang-orang di kota tersebut terkejut dan berlarian mendengar suara pistol Guliver. "Hm.. meriam yang hebat," kata Raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SuLUVSvK1RI/AAAAAAAAANY/5DP0KV6rxOk/s1600-h/Guliver3.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 197px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SuLUVSvK1RI/AAAAAAAAANY/5DP0KV6rxOk/s200/Guliver3.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396108765815297298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, Guliver berjalan berkeliling kota setelah diijinkan oleh Raja. Gulivermerasa sedang berjalan diantara gedung-gedung yang bagaikan mainan. Guliver semakin akrab dengan penduduk-penduduk di lingkungan Istana. Guliver memberikan kenang-kenangan berupa sebuah jam kepada mereka. Suatu hari, Raja datang dengan putrinyauntuk berunding. Raja merasa bingung karena raja negeri tetangga ingin menikah denganputrinya. Tetapi putrinya tidak menginginkannya. Namun, jika permintaan tersebut ditolak,raja negeri seberang mengancam akan datang menyerang. "Baiklah, aku akan berusahamenolong, Tuanku." Guliver minta disediakan tali-tali yang diberi kail pada ujungnya. Ketika ia pergi ke pelabuhan, kapal-kapal musuh sudah berjejer di tengah laut. Guliver pergi ke arahkapal itu.&lt;br /&gt;Tiba-tiba ia diserang dengan panah-panah kecil yang tidak terasa dibadan Guliver. Ia hanya menutup matanya dengan tangan agar panah-panah itu tidak mengenai matanya. Guliver menarik kapal-kapal musuh ke pelabuhan. "Hidup Guliver!", "Hebat! Guliver sangat kuat." Akhirnya raja negeri tetangga memohon maaf dan berjanji tidak akan berperang lagi dan akan menjalin persahabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok harinya, Guliver menemukan perahu yang sudah rusak dan hanyut terombang-ambing ombak. "Kalau kondisi perahu ini baik, aku mungkin bisa bertemu dengan kapal laut yangakan pulang ke Inggris. Penduduk negeri itu membantu Guliver memperbaiki perahu. Berkatusaha dan kerjasama yang baik, dalam sekejap perahu itu sudah bagus kembali.&lt;br /&gt;"Terima kasih banyak atas bantuan kalian semua." Tibalah hari kepulangan Guliver. Ia dibekali makanan dan juga sapi-sapi yang dinaikkan ke perahu. "Baginda, saya telah merepotkan selama tinggal disini dalam waktu yang lama, maafkan saya jika saya banyak kesalahan." "Hati-hatilah Guliver dan selamat jalan." Setelah diantar Raja dan segenap penduduk negeri, perahu Guliver berangkat menuju lautan. "Beberapa hari kemudian, dari arah depan perahu, Guliver melihat kapal laut besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia segera melambaikan tangannya dan iapun ditolong oleh kapal itu. Kebetulan sekali, ternyata kapal itu akan pulang ke Inggris. "Syukurlah akhirnya aku bisa pulang ke Inggris,"ucap Guliver dalam hati. Orang-orang dikapal merasa kagum dan aneh dengan cerita Guliverdan melihat sapi kecil yang dibawa olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.e-smartschool.com/cra/003/CRA0030008.asp&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3101356725306411659-1444902983351824140?l=gitaprameswari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/1444902983351824140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/10/petualangan-guliver.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/1444902983351824140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/1444902983351824140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/10/petualangan-guliver.html' title='Petualangan Guliver'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SuLTG1N-56I/AAAAAAAAANQ/zwGDt_biRhk/s72-c/Guliver1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659.post-7285580265890951955</id><published>2009-10-24T16:33:00.001+07:00</published><updated>2009-10-24T16:36:55.905+07:00</updated><title type='text'>Sepatu Abu Kosim</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abu Kosim adalah seorang laki-laki setengah baya yang hidup di kota Bagdad. Badannya kurus dan kecil, jenggotnya mirip jenggot kambing. Ia hidup seorang diri di rumah yang cukup sederhana. Selama ini Abu Kosim dikenal sebagai orang yang pelit pada dirinya sendiri. Barang-barang yang dimilikinya tidak akan dibuang atau diberikan kepada orang lain sebelum terlihat amat dekil. Salah satunya adalah sepatu. Sepatu terbuat dari kulit unta yang telah dipakai bertahun-tahun itu tetap dipertahankan meskipun sudah sangat dekil, berlubang di sana-sini dan menyebarkan bau tidak sedap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Abu Kosim bertemu dengan sahabat lamanya di kolam renang. Di tempat tersebutsahabatnya berjanji akan membelikan sepatu baru. "Karena saya lihat sepatu kamu sudahbau tong sampah," kata sahabatnya sedikit menyindir. "Wah, kalau begitu terimakasih," ucap Abu Kosim tanpa merasa tersindir sedikit pun. Sewaktu Abu Kosim selesai mandi, di dekat sepatu bututnya adasepatu baru yang amat bagus. Warnanya hitam dengan hiasan warnaemas di sana-sini. "Sahabatku memang baik," gumam Abu Kosim tercengang melihat sepatuitu. Ia kira sepatu itu dari sahabatnya. Tanpa berpikir panjang lagi ia memakainya danmembawanya pulang.&lt;br /&gt;Tetapi apa yang terjadi? Tidak lama setelah Abu Kosim duduk di ruang tamu rumahnya,datang seorang pengawal kerajaan membawa surat penangkapan. "Apa salah saya?" tanya Abu Kosim. "Kamu telah mencuri sepatu Gubernur," jawab pengawal. "Mencuri? Yang benar saja," Abu Kosim merentangkan tangannya. "Tadi saya memang baru diberi sepatu baru oleh sahabat lama saya. Bukan mencuri seperti yang kamu tuduhkan!" Abu Kosim tidak terima."Saya hanya diminta menangkap tuan. Kalau keberatan, silakan tuan kemukakan alasantuan di persidangan," ujar pengawal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dengan terpaksa Abu Kosim mengikuti pengawal. Di balairung ia sudah ditungguGubernur beserta Tuan Hakim. "Abu Kosim, kamu telah mencuri sepatu Gubernur danmenukarnya dengan sepatumu. Karena kamu telah melanggar hukum, kamu didenda 50 dinar," kata Hakim usai membacakan kesalahan Abu Kosim. Tanpa memberi alasan lagi Abu Kosim mengeluarkan uang dendanya dan mengembalikan sepatu Gubernur serta mengambilsepatu bututnya. "Sepatu ini benar-benar membuat sial!" sungut Abu Kosim begitu keluar dari balairung, "lebih baik dibuang di sungai saja," putusnya kemudian.&lt;br /&gt;Hari itu juga, sebelum sampai di rumah Abu Kosim membuang sepatunya ke sungai. Namundasar sedang sial, sepatu yang dibuang itu ternyata tersangkut di jala seorang nelayan miskin. Beberapa jam kemudian datang pengawal membawa surat penangkapan."Sepatu yang kamu buang telah merusak jala seorang nelayan miskin, sehingga ia tidakmendapatkan ikan," alasan pengawal. Untuk kedua kalinya di hadapan Gubernur Abu Kosim didenda. Kali ini dia harus mengganti segala kerugian yang diderita nelayan itu, gara-gara sepatu bututnya.&lt;br /&gt;"Benar-benar sepatu sialan!" umpat Abu Kosim begitu kembali ke rumah, "Mungkin akuharus membuangnya di tempat yang tidak dilalui orang," terusnya sambil berpikir keras.Malam harinya Abu Kosim berjalan menyusuri kota dan menemukan bangunan kuno tertinggidi Kota Bagdad. Di atas genteng bangunan itulah ia membuang sepatunya.Ternyata apa yang diperkirakan Abu Kosim meleset. Memang bangunan itu tidak dilewati orang, tetapi di situ ada penghuninya, yaitu seekor kucing. Karena merasa terganggu denganbau busuk sepatu Abu Kosim, kucing tersebut menjatuhkannya. Pada saat itu di bawahgedung ada seorang laki-laki lewat dan sepatu Abu Kosim mengenai kepalanya. Laki-laki itu langsung mengadu-kan kepada Gubernur. Sekali lagi Gubernur memanggil Abu Kosim."Untuk ketiga kalinya kamu membuat kesalahan, karena itu selain didenda kamu jugaditahan selama satu minggu!" Hakim memutuskan di persidangan. Nah, di dalam sel itulah Abu Kosim baru sadar akan sifat pelitnya selama ini yang ternyata telah menyengsarakannyadan menyengsarakan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah keluar dari penjara ia menghadap Gubernur. "Yang mulia, saya ingin membuat perjanjian," kata Abu Kosim sungguh-sungguh, "saya akan membuang sepatu butut ini dan akan membeli sepatu baru. Dengan begitu apa pun yang terjadi akibat sepatu ini jangandikaitkan dengan saya," katanya lagi. Gubernur tersenyum tanda setuju. Terlebih lagi setelah Abu Kosim berjanji akan merubah sifat pelitnya selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://naila.rad.net.id/detail.aspx?id=C046&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3101356725306411659-7285580265890951955?l=gitaprameswari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/7285580265890951955/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/10/sepatu-abu-kosim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/7285580265890951955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/7285580265890951955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/10/sepatu-abu-kosim.html' title='Sepatu Abu Kosim'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659.post-1440440060493683281</id><published>2009-10-24T16:21:00.001+07:00</published><updated>2009-10-24T16:24:50.988+07:00</updated><title type='text'>Kisah Si Miskin dan Si Kaya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nabi Musa AS memiliki ummat yang jumlahnya sangat banyak dan umur mereka panjang-panjang. Mereka ada yang kaya danjuga ada yang miskin. Suatu hari ada seorang yang miskin datang menghadap Nabi Musa AS. Ia begitu miskinnya pakaiannya compang-camping dan sangat lusuh berdebu. Si miskin itu kemudian berkata kepada Baginda Musa AS, "Ya Nabiullah, Kalamullah, tolong sampaikan kepada Allah SWT permohonanku ini agar Allah SWT menjadikan aku orang yang kaya. Nabi Musa AS tersenyum dan berkata kepada orang itu, "saudaraku, banyak-banyaklah kamu bersyukur kepada Allah SWT. Si miskin itu agak terkejut dan kesal, lalu ia berkata, Bagaimana aku mau banyak bersyukur, aku makan pun jarang, dan pakaian yang aku gunakan pun hanya satu lembar ini saja"!. Akhirnya si miskin itu pulang tanpa mendapatkan apa yang diinginkannya. Beberapa waktu kemudian seorang kaya datang menghadap Nabi Musa AS. Orang tersebut bersih badannya juga rapi pakaiannya. Ia berkata kepada Nabi Musa AS, "Wahai Nabiullah, tolong sampaikan kepada Allah SWT permohonanku ini agar dijadikannya aku ini seorang yang miskin, terkadang aku merasa terganggu dengan hartaku itu. Nabi Musa AS pun tersenyum, lalu ia berkata, "wahai saudaraku, janganlah kamu bersyukur kepada Allah SWT. Ya Nabiullah, bagaimana aku tidak bersyukur kepada Alah SWT?. Allah SWT telah memberiku mata yang dengannya aku dapat melihat. Telinga yang dengannya aku dapat mendengar. Allah SWT telah memberiku tangan yang dengannya aku dapat bekerja dan telah memberiku kaki yang dengannya aku dapat berjalan, bagaimana mungkin aku tidak mensyukurinya", jawab si kaya itu. Akhirnya si kaya itu pun pulang ke rumahnya. Kemudian terjadi adalah si kaya itu semakin Allah SWT tambah kekayaannya karena ia selalu bersyukur. Dan si miskin menjadi bertambah miskin. Allah SWT mengambil semua kenikmatan-Nya sehingga si miskin itu tidak memiliki selembar pakaianpun yang melekat di tubuhnya. Ini semua karena ia tidak mau bersyukur kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3101356725306411659-1440440060493683281?l=gitaprameswari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/1440440060493683281/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/10/kisah-si-miskin-dan-si-kaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/1440440060493683281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/1440440060493683281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/10/kisah-si-miskin-dan-si-kaya.html' title='Kisah Si Miskin dan Si Kaya'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659.post-6012953184006046935</id><published>2009-09-13T14:10:00.006+07:00</published><updated>2009-09-13T14:28:30.921+07:00</updated><title type='text'>Keong Mas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqydQMvMpBI/AAAAAAAAAM4/lnZSE--aW3M/s1600-h/keong1.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 147px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqydQMvMpBI/AAAAAAAAAM4/lnZSE--aW3M/s200/keong1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380848556423554066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Raja Kertamarta adalah raja dari Kerajaan Daha. Raja mempunyai 2 orang putri, namanya Dewi Galuh dan Candra Kirana yang cantik dan baik. Candra Kirana sudah ditunangkan dengan putra mahkota Kerajaan Kahuripan yaitu Raden Inu Kertapati yang baik dan bijaksana.&lt;br /&gt;Raja Kertamarta adalah raja dari Kerajaan Daha. Raja mempunyai 2 orang putri, namanya Dewi Galuh dan Candra Kirana yang cantik dan baik. Candra Kirana sudah ditunangkan dengan putra mahkota Kerajaan Kahuripan yaitu Raden Inu Kertapati yang baik dan bijaksana. Tapi saudara kandung Candra Kirana yaitu Galuh Ajeng sangat iri pada Candra kirana, karena Galuh Ajeng menaruh hati pada Raden Inu kemudian Galuh Ajeng menemui nenek sihir untuk mengutuk Candra Kirana. Dia juga memfitnahnya sehingga Candra Kirana diusir dari Istana. Ketika Candra Kirana berjalan menyusuri pantai, nenek sihirpun muncul dan menyihirnya menjadi keong emas dan membuangnya ke laut. Tapi sihirnya akan hilang bila keong emas berjumpa dengan tunangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari seorang nenek sedang mencari ikan dengan jala, dan keong emas terangkut. Keong Emas dibawanya pulang dan ditaruh di tempayan. Besoknya nenek itu mencari ikan lagi di laut tetapi tak seekorpun didapat. Tapi ketika ia sampai digubuknya ia kaget karena sudah tersedia masakan yang enak-enak. Si nenek bertanya-tanya siapa yang memgirim masakan ini.&lt;br /&gt;Begitu pula hari-hari berikutnya si nenek menjalani kejadian serupa, keesokan paginya nenek pura-pura ke laut ia mengintip apa yang terjadi, ternyata keong emas berubah menjadi gadis cantik dan langsung memasak, kemudian nenek menegurnya "siapa gerangan kamu putri yang cantik ?" "Aku adalah putri kerajaan Daha yang disihir menjadi keong emas oleh saudaraku karena ia iri kepadak u" kata keong emas, kemudian Candra Kirana berubah kembali menjadi keong emas. Nenek itu tertegun melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara pangeran Inu Kertapati tak mau diam saja ketika tahu Candra Kirana menghilang. Iapun mencarinya dengan cara menyamar menjadi rakyat biasa. Nenek sihirpun akhirnya tahu dan mengubah dirinya menjadi gagak untuk mencelakakan Raden Inu Kertapati. Raden Inu Kertapati kaget sekali melihat burung gagak yang bisa berbicara dan mengetahui tujuannya. Ia menganggap burung gagak itu sakti dan menurutinya padahal Raden Inu diberikan arah yang salah. Diperjalanan Raden Inu bertemu dengan seorang kakek yang sedang kelaparan, diberinya kakek itu makan. Ternyata kakek adalah orang sakti yang baik. Ia menolong Raden Inu dari burung gagak itu. Kakek itu memukul burung gagak dengan tongkatnya, dan burung itu menjadi asap. Akhirnya Raden Inu diberitahu dimana Candra Kirana berada, disuruhnya Raden itu pergi&lt;br /&gt;ke desa Dadapan. Setelah berjalan berhari-hari sampailah ia ke desa Dadapan. Ia menghampiri sebuah gubuk yang dilihatnya untuk meminta seteguk air karena perbekalannya sudah habis. Tapi ternyata ia sangat terkejut, karena dari balik jendela ia melihat tunangannya sedang memasak. Akhirnya sihirnya pun hilang karena perjumpaan dengan Raden Inu. Tetapi pada saat itu muncul nenek pemilik gubuk itu dan putri Candra Kirana memperkenalkan Raden Inu pada nenek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/Sqyd1Vnq4PI/AAAAAAAAANA/-BmjgMoNERI/s1600-h/keong4.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 159px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/Sqyd1Vnq4PI/AAAAAAAAANA/-BmjgMoNERI/s200/keong4.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380849194463060210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Raden Inu memboyong tunangannya ke istana, dan Candra Kirana menceritakan perbuatan Galuh Ajeng pada Baginda Kertamarta. Baginda minta maaf kepada Candra Kirana dan sebaliknya. Galuh Ajeng mendapat hukuman yang setimpal. Karena takut, Galuh Ajeng melarikan diri ke hutan, kemudian ia terperosok dan jatuh ke dalam jurang. Akhirnya pernikahan Candra kirana dan Raden Inu Kertapatipun berlangsung. Mereka memboyong nenek Dadapan yang baik hati itu ke istana dan mereka hidup bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3101356725306411659-6012953184006046935?l=gitaprameswari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/6012953184006046935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/09/keong-mas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/6012953184006046935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/6012953184006046935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/09/keong-mas.html' title='Keong Mas'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqydQMvMpBI/AAAAAAAAAM4/lnZSE--aW3M/s72-c/keong1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659.post-3239187831945707653</id><published>2009-09-13T13:43:00.005+07:00</published><updated>2009-09-13T14:09:06.866+07:00</updated><title type='text'>Asal-usul Danau Toba</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqyYVGu53RI/AAAAAAAAAMo/A9sRV7emO0Q/s1600-h/danauToba2.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 155px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqyYVGu53RI/AAAAAAAAAMo/A9sRV7emO0Q/s200/danauToba2.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380843143152917778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sebuah desa di wilayah Sumatera, hidup seorang petani. Ia seorang petani yang rajin bekerja walaupun lahan pertaniannya tidak luas. Ia bisa mencukupi kebutuhannya dari hasil kerjanya yang tidak kenal lelah. Sebenarnya usianya sudah cukup untuk menikah, tetapi ia tetap memilih hidup sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di suatu pagi hari yang cerah, petani itu memancing ikan di sungai. "Mudah-mudahan hari ini aku mendapat ikan yang besar," gumam petani tersebut dalam hati. Beberapa saat setelah kailnya dilemparkan, kailnya terlihat bergoyanggoyang. Ia segera menarik kailnya. Petani itu bersorak kegirangan setelah mendapat seekor ikan cukup besar. Ia takjub melihat warna sisik ikan yang indah. Sisik ikan itu berwarna kuning emas kemerah-merahan. Kedua matanya bulat dan menonjol memancarkan kilatan yang menakjubkan. "Tunggu, aku jangan dimakan! Aku akan bersedia menemanimu jika kau tidak jadi memakanku." Petani tersebut terkejut mendengar suara dari ikan itu. Karena keterkejutannya, ikan yang ditangkapnya terjatuh ke tanah. Kemudian tidak berapa lama, ikan itu berubah wujud menjadi seorang gadis yang cantik jelita. "Bermimpikah aku?," gumam petani. "Jangan takut pak, aku juga manusia seperti engkau. Aku sangat berhutang budi padamu karena telah menyelamatkanku dari kutukan Dewata," kata gadis itu. "Namaku Puteri, aku tidak keberatan untuk menjadi istrimu," kata gadis itu seolah mendesak. Petani itupun mengangguk. Maka jadilah mereka sebagai suami istri. Namun, ada satu janji yang telah disepakati, yaitu mereka tidak boleh menceritakan bahwa asal-usul Puteri dari seekor ikan. Jika janji itu dilanggar maka akan terjadi petaka dahsyat. Setelah sampai di desanya, gemparlah penduduk desa melihat gadis cantik jelita bersama petani tersebut. "Dia mungkin bidadari yang turun dari langit," gumam mereka. Petani merasa sangat bahagia dan tenteram. Sebagai suami yang baik, ia terus bekerja untuk mencari nafkah dengan mengolah sawah dan ladangnya dengan tekun dan ulet. Karena ketekunan dan keuletannya, petani itu hidup tanpa kekurangan dalam hidupnya. Banyak orang iri, dan mereka menyebarkan sangkaan buruk yang dapat menjatuhkan keberhasilan usaha petani. "Aku tahu Petani itu pasti memelihara makhluk halus!" kata seseorang kepada temannya. Hal itu sampai ke telinga Petani dan Puteri. Namun mereka tidak merasa tersinggung, bahkan semakin rajin bekerja. Setahun kemudian, kebahagiaan Petan dan istri bertambah, karena istri Petani melahirkan seorang bayi laki-laki. Ia diberi nama Putera. Kebahagiaan mereka tidak membuat mereka lupa diri. Putera tumbuh menjadi seorang anak yang sehat dan kuat. Ia menjadi anak manis tetapi agak nakal. Ia mempunyai satu kebiasaan yang membuat heran kedua orang tuanya, yaitu selalu merasa lapar. Makanan yang seharusnya dimakan bertiga dapat dimakannya sendiri. Lama kelamaan, Putera selalu membuat jengkel ayahnya. Jika disuruh membantu pekerjaan orang tua, ia selalu menolak. Istri Petani selalu mengingatkan Petani agar bersabar atas ulah anak mereka. "Ya, aku akan bersabar, walau bagaimanapun dia itu anak kita!" kata Petani kepada istrinya. "Syukurlah, kanda berpikiran seperti itu. Kanda memang seorang suami dan ayah yang baik," puji Puteri kepada suaminya. Memang kata orang, kesabaran itu ada batasnya. Hal ini dialami oleh Petani itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqyZkXcmWxI/AAAAAAAAAMw/AUu_7mqtOus/s1600-h/danauToba4.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 157px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqyZkXcmWxI/AAAAAAAAAMw/AUu_7mqtOus/s200/danauToba4.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380844504849210130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, Putera mendapat tugas mengantarkan makanan dan minuman ke sawah di mana ayahnya sedang bekerja. Tetapi Putera tidak memenuhi tugasnya. Petani menunggu kedatangan anaknya, sambil menahan haus dan lapar. Ia langsung pulang ke rumah. Di lihatnya Putera sedang bermain bola. Petani menjadi marah sambil menjewer kuping anaknya. "Anak tidak tau diuntung ! Tak tahu diri ! Dasar anak ikan !," umpat si Petani tanpa sadar telah mengucapkan kata pantangan itu. Setelah petani mengucapkan kata-katanya, seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap. Tanpa bekas dan jejak. Dari bekas injakan kakinya, tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras dan semakin deras. Desa Petani dan desa sekitarnya terendam semua. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. Dan akhirnya membentuk sebuah danau. Danau itu akhirnya dikenal dengan nama Danau Toba. Sedangkan pulau kecil di tengahnya dikenal dengan nama Pulau Samosir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIKMAH :&lt;br /&gt;Jadilah seorang yang sabar dan bisa mengendalikan emosi. Dan juga, jangan&lt;br /&gt;melanggar janji yang telah kita buat atau ucapkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3101356725306411659-3239187831945707653?l=gitaprameswari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/3239187831945707653/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/09/asal-usul-danau-toba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/3239187831945707653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/3239187831945707653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/09/asal-usul-danau-toba.html' title='Asal-usul Danau Toba'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqyYVGu53RI/AAAAAAAAAMo/A9sRV7emO0Q/s72-c/danauToba2.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659.post-5853823890006899873</id><published>2009-09-10T04:39:00.005+07:00</published><updated>2009-09-10T04:47:32.823+07:00</updated><title type='text'>Balas Budi Burung Bangau</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqghrDzqz_I/AAAAAAAAAMY/UhneOXF7vMo/s1600-h/bangau1.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 145px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqghrDzqz_I/AAAAAAAAAMY/UhneOXF7vMo/s200/bangau1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379586778534170610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dahulu kala di suatu tempat di Jepang, hidup seorang pemuda bernama Yosaku. Kerjanya mengambil kayu bakar di gunung dan menjualnya ke kota. Uang hasil penjualan dibelikannya makanan. Terus seperti itu setiap harinya. Hingga pada suatu hari ketika ia berjalan pulang dari kota ia melihat sesuatu yang menggelepar di atas salju. Setelah di dekatinya ternyata seekor burung bangau yang terjerat diperangkap sedang meronta-ronta. Yosaku segera melepaskan perangkat itu. Bangau itu sangat gembira, ia berputar-putar di atas kepala Yosaku beberapa kali sebelum terbang ke angkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena cuaca yang sangat dingin, sesampainya dirumah, Yosaku segera menyalakan tungku api dan menyiapkan makan malam. Saat itu terdengar suara ketukan pintu di luar rumah.&lt;br /&gt;Ketika pintu dibuka, tampak seorang gadis yang cantik sedang berdiri di depan pintu. Kepalanya dipenuhi dengan salju. "Masuklah, nona pasti kedinginan, silahkan hangatkan badanmu dekat tungku," ujar Yosaku. "Nona mau pergi kemana sebenarnya ?", Tanya Yosaku. "Aku bermaksud mengunjungi temanku, tetapi karena salju turun dengan lebat, aku jadi tersesat." "Bolehkah aku menginap disini malam ini ?".&lt;br /&gt;"Boleh saja Nona, tapi aku ini orang miskin, tak punya kasur dan makanan.", kata Yosaku."Tidak apa-apa, aku hanya ingin diperbolehkan menginap". Kemudian gadis itu merapikankamarnya dan memasak makanan yang enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika terbangun keesokan harinya, gadis itu sudah menyiapkan nasi. Yosaku berpikirbahwa gadis itu akan segera pergi, ia merasa kesepian. Salju masih turun dengan lebatnya."Tinggallah disini sampai salju reda." Setelah lima hari berlalu salju mereda. Gadis itu berkata kepada Yosaku, "Jadikan aku sebagai istrimu, dan biarkan aku tinggal terus di rumah ini."Yosaku merasa bahagia menerima permintaan itu. "Mulai hari ini panggillah aku Otsuru", ujarsi gadis. Setelah menjadi Istri Yosaku, Otsuru mengerjakan pekerjaan rumah dengansungguh-sungguh. Suatu hari, Otsuru meminta suaminya, Yosaku, membelikannya benangkarena ia ingin menenun.&lt;br /&gt;Otsuru mulai menenun. Ia berpesan kepada suaminya agar jangan sekali-kali mengintip ke dalam penyekat tempat Otsuru menenun. Setelah tiga hari berturut-turut menenun tanpa makan dan minum, Otsuru keluar. Kain tenunannya sudah selesai. "Ini tenunan ayanishiki. Kalau dibawa ke kota pasti akan terjual dengan harga mahal. Yosaku sangat senang karena kain tenunannya dibeli orang dengan harga yang cukup mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pulang ia membeli bermacam-macam barang untuk dibawa pulang. "Berkat kamu, aku mendapatkan uang sebanyak ini, terima kasih istriku. Tetapi sebenarnya para saudagardi kota menginginkan kain seperti itu lebih banyak lagi. "Baiklah akan aku buatkan", ujarOtsuru. Kain itu selesai pada hari keempat setelah Otsuru menenun. Tetapi tampak Otsurutidak sehat, dan tubuhnya menjadi kurus. Otsuru meminta suaminya untuk tidak memintanyamenenun lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqgiBj_C4uI/AAAAAAAAAMg/PNbZlnCT46E/s1600-h/bangau4.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 190px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqgiBj_C4uI/AAAAAAAAAMg/PNbZlnCT46E/s200/bangau4.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379587165128942306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di kota, Sang Saudagar minta dibuatkan kain satu lagi untuk Kimono tuan Putri. Jika tidakada maka Yosaku akan dipenggal lehernya. Hal itu diceritakan Yosaku pada istrinya. "Baiklah akan ku buatkan lagi, tetapi hanya satu helai ya", kata Otsuru.&lt;br /&gt;Karena cemas dengan kondisi istrinya yang makin lemah dan kurus setiap habis menenun, Yosaku berkeinginan melihat ke dalam ruangan tenun. Tetapi ia sangat terkejut ketikayang dilihatnya di dalam ruang menenun, ternyata seekor bangau sedang mencabuti bulunya untuk ditenun menjadi kain. Sehingga badan bangau itu hampir gundul kehabisan bulu. Bangau itu akhirnya sadar dirinya sedang diperhatikan oleh Yosaku, bangau itu pun berubah wujud kembali menjadi Otsuru. "Akhirnya kau melihatnya juga", ujar Otsuru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebenarnya aku adalah seekor bangau yang dahulu pernah Kau tolong", untuk membalas budi aku berubah wujud menjadi manusia dan melakukan hal ini," ujar&lt;br /&gt;Otsuru. "Berarti sudah saatnya aku berpisah denganmu", lanjut Otsuru. "Maafkan aku, ku mohon jangan pergi," kata Yosaku. Otsuru akhirnya berubah kembali menjadi seekor bangau. Kemudian ia segera mengepakkan sayapnya terabng keluar dari rumah ke angkasa.Tinggallah Yosaku sendiri yang menyesali perbuatannya.&lt;br /&gt;Sumber : http://www.e-smartschool.com/cra/003/CRA0030005.asp&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3101356725306411659-5853823890006899873?l=gitaprameswari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/5853823890006899873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/09/balas-budi-burung-bangau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/5853823890006899873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/5853823890006899873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/09/balas-budi-burung-bangau.html' title='Balas Budi Burung Bangau'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqghrDzqz_I/AAAAAAAAAMY/UhneOXF7vMo/s72-c/bangau1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659.post-520429728458722419</id><published>2009-09-10T04:32:00.002+07:00</published><updated>2009-09-10T04:38:04.868+07:00</updated><title type='text'>Raja dan Kura-kura</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqgfnevCaoI/AAAAAAAAAMQ/xpnFvyUQ67U/s1600-h/kura2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 106px; height: 135px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqgfnevCaoI/AAAAAAAAAMQ/xpnFvyUQ67U/s200/kura2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379584518019771010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Benares, India, hidup seorang raja yang sangat gemar berbicara. Apabila ia sudah mulaimembuka mulutnya, tak seorang pun diberi kesempatan menyela pembicaraannya. Hal inisangat mengganggu menterinya. Sang menteri pun selalu memikirkan cara terbaikmenghilangkan kebiasaan buruk rajanya itu.&lt;br /&gt;Pada suatu hari raja dan menterinya pergi berjalan-jalan di halaman istana. Tiba-tiba mereka melihat seekor kura-kura tergeletak di lantai. Tempurungnya terbelah menjadi dua.&lt;br /&gt;"Sungguh ajaib!" kata Sang Raja dengan heran."Bagaimana hal ini dapat terjadi?" Lalu Raja mulai dengan dugaan-dugaannya. Dia terus-menerus membicarakan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dengan kura-kura itu. Sang Menteri hanya mengangguk-anggukkan kepala menunggu kesempatan berbicara. Kemudian dia merasa menemukan cara terbaik untuk menghilangkan kebiasaan buruk Sang Raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Sang Raja menarik napas untuk berbicara lagi, Sang Menteri segera menukas danberkata, "Paduka, saya tahu kejadian sebenarnya yang dialami kura-kura naas ini!""Benarkah? Bila begitu, lekas katakan," kata Raja penuh rasa ingin tahu.Dengan penuh keseriusan Sang Raja mendengarkan cerita menterinya. Sang Menteri pun mulai bercerita.&lt;br /&gt;Kura-kura itu awalnya tinggal di sebuah danau di dekat pegunungan Himalaya. Di sanaterdapat juga dua ekor angsa yang selalu mencari makan di danau tersebut. Mereka punakhirnya bersahabat. Pada suatu hari dua ekor angsa itu menemui kura-kura yang sedang berjemur di tepi danau. "Kura-kura, kami akan segera kembali ke tempat asal kami yangterletak di gua emas di kaki Gunung Tschittakura. Daerah tempat tinggal kami adalah daerahterindah di dunia. Tidakkah engkau ingin ikut kami ke sana?" tanya Sang Angsa.&lt;br /&gt;"Dengan senang hati aku akan turut denganmu," sahut kura-kura riang."Tetapi, sayangnya aku tak dapat terbang seperti kalian," lanjutnya dengan wajah mendadaksedih. "Kami akan membantumu agar dapat turut bersama kami ke sana. Tapi selama dalam perjalanan kamu jangan berbicara karena akan membahayakan dirimu," kata angsa."Aku akan selalu mengingat laranganmu. Bawalah aku ke tempat kalian yang indah itu," janjikura-kura. Lalu kedua angsa tersebut meminta kura-kura agar menggigit sepotong bambu. Kemudian kedua angsa tersebut menggigit ujung-ujung bambu dan mereka pun terbang ke angkasa. Ketika kedua angsa itu sudah terbang tinggi, beberapa orang di Benares melihatpemandangan unik tersebut. Mereka pun tertawa terbahak-bahak sambil berteriak."Coba, lihat! Sungguh lucu. Ada dua ekor angsa membawa kura-kura dengan sepotong bambu." Kura-kura yang suka sekali bicara merasa tersinggung ditertawakan. Dia pun lupa pada larangan kedua sahabatnya. Dengan penuh kemarahan dia berkata,"Apa anehnya? Apakah manusia itu sedemikian bodohnya sehingga merasa aneh melihat halseperti ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kura-kura membuka mulutnya untuk berbicara, dua ekor angsa itu sedang terbang diistana. Kura-kura pun terlepas dari bilah bambu yang digigitnya. Dia terjatuh tepat di sini dan tempurungnya terbelah dua. "Kalau saja kura-kura itu tidak suka berbicara berlebih-lebihan, tentu sekarang dia telah tiba di tempat sahabatnya," kata Sang Menteri mengakhiri ceritanya sambil memandang Sang Raja. Pada saat bersamaanRaja pun memandang menterinya. "Sebuah cerita yang menarik," sahut Sang Raja sambil tersenyum. Dia menyadari kemanaarah pembicaraan menterinya. Sejak saat itu, Sang Raja mulai menghemat kata-katanya. Dia tidak lagi banyak bicara. Tentu saja Sang Menteri amat senang melihat kenyataan itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3101356725306411659-520429728458722419?l=gitaprameswari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/520429728458722419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/09/raja-dan-kura-kura.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/520429728458722419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/520429728458722419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/09/raja-dan-kura-kura.html' title='Raja dan Kura-kura'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqgfnevCaoI/AAAAAAAAAMQ/xpnFvyUQ67U/s72-c/kura2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659.post-5538568674664902687</id><published>2009-09-06T11:09:00.001+07:00</published><updated>2009-09-06T11:12:20.099+07:00</updated><title type='text'>Kisah Kerbau, Kelelawar dan Cacing</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu hari Allah SWT memerintahkan malaikat Jibri AS untuk pergi menemui salah satu makhluk-Nya yaitu kerbau dan menanyakan pada si kerbau apakah dia senang telah diciptakan Allah SWT sebagai seekor kerbau. Malaikat Jibril AS segera pergi menemui si Kerbau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di siang yang panas itu si kerbau sedang berendam di sungai. Malaikat Jibril AS mendatanginya kemudian mulai bertanya kepada si kerbau, "hai kerbau apakah kamu senang telah dijadikan oleh Allah SWT sebagai seekor kerbau". Si kerbau menjawab, "Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan aku sebagai seekor kerbau, dari pada aku dijadikan-Nya sebagai seekor kelelawar yang ia mandi dengan kencingnya sendiri". Mendengar jawaban itu Malaikat Jibril AS segera pergi menemui seekor kelelawar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat Jibril AS mendatanginya seekor kelelawar yang siang itu sedang tidur bergantungan di dalam sebuah goa. Kemudian mulai bertanya kepada si kelelawar, "hai kelelawar apakah kamu senang telah dijadikan oleh Allah SWT sebagai seekor kelelawar". "Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan aku sebagai seekor kelelawar dari pada aku dijadikan-Nya seekor cacing. Tubuhnya kecil, tinggal di dalam tanah, berjalannya saja menggunakan perutnya", jawab si kelelawar. Mendengar jawaban itu pun Malaikat Jibril AS segera pergi menemui seekor cacing yang sedang merayap di atas tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat Jibril AS bertanya kepada si cacing, "Wahai cacing kecil apakah kamu senang telah dijadikan Allah SWT sebagai seekor cacing". Si cacing menjawab, " Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan aku sebagai seekor cacing, dari pada dijadikaan-Nya aku sebagai seorang manusia. Apabila mereka tidak memiliki iman yang sempurna dan tidak beramal sholih ketika mereka mati mereka akan disiksa selama-lamanya".&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3101356725306411659-5538568674664902687?l=gitaprameswari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/5538568674664902687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/09/kisah-kerbau-kelelawar-dan-cacing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/5538568674664902687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/5538568674664902687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/09/kisah-kerbau-kelelawar-dan-cacing.html' title='Kisah Kerbau, Kelelawar dan Cacing'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659.post-2186246770747241198</id><published>2009-09-06T11:05:00.001+07:00</published><updated>2009-09-06T11:07:56.133+07:00</updated><title type='text'>Abu Hanifah dan Pemalas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu hari ketika Imam Abu Hanifah sedang berjalan-jalan melalui sebuah rumah yang jendelanya masih terbuka, terdengar oleh beliau suara orang yang mengeluh dan menangis tersedu-sedu. Keluhannya mengandung kata-kata, "Aduhai, alangkah malangnya nasibku ini, agaknya tiada seorang pun yang lebih malang dari nasibku yang celaka ini. Sejak dari pagi belum datang sesuap nasi atau makanan pun di kerongkongku sehingga seluruh badanku menjadi lemah lunglai. Oh, manakah hati yang belas kasihan yang sudi memberi curahan air walaupun setitik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar keluhan itu, Abu Hanifah merasa kasihan lalu beliau pun balik ke rumahnya dan mengambil bungkusan hendak diberikan kepada orang itu. Ketika dia sampai ke rumah orang itu, dia melemparkan bungkusan yang berisi uang kepada si malang tadi lalu meneruskan perjalanannya. Dalam pada itu, si malang berasa terkejut setelah mendapati sebuah bungkusan yang tidak diketahui dari mana datangnya, lantas beliau tergesa-gesa membukanya. Setelah dibuka, nyatalah bungkusan itu berisi uang dan selembar kertas yang bertulis, " Hai manusia, sungguh tidak wajar kamu mengeluh sedemikian itu, kamu tidak pernah atau perlu mengeluh diperuntungkan nasibmu. Ingatlah kepada kemurahan Allah dan cobalah bermohon kepada-Nya dengan bersungguh-sungguh. Jangan suka berputus asa, hai kawan, tetapi berusahalah terus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada keesokan harinya, Imam Abu Hanifah melalui lagi rumah itu dan suara keluhan itu kedengaran lagi, "Ya Allah Tuhan Yang Maha Belas Kasihan dan Pemurah, sudilah kiranya memberikan bungkusan lain seperti kemarin, sekadar untuk menyenangkan hidupku yang melarat ini. Sungguh jika Tuhan tidak beri, akan lebih sengsaralah hidupku, wahai harapan nasibku."&lt;br /&gt;Mendengar keluhan itu lagi, maka Abu Hanifah pun lalu melemparkan lagi bungkusan berisi uang dan selembar kertas dari luar jendela itu, lalu dia pun meneruskan perjalanannya. Orang itu senang sekali ketika mendapat bungkusan itu. Lantas terus membukanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dahulu juga, di dalam bungkusan itu tetap ada selembar kertas lalu dibacanya, "Hai kawan, bukan begitu cara bermohon, bukan demikian cara berikhtiar dan berusaha. Perbuatan demikian 'malas' namanya. Putus asa kepada kebenaran dan kekuasaan Allah. Sungguh tidak ridho Tuhan melihat orang pemalas dan putus asa, enggan bekerja untuk keselamatan dirinya. Jangan….jangan berbuat demikian. Bila ingin senang mesti bekerja dan berusaha karena kesenangan itu tidak mungkin datang sendiri tanpa dicari atau diusahakan. Orang hidup jangan hanya duduk diam tetapi harus bekerja dan berusaha. Allah tidak akan mengabulkan permohonan orang yang malas bekerja. Allah tidak akan mengabulkan doa orang yang berputus asa. Sebab itu, carilah pekerjaan yang halal untuk kesenangan dirimu. Berikhtiarlah sedapat mungkin dengan pertolongan Allah. Insya Allah, akan dapat juga pekerjaan itu selama kamu tidak berputus asa. Nah…carilah segera pekerjaan, saya doakan lekas berbahagia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaik saja dia selesai membaca surat itu, dia termenung, dia insaf dan sadar akan kemalasannya yang tidak suka berikhtiar dan berusaha.&lt;br /&gt;Pada keesokan harinya, dia pun keluar dari rumahnya untuk mencari pekerjaan. Sejak dari hari itu, sikapnya pun berubah mengikut peraturan-peraturan hidup (perintah Tuhan) dan tidak lagi melupakan nasihat orang yang memberikan nasihat itu.&lt;br /&gt;Dalam Islam tiada istilah pengangguran, istilah ini hanya digunakan oleh orang yang berakal sempit. Islam mengajar kita untuk maju dan bukan mengajarkan meminta di tepi jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3101356725306411659-2186246770747241198?l=gitaprameswari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/2186246770747241198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/09/abu-hanifah-dan-pemalas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/2186246770747241198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/2186246770747241198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/09/abu-hanifah-dan-pemalas.html' title='Abu Hanifah dan Pemalas'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659.post-1139866393761457387</id><published>2009-09-06T11:01:00.001+07:00</published><updated>2009-09-06T11:04:23.802+07:00</updated><title type='text'>Lukman Al-hakim dan Anaknya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam sebuah riwayat menceritakan, pada suatu hari Luqman Hakim telah masuk ke dalam pasar dengan menaiki seekor himar, sedangkan anaknya mengikut dari belakang. Melihat tingkah laku Luqman itu, setengah orang pun berkata, 'Lihat itu orang tua yang tidak berperasaan, sedangkan anaknya dibiarkan berjalan kaki."&lt;br /&gt;Setelah mendengarkan desas-desus dari orang ramai maka Luqman pun turun dari himarnya itu lalu diletakkan anaknya di atas himar itu. Melihat yang demikian, maka orang di pasar itu berkata pula, "Lihat orang tuanya berjalan kaki sedangkan anaknya enak-enakan menaiki himar itu, sungguh kurang beradab anak itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaik saja mendengar kata-kata itu, Luqman pun terus naik ke atas belakang himar itu bersama-sama dengan anaknya. Kemudian orang ramai pula berkata lagi, "Lihat itu dua orang menaiki seekor himar, adalah sungguh menyiksakan himar itu."&lt;br /&gt;Oleh karena tidak suka mendengar percakapan orang, maka Luqman dan anaknya turun dari himar itu, kemudian terdengar lagi suara orang berkata, "Dua orang berjalan kaki, sedangkan himar itu tidak dikendarai."&lt;br /&gt;Dalam perjalanan mereka berdua pulang ke rumah, Luqman Hakim telah menasihatai anaknya tentang sikap manusia dan perkataan mereka, katanya, "Sesungguhnya tiada terlepas seseorang itu dari percakapan manusia. Maka orang yang berakal tiadalah dia mengambil pertimbangan melainkan kepada Allah S.W.T saja. Barang siapa mengenal kebenaran, itulah yang menjadi pertimbangannya dalam setiap sesuatu hal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Luqman Hakim berpesan kepada anaknya, katanya, "Wahai anakku, tuntutlah rezeki yang halal supaya kamu tidak menjadi fakir. Sesungguhnya tiadalah orang fakir itu melainkan tertimpa kepadanya tiga perkara, yaitu tipis keyakinannya (iman) tentang agamanya, lemah akalnya (mudah tertipu dan diperdayai orang) dan hilang kemuliaan hatinya (keperibadiannya), dan lebih celaka lagi daripada tiga perkara itu ialah orang-orang yang suka merendah-rendahkan dan meringan-ringankannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3101356725306411659-1139866393761457387?l=gitaprameswari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/1139866393761457387/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/09/lukman-al-hakim-dan-anaknya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/1139866393761457387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/1139866393761457387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/09/lukman-al-hakim-dan-anaknya.html' title='Lukman Al-hakim dan Anaknya'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659.post-6252110920656719554</id><published>2009-09-06T10:55:00.001+07:00</published><updated>2009-09-06T10:58:31.677+07:00</updated><title type='text'>Asal-Usul Hajar Aswad</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika Nabi Ibrahim a.s bersama anaknya membangun Ka'bah banyak kekurangan yang dialaminya. Pada mulanya Ka'bah itu tidak memiliki dinding dan pintu masuk. Nabi Ibrahim a.s bersama Nabi Ismail berusaha untuk melakukan pembangunan dengan mengangkut batu dari berbagai gunung.&lt;br /&gt;Dalam sebuah kisah disebutkan pada saat Ka'bah itu hampir selesai, ternyata Nabi Ibrahim masih merasakan kekurangan sebuah batu lagi untuk diletakkan di Ka'bah.&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim berkata Nabi Ismail berkata, "Pergilah engkau mencari sebuah batu yang akan aku letakkan sebagai penanda bagi manusia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Nabi Ismail a.s pun pergi dari satu bukit ke satu bukit untuk mencari batu yang baik dan sesuai permintaan ayahnya. Ketika Nabi Ismail a.s sedang mencari batu di sebuah bukit, tiba-tiba datang malaikat Jibril a.s memberikan sebuah batu yang cantik. Nabi Ismail dengan segera membawa batu itu kepada Nabi Ibrahim a.s. Nabi Ibrahim a.s. merasa gembira melihat batu yang sungguh cantik itu, beliau menciumnya beberapa kali. Kemudian Nabi Ibrahim a.s bertanya, "Dari mana kamu dapat batu ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Ismail berkata, "Batu ini kuterima dari seseorang yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu (Jibril)."&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim mencium lagi batu itu dan diikuti oleh Nabi Ismail a.s. Sehingga sekarang Hajar Aswad itu dicium oleh orang-orang yang pergi ke Baitullah. Siapa saja yang bertawaf di Ka'bah disunnahkan mencium Hajar Aswad. Beratus ribu kaum muslimin berebut ingin mencium Hajar Aswad itu, yang tidak mencium cukuplah dengan memberikan isyarat lambaian tangan saja.&lt;br /&gt;Ada riwayat menyatakan bahwa dulunya batu Hajar Aswad itu putih bersih, tetapi akibat dicium oleh setiap orang yang datang menziarahi Ka'bah, ia menjadi hitam seperti terdapat sekarang. Wallahu a'alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila manusia mencium batu itu maka timbullah perasaan seolah-olah mencium ciuman Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Ingatlah wahai saudara-saudaraku, Hajar Aswad itu merupakan tempat dianjurkan untuk berdoa kepada Allah. Bagi yang memiliki kesempatan, berdoalah di sana, Insya Allah doanya akan dikabulkan oleh Allah. Jagalah hati kita sewaktu mencium Hajar Aswad supaya tidak menyekutukan Allah, sebab tipu daya syaitan kuat di Tanah Suci Mekah.&lt;br /&gt;Ingatlah kata-kata Khalifah Umar bin Al-Khattab apabila beliau mencium batu itu (Hajar Aswad) : "Aku tahu, sesungguhnya engkau hanyalah batu biasa. Andaikan aku tidak melihat Rasulullah S.A.W menciummu, sudah tentu aku tidak akan melakukan (mencium Hajar Aswad)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3101356725306411659-6252110920656719554?l=gitaprameswari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/6252110920656719554/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/09/asal-usul-hajar-aswad.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/6252110920656719554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/6252110920656719554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/09/asal-usul-hajar-aswad.html' title='Asal-Usul Hajar Aswad'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659.post-8804120187121911903</id><published>2009-09-06T10:49:00.002+07:00</published><updated>2009-09-06T10:54:06.406+07:00</updated><title type='text'>Unta menjadi Hakim</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada zaman Rasulullah s.a.w, ada seorang Yahudi yang menuduh orang Muslim mencuri untanya. Maka dia datangkan empat orang saksi palsu dari golongan munafik. Nabi s.a.w lalu memutuskan hukum unta itu milik orang Yahudi dan memotong tangan Muslim itu sehingga orang Muslim itu kebingungan. Maka ia pun mengangkatkan kepalanya menengadah ke langit seraya berkata, "Tuhanku, Engkau Maha Mengetahui bahwa sesungguhnya aku tidak mencuri unta itu."&lt;br /&gt;Selanjutnya orang Muslim itu berkata kepada Nabi s.a.w, "Wahai Rasulullah, sungguh keputusanmu itu adalah benar, akan tetapi mintalah keterangan dari unta ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Nabi s.a.w bertanya kepada unta itu, "Hai unta, milik siapakah engkau ini ?"&lt;br /&gt;Unta itu menjawab dengan kata-kata yang fasih dan terang, "Wahai Rasulullah, aku adalah milik orang Muslim ini dan sesungguhnya para saksi itu adalah dusta."&lt;br /&gt;Akhirnya Rasulullah s.a.w berkata kepada orang Muslim itu, "Hai orang Muslim, beritahukan kepadaku, apakah yang engkau perbuat, sehingga Allah Taala menjadikan unta ini dapat berkata perkara yang benar."&lt;br /&gt;Jawab orang Muslim itu, "Wahai Rasulullah, aku tidak tidur di waktu malam sehingga lebih dahulu aku membaca selawat atas engkau sepuluh kali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w bersabda, "Engkau telah selamat dari hukum potong tanganmu di dunia dan selamat juga dari siksaan di akhirat berkat engkau membaca selawat untukku."&lt;br /&gt;Memang membaca selawat itu sangat dianjurkan oleh agama sebab pahalanya sangat tinggi di sisi Allah. Lagi pula bisa melindungi diri dari segala macam bencana yang menimpa, baik di dunia dan di akhirat nanti. Sebagaimana dalam kisah tadi, orang Muslim yang dituduh mencuri itu mendapat perlindungan daripada Allah melalui seekor unta yang menjadi hakim untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3101356725306411659-8804120187121911903?l=gitaprameswari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/8804120187121911903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/09/unta-menjadi-hakim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/8804120187121911903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/8804120187121911903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/09/unta-menjadi-hakim.html' title='Unta menjadi Hakim'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659.post-4012439063391067485</id><published>2009-09-06T10:41:00.002+07:00</published><updated>2009-09-06T10:49:12.180+07:00</updated><title type='text'>Perkelahian Seorang Pria dengan Iblis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suami isteri mulanya hidup tenteram. Meskipun melarat, mereka taat kepada perintah Allah. Segala yang dilarang Allah dihindari, dan ibadah mereka tekun sekali. Si Suami adalah seorang yang alim yang taqwa dan tawakkal. Tetapi sudah beberapa lama isterinya mengeluh terhadap kemiskinan yang tiada habis-habisnya itu. Ia memaksa suaminya agar mencari jalan keluar. Ia membayangkan alangkah senangnya hidup jika segala-galanya serba cukup.&lt;br /&gt;Pada suatu hari, lelaki yang alim itu berangkat ke ibu kota untuk mencari pekerjaan. Di tengah perjalanan ia melihat sebatang pohon besar yang tengah dikerumuni orang. Ia mendekat. Ternyata orang-orang itu sedang memuja-muja pohon yang konon keramat dan sakti itu. Banyak juga kaum wanita dan pedagang-pedagang yang meminta-minta agar suami mereka setia atau dagangnya laris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini syirik," pikir lelaki yang alim tadi. "Ini harus diberantas habis. Masyarakat tidak boleh dibiarkan menyembah serta meminta selain Allah." Maka pulanglah dia buru-buru. Isterinya heran, mengapa secepat itu suaminya kembali. Lebih heran lagi waktu dilihatnya si suami mengambil sebilah kapak yang diasahnya hingga tajam. Lantas lelaki alim tadi bergegas keluar. Isterinya bertanya tetapi ia tidak menjawab. Segera dinaiki keledainya dan dipacu cepat-cepat ke pohon itu. Sebelum sampai di tempat pohon itu berdiri, tiba-tiba melompat sesosok tubuh tinggi besar dan hitam. Dia adalah iblis yang menyerupai sebagai manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai, mau ke mana kamu?" tanya si iblis.&lt;br /&gt;Orang alim tersebut menjawab, "Saya mau menuju ke pohon yang disembah-sembah orang bagaikan menyembah Allah. Saya sudah berjanji kepada Allah akan menebang roboh pohon syirik itu."&lt;br /&gt;"Kamu tidak ada hubungan apa-apa dengan pohon itu. Yang penting kamu tidak ikut-ikutan syirik seperti mereka. Sudah pulang saja."&lt;br /&gt;"Tidak boleh, kemungkaran mesti dibanteras," jawab si alim bersikap tegas.&lt;br /&gt;"Berhenti, jangan teruskan!" bentak iblis marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akan saya teruskan!"&lt;br /&gt;Kerana masing-masing tegas pada pendirian, akhirnya terjadilah perkelahian antara orang alim tadi dengan iblis. Kalau melihat perbedaan badannya, seharusnya orang alim itu dengan mudah bisa dibinasakan. Namun ternyata iblis menyerah kalah, meminta-minta ampun. Kemudian dengan berdiri menahan kesakita dia berkata, "Tuan, maafkanlah kekasaran saya. Saya tak akan berani lagi mengganggu tuan. Sekarang pulanglah. Saya berjanji, setiap pagi, apabila Tuan selesai menunaikan sembahyang Subuh, di bawah tikar sembahyang Tuan saya sediakan uang emas empat dinar. Pulang saja, jangan teruskan niat Tuan itu dulu,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar janji iblis dengan uang emas empat dinar itu, lunturlah kekerasan tekad si alim tadi. Ia teringatkan isterinya yang ingin hidup berkecukupan. Ia teringat akan rengekan isterinya setiap hari. Setiap pagi empat dinar, dalam sebulan saja dia sudah bisa menjadi orang kaya. Mengingatkan desakan-desakan isterinya itu maka pulanglah dia. Patah niatnya semula hendak memberantas kemungkaran.&lt;br /&gt;Demikianlah, semnejak pagi itu isterinya tidak pernah marah lagi. Hari pertama, ketika si alim selesai sembahyang, dibukanya tikar sembahyangnya. Betul di situ tergolek empat benda berkilat, empat dinar uang emas. Dia meloncat riang, isterinya gembira. Begitu juga hari yang kedua. Empat dinar emas. Ketika pada hari yang ketiga, matahari mulai terbit dan dia membuka tikar sembahyang, masih didapatinya wang itu. Tapi pada hari keempat dia mulai kecewa. Di bawah tikar sembahyangnya tidak ada apa-apa lagi keculai tikar pandan yang rapuh. Isterinya mulai marah karena uang yang kemarin sudah dihabiskan sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si alim dengan lesu menjawab, "Jangan khuatir, esok barangkali kita bakal dapat delapan dinar sekaligus."&lt;br /&gt;Keesokkan harinya, harap-harap cemas suami-isteri itu bangun pagi-pagi. Selesai sembahyang dibuka tikar sejadahnya kosong.&lt;br /&gt;"Kurang ajar. Penipu," teriak si isteri. "Ambil kapak, tebanglah pohon itu."&lt;br /&gt;"Ya, memang dia telah menipuku. Akan aku habiskan pohon itu semuanya hingga ke ranting dan daun-daunnya," sahut si alim itu.&lt;br /&gt;Maka segera ia mengeluarkan keledainya. Sambil membawa kapak yang tajam dia memacu keledainya menuju ke arah pohon yang syirik itu. Di tengah jalan iblis yang berbadan tinggi besar tersebut sudah menghalang. Katanya menyorot tajam, "Mau ke mana kamu?" herdiknya menggelegar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mau menebang pohon," jawab si alim dengan gagah berani.&lt;br /&gt;"Berhenti, jangan lanjutkan."&lt;br /&gt;"Bagaimanapun juga tidak boleh, sebelum pohon itu tumbang."&lt;br /&gt;Maka terjadilah kembali perkelahian yang hebat. Tetapi kali ini bukan iblis yang kalah, tapi si alim yang terkulai. Dalam kesakitan, si alim tadi bertanya penuh heran, "Dengan kekuatan apa engkau dapat mengalahkan saya, padahal dulu engkau tidak berdaya sama sekali?"&lt;br /&gt;Iblis itu dengan angkuh menjawab, "Tentu saja engkau dahulu bisa menang, karena waktu itu engkau keluar rumah untuk Allah, demi Allah. Andaikata kukumpulkan seluruh belantaraku menyerangmu sekalipun, aku takkan mampu mengalahkanmu. Sekarang kamu keluar dari rumah hanya karena tidak ada wang di bawah tikar sejadahmu. Maka biarpun kau keluarkan seluruh kebolehanmu, tidak mungkin kamu mampun menjatuhkan aku. Pulang saja. Kalau tidak, kupatahkan nanti batang lehermu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar penjelasan iblis ini si alim tadi termangu-mangu. Ia merasa bersalah, dan niatnya memang sudah tidak ikhlas kerana Allah lagi. Dengan terhuyung-huyung ia pulang ke rumahnya. Dibatalkan niatnya semula untuk menebang pohon itu. Ia sadar bahwa perjuangannya yang sekarang adalah tanpa keikhlasan karena Allah, dan ia sadar perjuangan yang semacam itu tidak akan menghasilkan apa-apa selain dari kesiaan yang berkelanjutan . Sebab tujuannya adalah karena harta benda, telah menghalangi keutamaan Allah dan agama. Bukankah berarti ia menyalahgunakan agama untuk kepentingan hawa nafsu semata-mata ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa di antaramu melihat sesuatu kemungkaran, hendaklah (berusaha) memperbaikinya dengan tangannya (kekuasaan), bila tidak mungkin hendaklah berusaha memperbaikinya dengan lidahnya (nasihat), bila tidak mungkin pula, hendaklah mengingkari dengan hatinya (tinggalkan). Itulah selemah-lemah iman."&lt;br /&gt;Hadith Riwayat Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3101356725306411659-4012439063391067485?l=gitaprameswari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/4012439063391067485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/09/perkelahian-seorang-pria-dengan-iblis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/4012439063391067485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/4012439063391067485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/09/perkelahian-seorang-pria-dengan-iblis.html' title='Perkelahian Seorang Pria dengan Iblis'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659.post-638378506950422656</id><published>2009-09-05T21:56:00.002+07:00</published><updated>2009-09-05T22:02:37.684+07:00</updated><title type='text'>Sholat di atas Air</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebuah kapal yang sarat dengan muatan dan bersama 200 orang temasuk ahli perniagaan berlepas dari sebuah pelabuhan di Mesir. Apabila kapal itu berada di tengah lautan maka datanglah badai dengan ombak yang kuat membuat kapal itu terombang-ambing dan hampir tenggelam. Berbagai usaha dilakukan untuk menyelamatkan kapal itu dipukul badai, namun semua usaha mereka sia-sia saja. Kesemua orang yang berada di atas kapal itu sangat cemas dan menunggu apa yang akan terjadi pada kapal dan diri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika semua orang berada dalam keadaan cemas, terdapat seorang lelaki yang sedikitpun tidak merasa cemas. Dia kelihatan tenang sambil berzikir kepada Allah S.W.T. Kemudian lelaki itu turun dari kapal yang sedang terunbang-ambing dan berjalanlah dia di atas air dan mengerjakan solat di atas air.&lt;br /&gt;Beberapa orang peniaga yang bersama-sama dia dalam kapal itu melihat lelaki yang berjalan di atas air dan dia berkata, "Wahai wali Allah, tolonglah kami. Janganlah tinggalkan kami!" Lelaki itu tidak memandang ke arah orang yang memanggilnya. Para peniaga itu memanggil lagi, "Wahai wali Allah, tolonglah kami. Jangan tinggalkan kami!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian lelaki itu menoleh ke arah orang yang memanggilnya dengan berkata, "Ada apa?" Seolah-olah lelaki itu tidak mengetahui apa-apa. Peniaga itu berkata, "Wahai wali Allah, tidakkah kamu hendak mengambil berat tentang kapal yang hampir tenggelam ini?"&lt;br /&gt;Wali itu berkata, "Dekatkan dirimu kepada Allah."&lt;br /&gt;Para penumpang itu berkata, "Apa yang mesti kami buat?"&lt;br /&gt;Wali Allah itu berkata, "Tinggalkan semua hartamu, jiwamu akan selamat."&lt;br /&gt;Kesemua mereka sanggup meninggalkan harta mereka. Asalkan jiwa mereka selamat. Kemudian mereka berkata, "Wahai wali Allah, kami akan membuang semua harta kami asalkan jiwa kami semua selamat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wali Allah itu berkata lagi, "Turunlah kamu semua ke atas air dengan membaca Bismillah."&lt;br /&gt;Dengan membaca Bismillah, maka turunlah seorang demi seorang ke atas air dan berjalan meng hampiri wali Allah yang sedang duduk di atas air sambil berzikir. Tidak berapa lama kemudian, kapal yang mengandungi muatan beratus ribu ringgit itu pun tenggelam ke dasar laut.&lt;br /&gt;Habislah kesemua barang-barang perniagaan yang mahal-mahal terbenam ke laut. Para penumpang tidak tahu apa yang hendak dibuat, mereka berdiri di atas air sambil melihat kapal yang tenggelam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang daripada peniaga itu berkata lagi, "Siapakah kamu wahai wali Allah?"&lt;br /&gt;Wali Allah itu berkata, "Saya ialah Awais Al-Qarni."&lt;br /&gt;Peniaga itu berkata lagi, "Wahai wali Allah, sesungguhnya di dalam kapal yang tenggelam itu terdapat harta fakir-miskin Madinah yang dihantar oleh seorang jutawan Mesir."&lt;br /&gt;WaliAllah berkata, "Sekiranya Allah kembalikan semua harta kamu, adakah kamu betul-betul akan membahagikannya kepada orang-orang miskin di Madinah?"&lt;br /&gt;Peniaga itu berkata, "Betul, saya tidak akan menipu, ya wali Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah wali itu mendengar pengakuan dari peniaga itu, maka dia pun mengerjakan solat dua rakaat di atas air, kemudian dia memohon kepada Allah S.W.T agar kapal itu ditimbulkan semula bersama-sama hartanya.&lt;br /&gt;Tidak berapa lama kemudian, kapal itu timbul sedikit demi sedikit sehingga terapung di atas air. Kesemua barang perniagaan dan lain-lain tetap seperti asal. Tiada yang kurang.&lt;br /&gt;Setelah itu dinaikkan kesemua penumpang ke atas kapal itu dan meneruskan pelayaran ke tempat yang dituju. Apabila sampai di Madinah, peniaga yang berjanji dengan wali Allah itu terus menunaikan janjinya dengan membahagi-bahagikan harta kepada semua fakir miskin di Madinah sehingga tiada seorang pun yang tertinggal. Wallahu a'alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3101356725306411659-638378506950422656?l=gitaprameswari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/638378506950422656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/09/sholat-di-atas-air.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/638378506950422656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/638378506950422656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/09/sholat-di-atas-air.html' title='Sholat di atas Air'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659.post-5754246821479388842</id><published>2009-09-05T20:54:00.002+07:00</published><updated>2009-09-05T21:51:56.759+07:00</updated><title type='text'>Pemuda Bernama Uzair</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu hari ketika 'Uzair memasuki kebunnya yang menghijau dengan pepohonan dan tiba-tiba hatinya telah terpesona serta tertarik untuk memikirkan rahasia keindahan dan keajaiban alam ini. Sesudah memetik buah-buahan dia pulang dengan keledainya sambil menikmati keindahan-keindahan alam sekitarnya sehingga keledai yang ditungganginya tersesat jalan. Setelah sekian lama barulah dia sadar bahwa dia telah berada di suatu daerah yang tidak dikenali  serta sudah jauh dari negerinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dia sampai ke daerah itu dilihatnya kampung itu baru saja diserbu oleh musuh sehingga menjadi rusak dan hancur. Di tapak atau bekas runtuhan terdapat mayat-mayat manusia yang bergelimpangan yang sudah busuk serta hancur. Melihat pemandangan yang mengerikan itu, dia pun turun dari keledainya dengan membawa dua keranjang buah-buahan. Manakala keledainya itu ditambat di situ, kemudian dia pun duduk bersandar pada dinding sebuah rumah yang sudah runtuh untuk melepaskan lelah. Pada saat itu, fikirannya mula memikirkan mayat manusia yang sudah busuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana orang-orang yang sudah mati dan hancur itu akan dihidupkan oleh Tuhan kembali di negeri akhirat?" begitulah pertanyaan yang datang terngiang dan tidak terjawab olehnya sehingga dia menjadi lemah-lunglai dan kemudian terus tertidur. Dalam tidur itu, dia seakan-akan bertemu dengan semua arwah (roh-roh) orang-orang yang sudah meninggal itu. Tidurnya amat luar biasa sekali, bukan hanya sejam atau semalam, tetapi dia telah tidur terus-menerus tanpa bangun-bangun selama seratus tahun lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masa dia tertidur itu, keadaan di sekitarnya sudah ramai, rumah serta bangunan-bangunan banyak yang telah didirikan. Dalam masa seratus tahun itu, segala-galanya sudah berubah, ketika 'Uzair tetap terus tidur tersandar di dinding itu menjadi jasad (tubuh) yang tidak bernyawa lagi. Dagingnya sudah hancur dan tulang belulangnya sudah hancur lebur.&lt;br /&gt;Kemudian jasad 'Uzair yang telah mati, daging dan tulangnya yang sudah hancur itu disusun kembali oleh Allah pada bahagiannya masing-masing lalu ditiupkan ruhnya. Dan ketika itu juga 'Uzair hidup kembali seperti dahulu. 'Uzair terus berdiri seperti orang yang bangun dari tidur lantas dia mencari keledai dan buah-buahannya di dalam keranjangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berapa lama kemudian, turunlah beberapa malaikat seraya bertanya, "Tahukah engkau ya 'Uzair berapa lama engkau tidur?"&lt;br /&gt;Tanpa berfikir panjang 'Uzair menjawab, "Saya tertidur sehari dua ataupun setengah hari."&lt;br /&gt;Lalu malaikat pun berkata kepadanya, "Bahwa engkau terdampar di sini genap seratus tahun lamanya. Disinilah engkau berbaring, berhujan dan berpanas matahari, kadang-kadang ditiup badai dan berhawa sejuk dan juga panas terik. Dalam masa yang begitu lama, makananmu tetap baik keadaannya. Tetapi coba lihat keadaan keledai itu, dia sendiri pun sudah hancur dan dagingnya sudah busuk."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata malaikat lagi, "Lihatlah dan perhatikanlah sungguh-sungguh. Demikianlah kekuasaan Allah. Allah dapat menghidupkan kembali orang yang sudah mati dan mengembalikan jasad-jasad yang sudah hancur lebur dan dengan semudah itu pulalah Tuhan akan membangkitkan semua manusia yang sudah mati itu nanti di akhirat untuk diperiksa dan diadili segala perbuatannya. Hal ini diperlihatkan oleh Tuhan kepada engkau supaya engkau tetap beriman dan engkau sendiri dapat menjadi bukti kepada manusia-manusia lain supaya engkau dan manusia-manusia lain tidak ragu-ragu lagi tentang apa yang diterangkan Tuhan tentang akhirat itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 'Uzair melihat makanan dan keldainya yang sudah hancur itu, maka 'Uzair pun berkata, "Sekarang tahulah saya bahwa Allah itu adalah berkuasa ke atas tiap-tiap sesuatu." Tiba-tiba keledai yang sudah hancur itu dilihatnya mulai dikumpulkan daging dan tulangnya. Dan akhirnya menjadi seperti sediakala yaitu hidup kembali bergerak-gerak dan berdiri sebagaimana sebelum mati. Maka 'Uzair pun berkata, "Sekarang tahulah saya bahwa Allah berkuasa di atas segala-galanya." Lalu dia pun terus mengambil keldainya dahulu dan terus menunggangnya pulang ke rumahnya dahulu dengan mencari-cari jalan yang sukar untuk dikenali. Dilihatnya segala-gala telah berubah. Dia coba mengingati apa yang pernah dilihatnya seratus tahun dahulu. Setelah menempuhi berbagai kesukaran, akhirnya dia pun sampai ke rumahnya. Ketika dia sampai di situ, dia mendapati rumahnya sudah hancur di mana segala dinding rumahnya telah habis runtuh. Semasa dia memandang keadaan sekeliling rumahnya, dia nampak seorang perempuan tua, lantas dia pun bertanya, "Inikah rumah tuan 'Uzair?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya," jawab perempuan itu. "Inilah rumah 'Uzair dahulu, tetapi 'Uzair telah lama pergi dan tiada didengar berita tentangnya lagi sehingga semua orang pun lupa padanya dan saya sendiri tidak pernah menyebut namanya selain kali ini saja." Kata perempuan itu sambil menitiskan airmata.&lt;br /&gt;'Sayalah 'Uzair," jawab 'Uzair dengan pantas. "Saya telah dimatikan oleh Tuhan seratus tahun dahulu dan sekrang saya sudah dihidupkan oleh Allah kembali."&lt;br /&gt;Perempuan tua itu terkejut seakan-akan tidak percaya, lalu dia pun berkata, "'Uzair itu adalah seorang yang paling soleh, doanya selalu dimakbulkan oleh Tuhan dan telah banyak jasanya di dalam menyembuhkan orang yang sakit." lanjutnya lagi, "Saya ini adalah hambanya sendiri, badan saya telah tua dan lemah, mata saya telah pun buta karena selalu menangis terkenang 'Uzair. Kalaulah tuan ini 'Uzair maka cobalah tuan doakan kepada Tuhan supaya mata saya terang kembali dan dapat melihat tuan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Uzair pun mengangkat kedua belah tangannya ke langit lalu berdoa ke hadirat Tuhan. Tiba-tiba mata orang rua itupun terbuka dan dapat melihat dengan lebih terang lagi. Tubuhnya yang tua dan lemah itu kembali kuat seakan-akan kembali muda. Setelah merenung wajah 'Uzair dia pun berkata, "Benar, tuanlah 'Uzair. Saya masih ingat." Hambanya itu terus mencium tangan 'Uzair lalu keduanya pergi mendapatkan orang ramai, bangsa Israil. 'Uzair memperkenalkan dirinya bahwa dialah 'Uzair yang pernah hidup di kampung itu lebih seratus tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita itu bukan saja mengejutkan bangsa Israil, tetapi ada juga meragukan dan ada yang tidak percaya kepadanya. Walau bagaimanapun berita itu menarik perhatian semua orang yang hidup ketika itu. Karena itu mereka ingin menguji kebenaran 'Uzair. Kemudian datanglah anak kandungnya sendiri seraya bertanya, "Saya masih ingat bahwa bapa saya mempunyai tanda di punggungnya. Cobalah periksa tanda itu. Kalau ada benarlah dia 'Uzair."&lt;br /&gt;Tanda itu memang ada pada 'Uzair, lalu percayalah sebagian daripada mereka. Akan tetapi sebagian lagi minta bukti yang lebih nyata, maka mereka berkata kepada 'Uzair, "Bahwa sejak penyerbuan Nebukadnezar ke atas bangsa dan negara Israil dan setelah tentera tersebut membakar kitab suci Taurat, maka tiadalah seorang pun bani Israil yang hafal isi Taurat kecuali 'Uzair saja. Kalau benarlah tuan Uzair, cobalah tuan sebutkan isi Taurat yang betul."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Uzair pun membaca isi Taurat itu satu persatu dengan fasih dan lancar serta tidak salah walaupun sedikit. Mendengarkan itu barulah mereka percaya bahwa sungguh benar itulah 'Uzair. Ketika itu, semua bangsa Israil pun percaya bahwa dialah 'Uzair yang telah mati dan dihidupkan oleh Tuhan. Banyak di antara mereka yang bersalam dan mencium tangan 'Uzair serta meminta nasihat dan panduan daripadanya. Tetapi sebagian daripada kaum Yahudi yang bodoh menganggap 'Uzair sebagai anak Tuhan pula. Maha Suci Allah tidak mempunyai anak seperti 'Uzair maupun Isa karena semua makhluk adalah kepunyaan-Nya belaka. Janganlah kita ragu tentang kekuasaan Allah, maka hendaklah dia fikir siapakah yang menciptakan dirinya itu. Adalah mustahil sesuatu benda itu terjadi dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakan. Kalau masih ada orang yang ragu-ragu tentang kekuasaan Allah, obatnya hanya satu saja, hendaklah dia membaca dan memahami al-Qur'an, ragu terhadap kekuasaan Allah itu hanya datangnya dari syaitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah S.W.T telah meletakkan komputer dalam kepala kita untuk berfikir, oleh itu gunakanlah akal kita untuk berfikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3101356725306411659-5754246821479388842?l=gitaprameswari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/5754246821479388842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/09/pemuda-bernama-uzair.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/5754246821479388842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/5754246821479388842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/09/pemuda-bernama-uzair.html' title='Pemuda Bernama Uzair'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659.post-5519397909411720779</id><published>2009-09-05T20:42:00.003+07:00</published><updated>2009-09-05T20:53:22.682+07:00</updated><title type='text'>Hikmah Berbakti pada Orang Tua</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain seorang nabi, Sulaiman a.s. juga seorang raja terkenal. Atas izin Allah ia berhasil menundukkan Ratu Balqis dengan jin ifrit-Nya. Dia dikenal sebagai manusia bisa berdialog dengan segala binatang. Dikisahkan, Nabi Sulaiman sedang berkelana antara langit dan bumi hingga tiba di satu samudera yang bergelombang besar. Untuk mencegah gelombang, ia cukup memerintahkan angin agar tenang, dan tenang pula samudera itu.&lt;br /&gt;Kemudian Nabi Sulaiman memerintahkan jin Ifrit menyelam ke samudera itu sampai ke dasarnya. DI sana jin Ifrit melihat sebuah kubah dari permata putih yang tanpa lubang, kubah itu diangkatnya ke atas samudera dan ditunjukkannya kepada Nabi Sulaiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kubah tanpa lubang penuh permata dari dasar laut itu Nabi Sulaiman menjadi terlalu heran, "Kubah apakah gerangan ini?" fikirnya. Dengan minta pertolongan Allah, Nabi Sulaiman membuka tutup kubah. Betapa terkejutnya dia begitu melihat seorang pemuda tinggal di dalamnya.&lt;br /&gt;"Siapakah engkau ini? Kelompok jin atau manusia?" tanya Nabi Sulaiman keheranan.&lt;br /&gt;"Aku adalah manusia", jawab pemuda itu perlahan.&lt;br /&gt;"Bagaimana engkau bisa memperoleh karomah semacam ini?" tanya Nabi Sulaiman lagi. Kemudian pemuda itu menceritakan riwayatnya sampai kemudian memperoleh karomah dari Allah bisa tinggal di dalam kubah dan berada di dasar lautan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diceritakan, ibunya dulu sudah tua dan tidak berdaya sehingga dialah yang memapah dan menggendongnya ke mana dia pergi. Si anak selalu berbakti kepada orang tuanya, dan ibunya selalu mendoakan anaknya. Salah satu doanya itu, ibunya selalu mendoakan anaknya diberi rezeki dan perasaan puas diri. Semoga anaknya ditempatkan di suatu tempat yang tidak di dunia dan tidak pula di langit.&lt;br /&gt;"Setelah ibuku wafat aku berkeliling di atas pantai. Dalam perjalanan aku melihat sebuah kubah terbuat dari permata. Aku mendekatinya dan terbukalah pintu kubah itu sehingga aku masuk ke dalamnya." Tutur pemuda itu kepada Nabi Sulaiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Sulaiman yang dikenali bisa berjalan di antara bumi dan langit itu menjadi kagum terhadap pemuda itu.&lt;br /&gt;"Bagaimana engkau bisa hidup di dalam kubah di dasar lautan itu?" tanya Nabi Sulaiman ingin mengetahui lebih lanjut.&lt;br /&gt;"Di dalam kubah itu sendiri, aku tidak tahu di mana berada. Di langitkah atau di udara, tetapi Allah tetap memberi rezeki kepadaku ketika aku tinggal di dalam kubah."&lt;br /&gt;"Bagaimana Allah memberi makan kepadamu?"&lt;br /&gt;"Jika aku merasa lapar, Allah menciptakan pohon di dalam kubah, dan buahnya yang aku makan. Jika aku merasa haus maka keluarlah air yang teramat bersih, lebih putih daripada susu dan lebih manis daripada madu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana engkau mengetahui perbedaan siang dan malam?" tanya Nabi Sulaiman a.s yang merasa semakin heran.&lt;br /&gt;"Bila telah terbit fajar, maka kubah itu menjadi putih, dari situ aku mengetahui kalau hari itu sudah siang. Bila matahari terbenam kubah akan menjadi gelap dan aku mengetahui hari sudah malam." Tuturnya. Selesai menceritakan kisahnya, pemuda itu lalu berdoa kepada Allah, maka pintu kubah itu tertutup kembali, dan pemuda itu tetap tinggal di dalamnya. Itulah keromah bagi seorang pemuda yang berbakti kepada kedua orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3101356725306411659-5519397909411720779?l=gitaprameswari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/5519397909411720779/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/09/hikmah-berbakti-pada-orang-tua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/5519397909411720779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/5519397909411720779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/09/hikmah-berbakti-pada-orang-tua.html' title='Hikmah Berbakti pada Orang Tua'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659.post-4019139183580900660</id><published>2009-09-05T20:12:00.003+07:00</published><updated>2009-09-05T20:41:06.486+07:00</updated><title type='text'>Kisah Bumi dan Langit</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berkata langit, "Hai bumi, aku lebih baik dari kamu karena matahari, bulan, bintang-bintang, beberapa falah, buruj, 'arasy, kursi dan surga ada padaku."&lt;br /&gt;Berkata bumi, "Hai langit, ditempatku ada rumah yang dikunjungi dan untuk bertawaf para nabi, para utusan dan arwah para wali dan solihin (orang-orang yang baik)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi berkata lagi, "Hai langit, sesungguhnya pemimpin para nabi dan utusan bahkan sebagai penutup para nabi dan kekasih Allah seru sekalian alam, seutama-utamanya segala yang wujud serta kepadanya penghormatan yang paling sempurna itu tinggal di tempatku. Dan dia menjalankan syari'atnya juga di tempatku."&lt;br /&gt;Langit tidak dapat berkata apa-apa, apabila bumi berkata demikian. Langit mendiamkan diri dan dia mengadap Allah S.W.T dengan berkata, "Ya Allah, Engkau telah mengabulkan permintaan orang yang tertimpa bahaya, apabila mereka berdoa kepada Engkau. Aku tidak dapat menjawab penjelasan bumi, oleh karena itu aku minta kepada-Mu ya Allah supaya Muhammad Engkau dinaikkan kepadaku (langit) sehingga aku menjadi mulia dengan keagungannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Allah S.W.T mengabulkan permintaan langit, kemudian Allah S.W.T memberi wahyu kepada Jibril A.S pada malam tanggal 27 Rajab, "Janganlah engkau (Jibril) bertasbih pada malam ini dan engkau 'Izrail jangan engkau mencabut nyawa pada malam ini."&lt;br /&gt;Jibril A.S. bertanya, " Ya Allah, apakah kiamat telah sampai?"&lt;br /&gt;Allah S.W.T berfirman, maksudnya, "Tidak, wahai Jibril. Tetapi pergilah engkau ke Surga dan ambillah buraq dan terus pergi kepada Muhammad dengan buraq itu."&lt;br /&gt;Kemudian Jibril A.S. pun pergi dan dia melihat 40,000 buraq sedang bersenang-senang di taman Syurga dan di wajah masing-masing terdapat nama Muhammad. Di antara 40,000 buraq itu, Jibril A.S. terpandang pada seekor buraq yang sedang menangis bercucuran air matanya. Jibril A.S. menghampiri buraq itu lalu bertanya, "Mengapa engkau menangis, ya buraq?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata buraq, "Ya Jibril, sesungguhnya aku telah mendengar nama Muhammad sejak 40 tahun, maka pemilik nama itu telah tertanam dalam hatiku dan aku sesudah itu menjadi rindu kepadanya dan aku tidak mahu makan dan minum lagi. Aku laksana dibakar oleh api kerinduan."&lt;br /&gt;Berkata Jibril A.S., "Aku akan menyampaikan engkau kepada orang yang engkau rindukan itu."&lt;br /&gt;Kemudian Jibril A.S. memakaikan pelana dan kekang kepada buraq itu dan membawanya kepada Nabi Muhammad S.A.W. Wallahu'alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buraq yang diceritakan inilah yang membawa Rasulullah S.A.W dalam perjalanan Isra' dan Mi'raj.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3101356725306411659-4019139183580900660?l=gitaprameswari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/4019139183580900660/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/09/kisah-bumi-dan-langit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/4019139183580900660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/4019139183580900660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/09/kisah-bumi-dan-langit.html' title='Kisah Bumi dan Langit'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659.post-4968543748488490614</id><published>2009-08-26T11:46:00.004+07:00</published><updated>2009-09-05T11:13:49.943+07:00</updated><title type='text'>Lutung Kasarung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqHjzQGgATI/AAAAAAAAAHA/iGJmCzB0rCY/s1600-h/lutung_kasarung1.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 172px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqHjzQGgATI/AAAAAAAAAHA/iGJmCzB0rCY/s200/lutung_kasarung1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377829899692146994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prabu Tapa Agung menunjuk Purbasari, putri bungsunya sebagai pengganti. "Aku sudah terlalu tua, saatnya aku turun tahta," kata Prabu Tapa. Purbasari memiliki kakak yang bernama Purbararang. Ia tidak setuju adiknya diangkat menggantikan Ayah mereka. "Aku putri Sulung, seharusnya ayahanda memilih aku sebagai penggantinya," gerutu Purbararang pada tunangannya yang bernama Indrajaya. Kegeramannya yang sudah memuncak membuatnya mempunyai niat mencelakakan adiknya. Ia menemui seorang nenek sihir untuk memanterai Purbasari. Nenek sihir itu memanterai Purbasari sehingga saat itu juga tiba-tiba kulit Purbasari menjadi bertotol-totol hitam. Purbararang jadi punya alasan untuk mengusir adiknya tersebut. "Orang yang dikutuk seperti dia tidak pantas menjadi seorang Ratu !" ujar Purbararang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia menyuruh seorang Patih untuk mengasingkan Purbasari ke hutan. Sesampai di hutan patih tersebut masih berbaik hati dengan membuatkan sebuah pondok untuk Purbasari. Ia pun menasehati Purbasari, "Tabahlah Tuan Putri. Cobaan ini pasti akan berakhir, Yang Maha Kuasa pasti akan selalu bersama Putri". "Terima kasih paman", ujar Purbasari.&lt;br /&gt;Selama di hutan ia mempunyai banyak teman yaitu hewan-hewan yang selalu baik kepadanya. Diantara hewan tersebut ada seekor kera berbulu hitam yang misterius. Tetapi kera tersebut yang paling perhatian kepada Purbasari. Lutung kasarung selalu menggembirakan Purbasari dengan mengambilkan bunga-bunga yang indah serta buah-buahan bersama teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqHkPBiPARI/AAAAAAAAAHI/8GN6IiTQANY/s1600-h/lutung_kasarung4.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 172px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqHkPBiPARI/AAAAAAAAAHI/8GN6IiTQANY/s200/lutung_kasarung4.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377830376818278674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada saat malam bulan purnama, Lutung Kasarung bersikap aneh. Ia berjalan ke tempat yang sepi lalu bersemedi. Ia sedang memohon sesuatu kepada Dewata. Ini membuktikan bahwa Lutung Kasarung bukan makhluk biasa. Tidak lama kemudian, tanah di dekat Lutung merekah dan terciptalah sebuah telaga kecil, airnya jernih sekali. Airnya mengandung obat yang sangat harum. Keesokan harinya Lutung Kasarung menemui Purbasari dan memintanya untuk mandi di telaga tersebut. "Apa manfaatnya bagiku ?", pikir Purbasari. Tapi ia mau menurutinya. Tak lama setelah ia menceburkan dirinya. Sesuatu terjadi pada kulitnya. Kulitnya menjadi bersih&lt;br /&gt;seperti semula dan ia menjadi cantik kembali. Purbasari sangat terkejut dan gembira ketika ia bercermin di telaga tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di istana, Purbararang memutuskan untuk melihat adiknya di hutan. Ia pergi bersama tunangannya dan para pengawal. Ketika sampai di hutan, ia akhirnya bertemu dengan adiknya dan saling berpandangan. Purbararang tak percaya melihat adiknya kembali seperti semula. Purbararang tidak mau kehilangan muka, ia mengajak Purbasari adu panjang rambut. "Siapa yang paling panjang rambutnya dialah yang menang !", kata Purbararang. Awalnya Purbasari tidak mau, tetapi karena terus didesak ia meladeni kakaknya. Ternyata rambut Purbasari lebih panjang. "Baiklah aku kalah, tapi sekarang ayo kita adu tampan tunangan kita, Ini tunanganku", kata Purbararang sambil mendekat kepada Indrajaya. Purbasari mulai gelisah dan kebingungan. Akhirnya ia melirik serta menarik tangan Lutung Kasarung. Lutung Kasarung melonjak-lonjak seakan-akan menenangkan Purbasari. Purbararang tertawa terbahakbahak, "Jadi monyet itu tunanganmu ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqHk_DJUnCI/AAAAAAAAAHQ/e0QGteh11W0/s1600-h/lutung_kasarung3.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 166px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqHk_DJUnCI/AAAAAAAAAHQ/e0QGteh11W0/s200/lutung_kasarung3.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377831201884380194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu juga Lutung Kasarung segera bersemedi. Tiba-tiba terjadi suatu keajaiban. Lutung Kasarung berubah menjadi seorang Pemuda gagah berwajah sangat tampan, lebih dari Indrajaya. Semua terkejut melihat kejadian itu seraya bersorak gembira. Purbararang akhirnya mengakui kekalahannya dan kesalahannya selama ini. Ia memohon maaf kepada adiknya dan memohon untuk tidak dihukum. Purbasari yang baik hati memaafkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kejadian itu akhirnya mereka semua kembali ke Istana. Purbasari menjadi seorang ratu, didampingi oleh seorang pemuda idamannya. Pemuda yang ternyata selama ini selalu mendampinginya di hutan dalam wujud seekor lutung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.animationbuddy.com/"&gt;&lt;img src="http://www.animationbuddy.com/Animation/Animals/Primates_and_Monkeys/Jumps_and_smiles.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.animationbuddy.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3101356725306411659-4968543748488490614?l=gitaprameswari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/4968543748488490614/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/08/lutung-kasarung.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/4968543748488490614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/4968543748488490614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/08/lutung-kasarung.html' title='Lutung Kasarung'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqHjzQGgATI/AAAAAAAAAHA/iGJmCzB0rCY/s72-c/lutung_kasarung1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659.post-6313180889606249870</id><published>2009-08-26T11:37:00.004+07:00</published><updated>2009-09-05T11:25:47.241+07:00</updated><title type='text'>Karang Bolong</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqHmcWLkgYI/AAAAAAAAAHY/HMGDAgYH370/s1600-h/krgBlg1.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 152px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqHmcWLkgYI/AAAAAAAAAHY/HMGDAgYH370/s200/krgBlg1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377832804721918338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa abad yang lalu tersebutlah Kesultanan Kartasura. Kesultanan sedang dilanda kesedihan yang mendalam karena permaisuri tercinta sedang sakit keras. Pangeran sudah berkali-kali memanggil tabib untuk mengobati sang permaisuri, tapi tak satupun yang dapat&lt;br /&gt;mengobati penyakitnya. Sehingga hari demi hari, tubuh sang permaisuri menjadi kurus kering seperti tulang terbalutkan kulit. Kecemasan melanda rakyat kesultanan Kartasura. Roda pemerintahan menjadi tidak berjalan sebagaimana mestinya. "Hamba sarankan agar Tuanku mencari tempat yang sepi untuk memohon kepada Sang Maha Agung agar mendapat petunjuk guna kesembuhan permaisuri," kata penasehat istana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berapa lama, Pangeran Kartasura melaksanakan tapanya. Godaan-godaan yang dialaminya dapat dilaluinya. Hingga pada suatu malam terdengar suara gaib. "Hentikanlah semedimu. Ambillah bunga karang di Pantai Selatan, dengan bunga karang itulah, permaisuri akan sembuh." Kemudian, Pangeran Kartasura segera pulang ke istana dan menanyakan hal suara gaib tersebut pada penasehatnya. "Pantai selatan itu sangat luas. Namun hamba yakin tempat yang dimaksud suara gaib itu adalah wilayah Karang Bolong, di sana banyak terdapat gua karang yang di dalamnya tumbuh bunga karang," kata penasehat istana dengan yakin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqHm1GBF3WI/AAAAAAAAAHg/SHfbkhXYrnE/s1600-h/krgBlg3.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 155px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqHm1GBF3WI/AAAAAAAAAHg/SHfbkhXYrnE/s200/krgBlg3.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377833229879729506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Keesokannya, Pangeran Kartasura menugaskan Adipati Surti untuk mengambil bunga karang tersebut. Adipati Surti memilih dua orang pengiring setianya yang bernama Sanglar dan Sanglur. Setelah beberapa hari berjalan, akhirnya mereka tiba di karang bolong. Di dalamnya terdapat sebuah gua. Adipati Surti segera melakukan tapanya di dalam gua tersebut. Setelah beberapa hari, Adipati Surti mendengar suara seseorang. "Hentikan semedimu. Aku akan mengabulkan permintaanmu, tapi harus kau penuhi dahulu persyaratanku." Adipati Surti membuka matanya, dan melihat seorang gadis cantik seperti Dewi dari kahyangan di hadapannya. Sang gadis cantik tersebut bernama Suryawati. Ia adalah abdi Nyi Loro Kidul yang menguasai Laut Selatan. Syarat yang diajukan Suryawati, Adipati harus bersedia menetap di Pantai Selatan bersama Suryawati. Setelah lama berpikir, Adipati Surti menyanggupi syarat Suryawati. Tak lama setelah itu, Suryawati mengulurkan tangannya, mengajak Adipati Surti untuk menunjukkan tempat bunga karang. Ketika menerima uluran tangan Suryawati, Adipati Surti merasa raga halusnya saja yang terbang mengikuti Suryawati, sedang raga kasarnya tetap pada posisinya bersemedi. "Itulah bunga karang yang dapat menyembuhkan Permaisuri," kata Suryawati seraya menunjuk pada sarang burung walet. Jika diolah, akan menjadi ramuan yang luar biasa khasiatnya. Adipati Surti segera mengambil sarang burung walet cukup banyak. Setelah itu, ia kembali ke tempat bersemedi. Raga halusnya kembali masuk ke raga kasarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapatkan bunga karang, Adipati Surti mengajak kedua pengiringnya kembali ke Kartasura. Pangeran Kartasura sangat gembira atas keberhasilan Adipati Surti. "Cepat buatkan ramuan obatnya," perintah Pangeran Kartasura pada pada abdinya. Ternyata, setelah beberapa hari meminum ramuan sarang burung walet, Permaisuri menjadi sehat dan segar seperti sedia kala. Suasana Kesultanan Kartasura menjadi ceria kembali. Di tengah kegembiraan tersebut, Adipati Surti teringat janjinya pada Suryawati. Ia tidak mau mengingkari janji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqHnqxarCYI/AAAAAAAAAHo/HOJi6O7JuXU/s1600-h/krgBlg4.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqHnqxarCYI/AAAAAAAAAHo/HOJi6O7JuXU/s200/krgBlg4.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377834152062814594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ia pun mohon diri pada Pangeran Kartasura dengan alasan untuk menjaga dan mendiami karang bolong yang di dalamnya banyak sarang burung walet. Kepergian Adipati Surti diiringi isak tangis para abdi istana, karena Adipati Surti adalah seorang yang baik dan rendah hati. Adipati&lt;br /&gt;Surti mengajak kedua pengiringnya untuk pergi bersamanya. Setelah berpikir beberapa saat, Sanglar dan Sanglur memutuskan untuk ikut bersama Adipati Surti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya di Karang Bolong, mereka membuat sebuah rumah sederhana. Setelah selesai, Adipati Surti bersemedi. Tidak berapa lama, ia memisahkan raga halus dari raga kasarnya. "Aku kembali untuk memenuhi janjiku," kata Adipati Surti, setelah melihat Suryawati berada di hadapannya. Kemudian, Adipati Surti dan Suryawati melangsungkan pernikahan mereka. Mereka hidup bahagia di Karang Bolong. Di sana mereka mendapatkan penghasilan yang tinggi dari hasil sarang burung walet yang semakin hari semakin banyak dicari orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.animationbuddy.com/"&gt;&lt;img src="http://www.animationbuddy.com/Animation/Animals/Ducks_and_Geese/goose_flying.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.animationbuddy.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3101356725306411659-6313180889606249870?l=gitaprameswari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/6313180889606249870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/08/karang-bolong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/6313180889606249870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/6313180889606249870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/08/karang-bolong.html' title='Karang Bolong'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqHmcWLkgYI/AAAAAAAAAHY/HMGDAgYH370/s72-c/krgBlg1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659.post-8886713147593167543</id><published>2009-08-26T11:27:00.004+07:00</published><updated>2009-09-05T20:09:15.005+07:00</updated><title type='text'>Dayang Bandir</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dahulu di propinsi Sumatera Utara terdapat dua kerajaan. Kerajaan itu dikenal dengan nama Kerajaan Timur dan Kerajaan Barat. Pada suatu ketika, raja yang berkuasa di Kerajaan Timur menikah dengan adik perempuan dari raja yang berkuasa di Kerajaan Barat. Beberapa tahun kemudian lahir seorang bayi perempuan yang diberi nama Si Dayang Bandir, tujuh tahun kemudian lahir seorang anak laki-laki yang bernama Sandean Raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqJhZDpp4rI/AAAAAAAAAII/nTXQaC5j8jk/s1600-h/Dayang1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 154px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqJhZDpp4rI/AAAAAAAAAII/nTXQaC5j8jk/s200/Dayang1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377967988138435250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika masih kecil, ayah Si Dayang Bandir dan Sandean Raja meninggal dunia. Dengan meninggalnya raja di Kerajaan Timur, maka tahta Kerajaan Timur menjadi kosong. Berhubung Sandean Raja masih kecil dan belum bisa menggantikan kedudukan ayahnya sebagai raja, maka dalam sidang istana kerajaan menunjuk Paman Kareang untuk mengendalikan pemerintahan kerajaan. Si Dayang Bandir mempunyai akal untuk menyelamatkan benda-benda pusaka agar jangan sampai jatuh ke tangan pamannya yang hanya menggantikan pemerintahan sementara. Hmm.. benda-benda pusaka ini harus kuselamatkan agar jangan sampai jatuh di tangan pamanku, kelak adik Sandean Raja lah yang berhak atas benda-benda pusaka ini, gumam Si Dayang Bandir. Tidak berapa lama, Paman Kareang mengetahui benda-benda pusaka peninggalan raja telah disimpan Si Dayang Bandir. Ia mendesak Si Dayang Bandir agar menyerahkan benda-benda itu. Awas! Kalau benda-benda itu tidak diserahkan padaku, keselamatanmu akan terancam! Itulah ancaman Paman Kareang kepada Si Dayang Bandir. Namun Si Dayang Bandir tetap tidak mau menyerahkan benda-benda pusaka itu. Kekesalan Paman Kareang menyebabkan Si Dayang Bandir dan Sandean Raja dibuang ke hutan. Sesampainya di hutan, Paman Kareang mengikat Si Dayang Bandir di atas sebatang pohon sehingga tidak dapat dijangkau adiknya, Sandean Raja. Sandean Raja menangis tak henti-henti sampai kehabisan air mata. Sandean Raja mencoba membebaskan kakaknya. Tapi ia tidak berhasil memanjat pohon tersebut, setiap mencoba ia pun jatuh. Tubuhny a menjadi tergores dan luka-luka. Biarlah kekejaman paman ini kutanggung sendiri, kata Si Dayang Bandir lemah. Bila kau lapar, makanlah pucuk-pucuk daun yang berada di sekitarmu, ucap Si Dayang Bandir, kepada adiknya yang kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqJh6HiDpnI/AAAAAAAAAIQ/9LBPMK6wo8E/s1600-h/Dayang3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 155px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqJh6HiDpnI/AAAAAAAAAIQ/9LBPMK6wo8E/s200/Dayang3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377968556115994226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa hari terikat di batang pohon, akhirnya Si Dayang Bandir tampak mulai lemas dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir. Begitu kejam pamanku! umpat Sandean Raja. Ia pun hidup seorang diri di hutan selama beberapa tahun hingga ia menjadi seorang pemuda yang gagah perkasa. Selama di hutan, ia selalu ditemani roh Si Dayang Bandir. Ku harap kau segera menghadap Raja Sorma, bisik halus Roh Si Dayang Bandir, kepada Sandean Raja. Raja Sorma adalah adik kandung dari Ibu Sandean Raja. Raja Sorma tidak kejam seperti Paman Kareang yang saat ini sudah menjadi raja di Kerajaan Timur. Sandean Raja berhasil keluar dari hutan dan segera menuju ke wilayah Kerajaan Barat untuk menghadap Raja Sorma. Ampun Sri Baginda Raja Sorma. Hamba adalah Sandean Raja. Putra Mahkota Kerajaan Timur, kata Sandean Raja. Raja Sorma sangat terkejut dengan ucapan Sandean Raja karena ia mendengar bahwa Sandean Raja dan Si Dayang Bandir telah meninggal dunia. Untuk membuktikan bahwa Sandean Raja benar-benar keponakannya, Sandean Raja diuji memindahkan sebatang pohon hidup dari hutan ke Istana. Ujian selanjutnya, Sandean Raja diharuskan menebas sebidang hutan untuk dijadikan perladangan. Pekerjaan itu diselesaikan Sandean Raja dengan baik. Selanjutnya, Sandean Raja diperintahkan untuk membangun istana besar yang disebut Rumah Bolon dan ternyata berhasil dan selesai dalam waktu tiga hari. Raja Sorma belum mau mengakui Sandean Raja sebagai keponakannya sebelum menempuh ujian terakhir. Yaitu, menunjuk seorang puteri raja di antara puluhan gadis di sebuah ruang yang gelap gulita. Sandean Raja merasa khawatir kalau ujian yang terakhir ini ia tidak berhasil. Jangan khawatir, aku akan membantumu, bisik roh Si Dayang Bandir. Akhirnya Sandean Raja berhasil memegang kepala puteri raja yang sedang bersimpuh. Atas keberhasilannya, Sandean Raja diakui sebagai keponakan Raja Sorma dan dinikahkan dengan puterinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqJireVAvQI/AAAAAAAAAIY/fDCCdkhkRNs/s1600-h/Dayang6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 153px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqJireVAvQI/AAAAAAAAAIY/fDCCdkhkRNs/s200/Dayang6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377969404048882946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setahun kemudian, Sandean Raja bersama prajurit Kerajaan Barat menyerang Kerajaan Timur yang dikuasai oleh paman Raja Kareang. Dalam waktu yang tidak lama, Kerajaan Timur berhasil ditaklukkan dan Raja Kareang terbunuh oleh Sandean Raja. Kerajaan Timur akhirnya di&lt;br /&gt;kuasai oleh Sandean Raja. Dan akhirnya Sandean Raja dinobatkan menjadi raja Kerajaan Timur dan hidup bahagia bersama istri dan rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIKMAH :&lt;br /&gt;Untuk membuktikan kebenaran diperlukan ujian yang keras. Hanya orang-orang yang&lt;br /&gt;bersemangat, sabar dan besar hatilah yang dapat melewati ujian seberat apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.animationbuddy.com/"&gt;&lt;img src="http://www.animationbuddy.com/Animation/Animals/Horses/horse_races.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.animationbuddy.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3101356725306411659-8886713147593167543?l=gitaprameswari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/8886713147593167543/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/08/dayang-bandir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/8886713147593167543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/8886713147593167543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/08/dayang-bandir.html' title='Dayang Bandir'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqJhZDpp4rI/AAAAAAAAAII/nTXQaC5j8jk/s72-c/Dayang1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659.post-5287938503242546406</id><published>2009-08-26T11:18:00.004+07:00</published><updated>2009-09-05T22:46:25.746+07:00</updated><title type='text'>Sangkuriang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqKEVIiMbZI/AAAAAAAAAIg/pDG0qyqQhdk/s1600-h/sangkuriang1.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 105px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqKEVIiMbZI/AAAAAAAAAIg/pDG0qyqQhdk/s200/sangkuriang1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378006403636817298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada jaman dahulu, tersebutlah kisah seorang puteri raja di Jawa Barat bernama Dayang Sumbi.&lt;br /&gt;Ia mempunyai seorang anak laki-laki yang diberi nama Sangkuriang. Anak tersebut sangat gemar berburu. Ia berburu dengan ditemani oleh Tumang, anjing kesayangan istana. Sangkuriang tidak tahu, bahwa anjing itu adalah titisan dewa dan juga bapaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari Tumang tidak mau mengikuti perintahnya untuk mengejar hewan buruan. Maka anjing tersebut diusirnya ke dalam hutan. Ketika kembali ke istana, Sangkuriang menceritakan kejadian itu pada ibunya. Bukan main marahnya Dayang Sumbi begitu mendengar&lt;br /&gt;cerita itu. Tanpa sengaja ia memukul kepala Sangkuriang dengan sendok nasi yang dipegangnya.&lt;br /&gt;Sangkuriang terluka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqKFQh2P0dI/AAAAAAAAAIo/pC2JberW9AQ/s1600-h/sangkuriang2.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 98px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqKFQh2P0dI/AAAAAAAAAIo/pC2JberW9AQ/s200/sangkuriang2.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378007424044093906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ia sangat kecewa dan pergi mengembara. Setelah kejadian itu, Dayang Sumbi sangat menyesali dirinya. Ia selalu berdoa dan sangat tekun bertapa. Pada suatu ketika, para dewa memberinya sebuah hadiah. Ia akan selamanya muda dan memiliki kecantikan abadi. Setelah bertahun-tahun mengembara, Sangkuriang akhirnya berniat untuk kembali ke tanah airnya. Sesampainya disana, kerajaan itu sudah berubah total. Disana dijumpainya seorang gadis jelita, yang tak lain adalah Dayang Sumbi. Terpesona oleh kecantikan wanita tersebut maka, Sangkuriang melamarnya. Oleh karena pemuda itu sangat tampan, Dayang Sumbi pun sangat terpesona padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari Sangkuriang minta pamit untuk berburu. Ia minta tolong Dayang Sumbi untuk merapikan ikat kepalanya. Alangkah terkejutnya Dayang Sumbi ketika melihat bekas luka di kepala calon suaminya. Luka itu persis seperti luka anaknya yang telah pergi merantau. Setelah lama diperhatikannya, ternyata wajah pemuda itu sangat mirip dengan wajah anaknya. Ia menjadi sangat ketakutan. Maka kemudian ia mencari daya upaya untuk menggagalkan proses peminangan itu. Ia mengajukan dua buah syarat. Pertama, ia meminta pemuda itu untuk membendung sungai Citarum. Dan kedua, ia minta Sangkuriang untuk membuat sebuah sampan besar untuk menyeberang sungai itu. Kedua syarat itu harus sudah dipenuhi sebelum fajar menyingsing. Malam itu Sangkuriang melakukan tapa. Dengan kesaktiannya ia mengerahkan mahluk-mahluk gaib untuk membantu menyelesaikan pekerjaan itu. Dayang Sumbi&lt;br /&gt;pun diam-diam mengintip pekerjaan tersebut. Begitu pekerjaan itu hampir selesai,&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqKHFv2FO6I/AAAAAAAAAI4/odJ231tT7LI/s1600-h/sangkuriang3.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 98px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqKHFv2FO6I/AAAAAAAAAI4/odJ231tT7LI/s200/sangkuriang3.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378009437846191010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dayang Sumbi memerintahkan pasukannya untuk menggelar kain sutra merah di sebelah timur kota. Ketika menyaksikan warna memerah di timur kota, Sangkuriang mengira hari sudah menjelang pagi. Ia pun menghentikan pekerjaannya. Ia sangat marah oleh karena itu berarti ia tidak dapat memenuhi syarat yang diminta Dayang Sumbi. Dengan kekuatannya, ia menjebol bendungan yang dibuatnya. Terjadilah banjir besar melanda seluruh kota. Ia pun kemudian menendang sampan besar yang dibuatnya. Sampan itu melayang dan jatuh menjadi sebuah gunung yang bernama "Tangkuban Perahu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.animationbuddy.com/"&gt;&lt;img src="http://www.animationbuddy.com/Animation/Animals/Other_Animals/orange_kangaroo.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.animationbuddy.com/"&gt;Adenopets.blogspot.com!&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3101356725306411659-5287938503242546406?l=gitaprameswari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/5287938503242546406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/08/sangkuriang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/5287938503242546406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/5287938503242546406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/08/sangkuriang.html' title='Sangkuriang'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqKEVIiMbZI/AAAAAAAAAIg/pDG0qyqQhdk/s72-c/sangkuriang1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659.post-6252761444408636645</id><published>2009-08-24T13:15:00.003+07:00</published><updated>2009-09-06T13:03:42.424+07:00</updated><title type='text'>Jack dan Pohon Kacang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNQAx-ceDI/AAAAAAAAALA/n-7jLnmHQkY/s1600-h/jack3.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 141px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNQAx-ceDI/AAAAAAAAALA/n-7jLnmHQkY/s200/jack3.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378230354355976242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dahulu, ada seorang ibu dan anak muda yang tinggal di sebuah desa. Anak muda tersebut bernama Jack. Kehidupan mereka tergolong miskin. Harta mereka yang ada hanya seekor sapi, yang lama kelamaan produksi susunya semakin berkurang. Menyadari hal itu, sang ibu pun berencana menjual sapi yang mereka miliki, kemudianuangnya akan dipergunakan untuk membeli gandum. Rencananya, gandum tersebut akan ditanam di ladang dekat rumah mereka&lt;br /&gt;Keesokan harinya, Jack membawa sapi miliknya ke pasar. Di tengah jalan menuju ke pasar,Jack bertemu dengan seorang kakek. Sang kakek menegurnya, "Hai Jack, maukah engkaumenukar sapimu dengan kacang ajaib ini?". "Apa, menukar sebutir kacang dengan sapiku?"&lt;br /&gt;kata Jack terkejut. "Jangan menghina, ya! Ini adalah kacang ajaib. Jika kau menanamnyadan membiarkannya semalam, maka pagi harinya kacang ini akan tumbuh sampai ke langit,kata kakek itu menjelaskan. "Jika begitu baiklah," jawab Jack.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di rumah, Ibu Jack sangat terkejut dan marah. "Benar-benar bodoh kau! Bagaimana mungkin kita hidup hanya dengan sebutir biji kacang?" Saking marahnya, sang Ibu melempar biji kacang tersebut keluar jendela. Tapi apa yang terjadi keesokan harinya? Ternyata ada pohon raksasa yang tumbuh sampai mencapai langit. "Wah, ternyata benar apa yang dikatakan oleh kakek itu, gumam Jack".&lt;br /&gt;Lalu dengan hati-hati ia langsung memanjat pohon raksasa itu. "Aduh, mengapa tidak sampai juga ke ujung pohon ya?" kata Jack dalam hati. Tidak berapa lama kemudian, Jack melihat ke bawah. Ia melihat rumah-rumah menjadi sangat kecil. Akhirnya Jack sampai ke awan. Di sana ia bisa melihat sebuah istana raksasa yang mengerikan.&lt;br /&gt;"Aku haus dan lapar, mungkin di istana itu aku menemukan makanan," gumam Jack.Sesampainya di depan pintu istana, ia mengetuknya dengan keras. "Kriek..." pintu yang besar itu terbuka. Ketika ia menengadah, muncul seorang wanita yang besar. "Ada apanak?", kata wanita itu. "Selamat pagi, saya haus dan lapar, bolehkah saya minta sedikitmakanan?" Wah, kau anak yang sopan sekali. Masuklah!Makan di dalam saja, ya!" kata wanita itu ramah.&lt;br /&gt;Ketika sedang makan, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang keras, Duk Duk! Ternyatasuami wanita itu yang datang. Ia adalah Raksasa Pemakan Manusia. Dengan cepat wanita itu berkata pada Jack. "Nak, cepatlah sembunyi! Suamiku dating." "Huaaa!. Aku pulang. Cepat siapkan makan!" teriak raksasa itu. Jack menahan nafas di dalam tungku.&lt;br /&gt;Raksasa itu tiba-tiba mencium bau manusia. Lalu ia mengintip ke dalam tungku. Cepat-cepat istrinya berkata,"Itu bau manusia yang kita bakar kemarin. Sudahlah tenang saja. Ini makanannya sudah siap."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah makan, raksasa mengeluarkan pundi-pundi yang berisi uang emas curiannya, sambil meminum minuman keras. Lalu ia mulai menghitung Tak berapa lama ia mabuk dan akhirnyatertidur. Melihat hal itu, Jack segera keluar dari persembunyiannya. Sebelum pulang, iamengambil uang emas hasil curian si raksasa itu sambil berjalan mengendap-endap.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNQTdWk_iI/AAAAAAAAALI/j1rCndIAADo/s1600-h/jack11.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 142px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNQTdWk_iI/AAAAAAAAALI/j1rCndIAADo/s200/jack11.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378230675237568034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jack terus menuruni pohon kacang dan akhirnya sampai di rumah. "Ibu! lihatlah emas ini. Mulai sekarang kita jadi orang kaya." "Tak mungkin kau mendapat uang sebanyak ini dengan mudah. Apa yang kamu lakukan?" Lalu Jack menceritakan semua kejadian pada ibunya. "Kau terlalu berani Jack! Bagaimana jika raksasa itu datang untuk mengambilnya kembali," kata ibunya dengan kuatir. Semenjak mendapatkan uang emas, tiap harinya Jack hanya bersantai-santai saja dengan uang curiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berapa lama, uang hasil curiannya pun habis. Jack kembali memanjat pohon kacang,untuk menuju ke istana. "Eh kau datang lagi. Ada apa?" kata istri raksasa itu. "Selamat siangBu. Karena saya belum makan dari pagi, perutku jadi lapar sekali." Ibu yang baik itu diamsaja, tapi ia tetap memberi Jack makan siang. Tiba-tiba. Duk Duk Duk! Terdengar suara langkah kaki raksasa. Seperti dulu, Jack kembali bersembunyi di tungku.&lt;br /&gt;Setelah masuk ke rumahnya, raksasa itu makan dengan lahapnya. Setelah itu ia meletakkanayam hasil curiannya ke atas meja sambil berkata, "Ayam, keluarkan telur emasmu." Laluayam itu berkokok, "kukuruyuuk.," ia mengeluarkan sebutir telur emas. Raksasa merasapuas, ia minum sake sampai akhirnya tertidur. "Telur emas? Wah hebat!" pikir Jack. Diam-diam ia menangkap ayam itu dan cepat-cepat lari pulang ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ayam petelur emasnya, Jack kembali bersantai-santai saja. "Daripaada kau mencuri, lebih baik bekerja di ladang saja", kata Ibu Jack. Karena tiap hari ayam itu mengeluarkantelur lebih dari seharusnya, ayam itupun mati. Jack kembali lagi ke istana raksasa itu. Danlagi-lagi ia bersembunyi di tungku, ketika raksasa laki-laki pulang sambil membawa harpa. Sambil minum sake, raksasa berkata," Hai harpa, mainkan sebuah melodi yang indah."Keajaiban pun terjadi, harpa itu memainkan sendiri sebuah melodi indah. Lagu itu membuatsang raksasa tertidur.&lt;br /&gt;Jack mempunyai niat mencuri harpa itu. Ia pun mengulurkan tangannya, tapi "Tuan, ada pencuri!" tiba-tiba harpa itu berteriak. Raksasa itu pun terbangun. Ia segera mengejar Jackyang berlari sambil membawa harpa milik raksasa itu. Raksasa terus mengejar, menurunipohon kacang. Ketika hampir sampai di bawah, Jack berteriak dengan suara kera. "Ibuu!. Ambilkan kapak dari gudang! cepat! cepat! Betapa terkejutnya sang Ibu melihat sosokraksasa yang datang mengejar Jack, ia gemetar karena amat takut. Begitu turun dari pohon,Jack segera menebang pohon kacang itu dengan kapaknya.&lt;br /&gt;Dengan suara yang keras, pohon kacang rubuh. Raksasa itu pun jatuh ke tanah, dan mati.Ibu sangat lega melihat Jack selamat. Sambil mengangis ia berkata : "Jack, jangan lagi kaumelakukan hal yang menyeramkan seperti ini. Betapapun miskinnya kita bekerjalah dengan sungguh-sungguh. Dengan bersyukur kepada Tuhan, pasti kita berdua akan hidup denganbaik." "Maafkan saya Ibu, mulai sekarang saya akan bekerja dengan sungguh-sungguh, kata Jack pada Ibunya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu, Jack bekerja dengan rajin setiap harinya. Di sebelahnya, harpa memainkan melodi-melodi indah yang menambah semangat kerja Jack. Cerita tentang harpa ajaib telah menyebar ke seluruh pelosok negeri. Pada suatu hari, seorang putri cantik datang mengunjungi Jack. Tidak seperti biasanya, harpa memainkan sebuah melodi indah yang membuat sang Putri terpesona. Lalu harpa bernyanyi : "Kalau Putri dan Jack menikah, akan berbahagia." Mendengar lagu itu, pipi sang Putri memerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Jack menikah dengan Putri yang cantik tersebut berkat bantuan harpanya. Sejaksaat itu Jack menjadi seorang raja yang suka menolong orang-orang yang kesusahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.e-smartschool.com/cra/003/CRA0030013.asp&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.animationbuddy.com/"&gt;&lt;img src="http://www.animationbuddy.com/Animation/Animals/Barn_Animals/Cow.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.animationbuddy.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3101356725306411659-6252761444408636645?l=gitaprameswari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/6252761444408636645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/08/jack-dan-pohon-kacang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/6252761444408636645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/6252761444408636645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/08/jack-dan-pohon-kacang.html' title='Jack dan Pohon Kacang'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNQAx-ceDI/AAAAAAAAALA/n-7jLnmHQkY/s72-c/jack3.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659.post-3140539311466766600</id><published>2009-08-24T13:10:00.005+07:00</published><updated>2009-09-06T12:57:31.517+07:00</updated><title type='text'>Alibaba dan 40 Penyamun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNOAU3MdzI/AAAAAAAAAKw/iOrYPa4g3ro/s1600-h/Alibaba1.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 141px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNOAU3MdzI/AAAAAAAAAKw/iOrYPa4g3ro/s200/Alibaba1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378228147517683506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dahulu kala, dikota Persia, hidup 2 orang bersaudara yang bernama Kasim dan Alibaba.Alibaba adalah adik Kasim yang hidupnya miskin dan tinggal di daerah pegunungan. Iamengandalkan hidupnya dari penjualan kayu bakar yang dikumpulkannya. Berbeda dengan abangnya, Kasim, seorang yang kaya raya tetapi serakah dan tidak pernah mau memikirkankehidupan adiknya.&lt;br /&gt;Suatu hari, ketika Alibaba pulang dari mengumpulkan kayu bakar, ia melihat segerombolpenyamun yang berkuda. Alibaba segera bersembunyi karena takut jika ia terlihat, ia akan dibunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tempat persembunyiannya, Alibaba memperhatikan para penyamun yang sedang sibuk menurunkan harta rampokannya dari kuda mereka. Kepala penyamun tiba-tiba berteriak, "Alakazam ! Buka!..". Pintu gua yang ada di depan mereka terbuka perlahan-lahan. Setelah itu mereka segera memasukkan seluruh harta rampokan mereka. "Alakazam ! tutup! " teriak kepala penyamun, pintu gua pun tertutup.&lt;br /&gt;Setelah para penyamun pergi, Alibaba memberanikan diri keluar dari tempat sembunyinya. Iamendekati pintu gua tersebut dan meniru teriakan kepala penyamun tadi.&lt;br /&gt;"Alakazam! Buka!.." pintu gua yang terbuat dari batu itu terbuka. "Wah! Hebat!" teriak Alibaba sambil terpana sebentar karena melihat harta yang bertumpuk-tumpuk seperti gunung. "Gunungan harta ini akan Aku ambil sedikit, semoga aku tak miskin lagi, dan aku akanmembantu tetanggaku yang kesusahan". Setelah mengarungkan harta dan emas tersebut, Alibaba segera pulang setelah sebelumnya menutup pintu gua.&lt;br /&gt;Istri Alibaba sangat terkejut melihat barang yang dibawa Alibaba. Alibaba kemudian berceritapada istrinya apa yang baru saja dialaminya. "Uang ini sangat banyak! bagaimana jika kitabagikan kepada orang-orang yang kesusahan.." ujar istri Alibaba. Karena terlalu banyak,uang emas tersebut tidak dapat dihitung Alibaba dan istrinya. Akhirnya mereka sepakat untukmeminjam kendi sebagai timbangan uang emas kepada saudaranya, Kasim. Istri Alibabasegera pergi meminjam kendi kepada istri Kasim. Istri Kasim, seorang yang pencuriga,sehingga ketika ia memberikan kendinya, ia mengoleskan minyak yang sangat lengket didasar kendi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokannnya, setelah kendi dikembalikan, ternyata di dasar kendi ada sesuatu yangberkilau. Istri Kasim segera memanggil suaminya dan memberitahu suaminya bahwa didasar kendi ada uang emas yang melekat. Kasim segera pergi ke rumah Alibaba untukmenanyakan hal tersebut. Setelah semuanya diceritakan Alibaba, Kasim segera kembali kerumahnya untuk mempersiapkan kuda-kudanya. Ia pergi ke gua harta dengan membawa 20 ekor keledai. Setibanya di depan gua, ia berteriak "Alakazam! Buka!", pintu batu guabergerak terbuka. Kasim segera masuk dan langsung mengarungkan emas dan harta yangada di alam gua sebanyak-banyaknya. Ketika ia hendak keluar, Kasim lupa mantra untukmembuka pintu, ia berteriak apa saja dan mulai ketakutan.&lt;br /&gt;Tiba-tiba pintu gua bergerak, Kasim merasa lega. Tapi ketika ia mau keluar, para penyamun sudah berada di luar, mereka sama-sama terkejut. "Hei maling! Tangkap dia, bunuh!" teriak kepala penyamun. "Tolong! saya jangan dibunuh", mohon Kasim. Para penyamun yang kejam tidak memberi ampun kepada Kasim. Ia segera dibunuh.&lt;br /&gt;Istri Kasim yang menunggu di rumah mulai kuatir karena sudah seharian Kasim tidak kunjungpulang. Akhirnya ia meminta bantuan Alibaba untuk menyusul saudaranya tersebut. Alibaba segera pergi ke gua harta. Disana ia sangat terkejut karena mendapati tubuh kakaknya&lt;br /&gt;sudah terpotong. Setibanya dirumah, istri Kasim menangis sejadi-jadinya. Untuk membantu kakak iparnya itu Alibaba memberikan sekantunguang emas kepadanya. Istri Kasim segera berhenti menangis dan tersenyum, ia sudah lupa akan nasib suaminya yang malang. Alibabamembawa tubuh Kasim ke tukang sepatu untuk menjahitnya kembali seperti semula. Setelahselesai, Alibaba memberikan upah beberapa uang emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilain tempat, di gua harta, para penyamun terkejut, karena mayat Kasim sudah tidak adalagi. "Tak salah lagi, pasti ada orang lain yang tahu tentang rahasia gua ini, ayo kita cari danbunuh dia!" kata sang kepala penyamun. Merekapun mulai berkeliling pelosok kota. Ketika bertemu dengan seorang tukang sepatu, mereka bertanya, "Apakah akhir-akhir ini ada orang yang kaya mendadak ?". "Akulah orang itu, karena setelah menjahit mayat yang terpotong,aku menjadi orang kaya". "Apa! Mayat! Siapa yangmemintamu melakukan itu?" Tanya mereka. "Tolong antarkan kami padanya!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menerima uang dari penyamun, tukang sepatu mengantar mereka ke rumah Alibaba. Si penyamun segera memberi tanda silang dipintu rumah Alibaba. "Aku akan melaporkan pada ketua, dan nanti malam kami akan datang untuk membunuhnya," kata si penyamun. Tetangga Alibaba, Morijana yang baru pulang berbelanja melihat dan mendengar percakapan para penyamun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNOb_Y3iLI/AAAAAAAAAK4/OXzBYJ59pGU/s1600-h/Alibaba5.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 184px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNOb_Y3iLI/AAAAAAAAAK4/OXzBYJ59pGU/s200/Alibaba5.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378228622789675186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Malam harinya, Alibaba didatangi seorang penyamun yang menyamar menjadi seorangpedagang minyak yang kemalaman dan memohon untuk menginap sehari di rumahnya.Alibaba yang baik hati mempersilakan tamunya masuk dan memperlakukannya dengan baik.Ia tidak mengenali wajah si kepala penyamun. Morijana, tetangga Alibaba yang sedangberada di luar rumah, melihat dan mengenali wajah penyamun tersebut.&lt;br /&gt;Ia berpikir keras bagaimana cara untuk memberitahu Alibaba. Akhirnya ia mempunyai ide, dengan menyamar sebagai seorang penari. Ia pergi ke rumah Alibaba untuk menari. Ketika Alibaba, istri dan tamunya sedang menonton tarian, Morijana dengan cepat melemparkan pedang kecil yang sengaja diselipkannya di bajunya ke dada tamu Alibaba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alibaba dan istrinya sangat terkejut, sebelum Alibaba bertanya, Morijana membukasamarannya dan segera menceritakan semua yang telah dilihat dan didengarnya. "Morijana,engkau telah menyelamatkan nyawa kami, terima kasih". Setelah semuanya berlalu, Alibaba membagikan uang peninggalan para penyamun kepada orang-orang miskin dan yang sangat memerlukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.e-smartschool.com/cra/003/CRA0030006.asp&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.animationbuddy.com/"&gt;&lt;img src="http://www.animationbuddy.com/Animation/Animals/Birds/bird_loses_feathers.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.animationbuddy.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3101356725306411659-3140539311466766600?l=gitaprameswari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/3140539311466766600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/08/alibaba-dan-40-penyamun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/3140539311466766600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/3140539311466766600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/08/alibaba-dan-40-penyamun.html' title='Alibaba dan 40 Penyamun'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNOAU3MdzI/AAAAAAAAAKw/iOrYPa4g3ro/s72-c/Alibaba1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659.post-7660599259229983462</id><published>2009-08-24T13:05:00.002+07:00</published><updated>2009-09-06T12:49:40.676+07:00</updated><title type='text'>Gonbe dan 100 Itik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNLtUobJOI/AAAAAAAAAKY/2FM0TRZFknM/s1600-h/Gonbe1.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 145px; height: 127px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNLtUobJOI/AAAAAAAAAKY/2FM0TRZFknM/s200/Gonbe1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378225622014960866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sebuah desa, tinggal seorang ayah dengan anak laki-lakinya yang bernama Gonbe. Mereka hidup dari berburu itik. Setiap berburu, ayah Gonbe hanya menembak satu ekor itiksaja. Melihat hal tersebut Gonbe bertanya pada ayahnya, "Kenapa kita hanya menembaksatu ekor saja Yah?", "Karena kalau kita membunuh semua itik, nanti itik tersebut akan habisdan tidak bisa berkembang biak, selain itu kalau kita membunuh itik sembarangan kita bisamendapat hukuman."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan kemudian, ayah Gonbe jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia. Sejak saat itu, Gonbe berburu itik sendirian dan menjualnya. Lama kelamaan, Gonbe bosan denganpekerjaannya, ia mendapatkan sebuah ide. Keesokan hariya, Gonbe datang ke danau yangsudah menjadi es. Ia menebarkan makanan yang sangat banyak untuk itik-itik.&lt;br /&gt;Tak berapa lama, itik-itik mulai berdatangan dan memakan makanan yang tersebar. Karena kekenyangan, mereka tertidur. Gonbe segera mengikat itik-itik menjadi satu. Ia mengikat 100 itik sekaligus. Ketika itik ke seratus akan di ikatnya, tiba-tiba itik-itik tersebut terbangun dan segera terbang. Gonbe yang takut kehilangan tangkapannya, segera memegang tali yang diikatkannya ke itik tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena banyaknya itik yang diikat, Gonbe terangkat dan terbawa ke atas. Gonbe terusterbang terbawa melewati awan. Di awan tersebut Ayah dan anak halilintar sedang tidurdengan nyenyak. "Dugg!", kaki Gonbe tersandung badan ayah halilintar. Ayah halilintarterbangun sambil marah-marah, ia segera mengeluarkan halilintarnya yang kemudianmenyambar tali-tali yang mengikat itik-itik itu."&lt;br /&gt;Gonbe jatuh ke dalam laut! Ia jatuh tepat di atas kepala Naga laut yang berada diKerajaannya. Naga laut menjadi marah dan mulai memutar-mutar ekornya, lalu memukulkannya ke Gonbe. Gonbe terbang lagi dari dalam laut. Akhirnya Gonbe jatuh ke tanah dengan kecepatan tinggi.&lt;br /&gt;Akhirnya Gonbe jatuh ke atap jerami rumah seorang pembuat payung. "Kamu tidak apa-apa?", Tanya si pembuat payung sambil menolong Gonbe. "Maaf atap anda jadi rusak. Berilah pekerjaan pada saya untuk mengganti kerugian anda". "Kebetulan, aku memang sedang kekurangan tenaga pembantu", kata pembuat payung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNMyfNZDbI/AAAAAAAAAKo/gIUg3aCsCDE/s1600-h/Gonbe3.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 175px; height: 168px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNMyfNZDbI/AAAAAAAAAKo/gIUg3aCsCDE/s200/Gonbe3.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378226810265341362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu Gonbe menjadi rajin membuat payung. Suatu hari, ketika sedang mengeringkan payung di halaman, datang angin yang sangat kencang. Karena takut payungnya terbang, Gonbe segera menangkap payung tersebut. Tetapi payung tersebut terus naik ke atas bersama Gonbe. Dengan tangan gemetaran Gonbe terus memegang payung sambil terus terbang dengan payungnya hingga melewati beberapa kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Payung tersebut akhirnya robek karena tersangkut menara dan pohon-pohon. Gonbe pun jatuh. Untungnya ia jatuh tepat di sebuah danau. Gonbe merasa lega. Tidak berapa lamatiba-tiba kepala Gonbe di patuk oleh sekawanan hewan. "Lho ini kan itik-itik yang aku ikat dengan tali. Ternyata benar ya, kita tidak boleh serakah menangkap sekaligus banyak."Akhirnya Gonbe melepaskan tali-tali yang mengikat kaki-kaki itik tersebut dan membiarkan mereka terbang dengan bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.e-smartschool.com/cra/003/CRA0030011.asp&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.animationbuddy.com/"&gt;&lt;img src="http://www.animationbuddy.com/Animation/Animals/Rabbits/Brown_bunny.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.animationbuddy.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3101356725306411659-7660599259229983462?l=gitaprameswari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/7660599259229983462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/08/gonbe-dan-100-itik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/7660599259229983462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/7660599259229983462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/08/gonbe-dan-100-itik.html' title='Gonbe dan 100 Itik'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNLtUobJOI/AAAAAAAAAKY/2FM0TRZFknM/s72-c/Gonbe1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659.post-6581923780981820811</id><published>2009-08-24T12:55:00.003+07:00</published><updated>2009-09-06T12:38:00.969+07:00</updated><title type='text'>Saudagar Jerami</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNJTrgN2lI/AAAAAAAAAKI/mZfheZPn788/s1600-h/SaudagarJerami1.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 139px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNJTrgN2lI/AAAAAAAAAKI/mZfheZPn788/s200/SaudagarJerami1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378222982454696530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dahulu kala, ada seorang pemuda miskin yang bernama Taro. Ia bekerja untuk ladang orang lain dan tinggal di lumbung rumah majikannya. Suatu hari, Taro pergi ke kuil untuk berdoa. "Wahai, Dewa Rahmat! Aku telah bekerja dengan sungguh-sungguh, tapi kehidupanku tidak berkercukupan". "Tolonglah aku agar hidup senang". Sejak saat itu setiap selesai bekerja, Taro&lt;br /&gt;Keesokan harinya ketika keluar dari pintu gerbang kuil, Taro jatuh terjerembab. Ketika sadar ia sedang menggenggam sebatang jerami. "Oh, jadi yang dimaksud Dewa adalah jerami, ya? Apa jerami ini akan mendatangkan kebahagiaan?", pikir Taro. Walaupun agak kecewa dengan benda yang didapatkannya Taro lalu berjalan sambil membawa jerami. Di tengah jalan ia menangkap dan mengikatkan seekor lalat besar yang terbang dengan ributnya mengelilingi Taro di jeraminya. Lalat tersebut terbang berputar-putar pada jerami yang sudah diikatkan pada sebatang ranting. "Wah menarik ya", ujar Taro. Saat itu lewat kereta yang diikuti para pengawal. Di dalam kereta itu, seorang anak sedang duduk sambil memperhatikan lalat Taro."Aku ingin mainan itu." Seorang pengawal dating menghampiri Taro dan meminta mainan itu. "Silakan ambil", ujar Taro. Ibu anak tersebut memberikan tiga buah jeruk sebagai rasa terima kasihnya kepada Taro. "Wah, sebatang jerami bisa menjadi tiga buah jeruk", ujar Taro dalam hati. Ketika meneruskan perjalanannya, terlihat seorang wanita yang sedang beristirahat dan sangat kehausan. "Maaf, adakah tempat di dekat sini mata air ?", tanya wanita tadi. "Ada di kuil,tetapi jaraknya masih jauh dari sini, kalau anda haus, ini kuberikan jerukku", kata Taro sambil memberikan jeruknya kepada wanita itu. "Terima kasih, berkat engkau, aku menjadi sehatdan segar kembali". Terimalah kain tenun ini sebagai rasa terima kasih kami, ujar suamiwanita itu. Dengan perasaan gembira, Taro berjalan sambil membawa kain itu. Tak lamakemudian, lewat seorang samurai dengan kudanya. Ketika dekat Taro, kuda samurai ituterjatuh dan tidak mampu bergerak lagi. "Aduh, padahal kita sedang terburu-buru." Para pengawal berembuk, apa yang harus dilakukan terhadap kuda itu. Melihat keadaan itu, Taromenawarkan diri untuk mengurus kuda itu. Sebagai gantinya Taro memberikan segulungkain tenun yang ia dapatkan kepada para pengawal samurai itu. Taro mengambil air darisungai dan segera meminumkannya kepada kuda itu. Kemudian dengan sangat gembira,Taro membawa kuda yang sudah sehat itu sambil membawa 2 gulung kain yang tersisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hari menjelang malam, Taro pergi ke rumah seorang petani untuk meminta makanan ternak untuk kuda, dan sebagai gantinya ia memberikan segulung kain yang dimilikinya. Petani itu memandangi kain tenun yang indah itu, dan merasa amat senang. Sebagai ucapan terima kasih petani itu menjamu Taro makan malam dan mempersilakannya menginap di rumahnya. Esok harinya, Taro mohon diri kepada petani itu dan melanjutkan perjalanan dengan menunggang kudanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNJyO68x7I/AAAAAAAAAKQ/1WHslDso84M/s1600-h/SaudagarJerami5.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 195px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNJyO68x7I/AAAAAAAAAKQ/1WHslDso84M/s200/SaudagarJerami5.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378223507358140338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba di depan sebuah rumah besar, orang-orang tampak sangat sibuk memindahkan barang-barang. "Kalau ada kuda tentu sangat bermanfaat," pikir Taro. Kemudian taro masukke halaman rumah dan bertanya apakah mereka membutuhkan kuda. Sang pemilik rumahberkata, "Wah kuda yang bagus. Aku menginginkannya, tetapi aku saat ini tidak mempunyaiuang. Bagaimanan kalau ku ganti dengan sawahku ?". "Baik, uang kalau dipakai segerahabis, tetapi sawah bila digarap akan menghasilkan beras, Silakan kalau mau ditukar", kataTaro. "Bijaksana sekali kau anak muda. Bagaimana jika selama aku pergi ke negeri yang jauh, kau tinggal disini untuk menjaganya ?", Tanya si pemilik rumah. "Baik, Terima kasih Tuan". Sejak saat itu taro menjaga rumah itu sambil bekerja membersihkan rerumputan dan menggarapsawah yang didapatkannya. Ketika musim gugur tiba, Taro memanen padinya yang sangat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin lama Taro semakin kaya. Karena kekayaannya berawal dari sebatang jerami, ia diberi julukan "Saudagar Jerami". Para tetangganya yang kaya datang kepada Taro dan meminta agar putri mereka dijadikan istri oleh Taro. Tetapi akhirnya, Taro menikah dengan seorang gadis dari desa tempat ia dilahirkan. Istrinya bekerja dengan rajin membantu Taro. Merekapun dikaruniai seorang anak yanglucu. Waktu terus berjalan, tetapi Si pemilik rumah tidak pernah kembali lagi. Dengan demikian, Taro hidup bahagia bersama keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.e-smartschool.com/cra/003/CRA0030007.asp&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.animationbuddy.com/"&gt;&lt;img src="http://www.animationbuddy.com/Animation/Animals/Rabbits/Bunny_carrot.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.animationbuddy.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3101356725306411659-6581923780981820811?l=gitaprameswari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/6581923780981820811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/08/saudagar-jerami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/6581923780981820811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/6581923780981820811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/08/saudagar-jerami.html' title='Saudagar Jerami'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNJTrgN2lI/AAAAAAAAAKI/mZfheZPn788/s72-c/SaudagarJerami1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659.post-2066247053422647395</id><published>2009-08-24T12:32:00.003+07:00</published><updated>2009-09-05T23:23:44.163+07:00</updated><title type='text'>Loro Jongrang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqKPKACU5gI/AAAAAAAAAJw/av6JFnnjoXI/s1600-h/LoroJonggrang2.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 149px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqKPKACU5gI/AAAAAAAAAJw/av6JFnnjoXI/s200/LoroJonggrang2.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378018307005015554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alkisah, pada dahulu kala terdapat sebuah kerajaan besar yang bernama Prambanan. Rakyatnya hidup tenteran dan damai. Tetapi, apa yang terjadi kemudian? Kerajaan Prambanan diserang dan dijajah oleh negeri Pengging. Ketentraman Kerajaan Prambanan menjadi terusik. Para tentara tidak mampu menghadapi serangan pasukan Pengging. Akhirnya, kerajaan Prambanan dikuasai oleh Pengging, dan dipimpin oleh Bandung  Bondowoso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung Bondowoso seorang yang suka memerintah dengan kejam. "Siapapun yang tidak menuruti perintahku, akan dijatuhi hukuman berat!", ujar Bandung Bondowoso pada rakyatnya. Bandung Bondowoso adalah seorang yang sakti dan mempunyai pasukan jin. Tidak berapa lama berkuasa, Bandung Bondowoso suka mengamati gerak-gerik Loro Jonggrang, putri Raja Prambanan yang cantik jelita. "Cantik nian putri itu. Aku ingin dia menjadi permaisuriku," pikir Bandung Bondowoso. Esok harinya, Bondowoso mendekati Loro Jonggrang. "Kamu cantik sekali, maukah kau menjadi permaisuriku ?", Tanya Bandung Bondowoso kepada Loro Jonggrang. Loro Jonggrang tersentak, mendengar pertanyaan Bondowoso. "Laki-laki ini lancang sekali, belum kenal denganku langsung menginginkanku menjadi permaisurinya", ujar Loro Jongrang dalam hati. "Apa yang harus aku lakukan ?". Loro Jonggrang menjadi kebingungan. Pikirannya berputar-putar. Jika ia menolak, maka Bandung Bondowoso akan marah besar dan membahayakan keluarganya serta rakyat Prambanan. Untuk mengiyakannya pun tidak mungkin, karena Loro Jonggrang memang tidak suka dengan Bandung Bondowoso. "Bagaimana, Loro Jonggrang ?" desak Bondowoso. Akhirnya Loro Jonggrang mendapatkan ide. "Saya bersedia menjadi istri Tuan, tetapi ada syaratnya," Katanya. "Apa syaratnya? Ingin harta yang berlimpah? Atau Istana yang megah?". "Bukan itu, tuanku, kata Loro Jonggrang. Saya minta dibuatkan candi, jumlahnya harus seribu buah. "Seribu buah?" teriak Bondowoso. "Ya, dan candi itu harus selesai dalam waktu semalam." Bandung Bondowoso menatap Loro Jonggrang, bibirnya bergetar menahan amarah. Sejak saat itu Bandung Bondowoso berpikir bagaimana caranya membuat 1000 candi. Akhirnya ia bertanya kepada penasehatnya. "Saya percaya tuanku bisa membuat candi tersebut dengan bantuan Jin!", kata penasehat. "Ya, benar juga usulmu, siapkan peralatan yang kubutuhkan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqKPncbxJ6I/AAAAAAAAAJ4/fCotGk31BXU/s1600-h/LoroJonggrang3.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 147px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqKPncbxJ6I/AAAAAAAAAJ4/fCotGk31BXU/s200/LoroJonggrang3.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378018812844124066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah perlengkapan di siapkan. Bandung Bondowoso berdiri di depan altar batu. Kedua lengannya dibentangkan lebar-lebar. "Pasukan jin, Bantulah aku!" teriaknya dengan suara menggelegar. Tak lama kemudian, langit menjadi gelap. Angin menderu-deru. Sesaat kemudian, pasukan jin sudah mengerumuni Bandung Bondowoso. "Apa yang harus kami lakukan Tuan ?", tanya pemimpin jin. "Bantu aku membangun seribu candi," pinta Bandung Bondowoso. Para jin segera bergerak ke sana kemari, melaksanakan tugas masing-masing. Dalam waktu singkat bangunan candi sudah tersusun hampir mencapai seribu buah. Sementara itu, diam-diam Loro Jonggrang mengamati dari kejauhan. Ia cemas,  mengetahui Bondowoso dibantu oleh pasukan jin. "Wah, bagaimana ini?", ujar Loro Jonggrang dalam hati. Ia mencari akal. Para dayang kerajaan disuruhnya berkumpul dan ditugaskan mengumpulkan jerami. "Cepat bakar semua jerami itu!" perintah Loro Jonggrang. Sebagian dayang lainnya disuruhnya menumbuk lesung. Dung... dung...dung! Semburat warna merah memancar ke langit dengan diiringi suara hiruk pikuk, sehingga mirip seperti fajar yang menyingsing. Pasukan jin mengira fajar sudah menyingsing. "Wah, matahari akan terbit!" seru jin. "Kita harus segera pergi sebelum tubuh kita dihanguskan matahari," sambung jin yang lain. Para jin tersebut berhamburan pergi meninggalkan tempat itu. Bandung Bondowoso sempat heran melihat kepanikan pasukan jin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqKQK8Jz92I/AAAAAAAAAKA/bJr-SL6bgrI/s1600-h/LoroJonggrang.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 158px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqKQK8Jz92I/AAAAAAAAAKA/bJr-SL6bgrI/s200/LoroJonggrang.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378019422654166882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Paginya, Bandung Bondowoso mengajak Loro Jonggrang ke tempat candi. "Candi yang kau minta sudah berdiri!". Loro Jonggrang segera menghitung jumlah candi itu. Ternyata jumlahnya hanya 999 buah!. "Jumlahnya kurang satu!" seru Loro Jonggrang. "Berarti tuan telah gagal memenuhi syarat yang saya ajukan". Bandung Bondowoso terkejut mengetahui kekurangan itu. Ia menjadi sangat murka. "Tidak mungkin...", kata Bondowoso sambil menatap tajam pada Loro Jonggrang.&lt;br /&gt;"Kalau begitu kau saja yang melengkapinya!" katanya sambil mengarahkan jarinya pada Loro Jonggrang. Ajaib! Loro Jonggrang langsung berubah menjadi patung batu. Sampai saat ini candi-candi tersebut masih ada dan terletak di wilayah Prambanan, Jawa Tengah dan disebut Candi Loro Jonggrang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.animationbuddy.com/"&gt;&lt;img src="http://www.animationbuddy.com/Animation/Animals/Cats/dog_and_cat_2.gif" alt="Click to get cool Animations for your MySpace profile" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.animationbuddy.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3101356725306411659-2066247053422647395?l=gitaprameswari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/2066247053422647395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/08/loro-jongrang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/2066247053422647395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/2066247053422647395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/08/loro-jongrang.html' title='Loro Jongrang'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqKPKACU5gI/AAAAAAAAAJw/av6JFnnjoXI/s72-c/LoroJonggrang2.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659.post-2600515149634842726</id><published>2009-08-24T12:09:00.004+07:00</published><updated>2009-09-05T23:13:23.326+07:00</updated><title type='text'>Hang Tuah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqKMlO6or7I/AAAAAAAAAJY/MLuYj9Xknc8/s1600-h/Hangtuah2.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 160px; height: 166px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqKMlO6or7I/AAAAAAAAAJY/MLuYj9Xknc8/s200/Hangtuah2.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378015476320874418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alkisah, Di pantai barat Semenanjung Melayu, terdapat sebuah kerajaan bernama Negeri Bintan. Waktu itu ada seorang anak lakik-laki bernama Hang Tuah. Ia seorang anak yang rajin dan pemberani serta sering membantu orangtuanya mencari kayu di hutan. Hang Tuah mempunyai empat orang kawan, yaitu Hang Jebat, Hang Lekir, Hang Lekiu dan Hang Kesturi. Ketika menginjak remaja, mereka bermain bersama ke laut. Mereka ingin menjadi pelaut yang ulung dan bisa membawa kapal ke negeri-negeri yang jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, mereka naik perahu sampai ke tengah laut. Hei lihat, ada tiga buah kapal! seru Hang Tuah kepada teman-temannya. Ketiga kapal itu masih berada di kejauhan, sehingga mereka belum melihat jelas tanda-tandanya. Ketiga kapal itu semakin mendekat. Lihat bendera itu! Bendera kapal perompak! Kita lawan mereka sampai titik darah penghabisan! teriak Hang Kesturi. Kapal perompak semakin mendekati perahu Hang Tuah dan teman temannya. Ayo kita&lt;br /&gt;cari pulau untuk mendarat. Di daratan kita lebih leluasa bertempur! kata Hang Tuah mengatur siasat. Sesampainya di darat Hang Tuah mengatur siasat. Pertempuran antara Hang Tuah dan teman-temannya melawan perompak berlangsung sengit. Hang Tuah menyerang kepala perompak yang berbadan tinggi besar dengan keris pusakanya. Hai anak kecil, menyerahlah. Ayo letakkan pisau dapurmu! Mendengar kata-kata tersebut Hang Tuah sangat tersinggung. Lalu ia melompat dengan gesit dan menikam sang kepala perompak. Kepala perompak pun langsung tewas. Dalam waktu singkat Hang Tuah dan teman-temannya berhasil melumpuhkan kawanan perompak. Mereka berhasil menawan 5 orang perompak. Beberapa perompak berhasil meloloskan diri dengan kapalnya. Kemudian Hang Tuah dan teman-temannya menghadap Sultan Bintan sambil membawa tawanan mereka. Karena keberanian dan kemampuannya, Hang Tuah dan temantemannya diberi pangkat dalam laskar kerajaan. Beberapa tahun kemudian, Hang Tuah diangkat menjadi pimpinan armada laut. Sejak menjadi pimpinan armada laut, negeri&lt;br /&gt;Bintan menjadi kokoh dan makmur. Tidak ada negeri yang berani menyerang negeri Bintan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqKM_REndpI/AAAAAAAAAJg/oBwWDaJzqiA/s1600-h/Hangtuah4.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 135px; height: 140px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqKM_REndpI/AAAAAAAAAJg/oBwWDaJzqiA/s200/Hangtuah4.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378015923576206994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu kemudian, Sultan Bintan ingin mempersunting puteri Majapahit di Pulau Jawa. Aku ingin disiapkan armada untuk perjalanan ke Majapahit, kata Sultan kepada Hang Tuah. Hang Tuah segera membentuk sebuah armada tangguh. Setelah semuanya siap, Sultan dan rombongannya segera naik ke kapal menuju ke kota Tuban yang dahulunya merupakan pelabuhan utama milik Majapahit. Perjalanan tidak menemui hambatan sama sekali. Pesta perkawinan Sultan berlangsung dengan meriah dan aman. Setelah selesai perhelatan perkawinan, Sultan Bintan dan permaisurinya kembali ke Malaka. Hang Tuah diangkat menjadi Laksamana. Ia memimpin armada seluruh kerajaan. Tetapi hal ini tidak berlangsung lama karena para perwira istana menjadi iri hati. Para perwira istana menghasut Sultan. Mereka mengatakan bahwa Hang Tuah hanya bisa berfoya-foya, bergelimang dalam kemewahan dan menghamburkan uang negara. Akhirnya Sultan termakan hasutan mereka. Hang Tuah dan Hang Jebat di berhentikan. Bahkan para perwira istana mengadu domba Hang Tuah dan Hang Jebat. Mereka menuduh HangJebat akan memberontak. Hang Tuah terkejut mendengar berita tersebut. Ia lalu mendatangi Hang Jebat dan mencoba menasehatinya. Tetapi rupanya siasat adu domba oleh para perwira kerajaan berhasil. Hang Jebat dan Hang Tuah bertengkar dan akhirnya berkelahi. Naas bagi Hang Jebat. Ia tewas ditangan Hang Tuah. Hang Tuah sangat menyesal. Tapi bagi Sultan, Hang Tuah dianggap pahlawan karena berhasil membunuh seorang pemberontak. Kau kuangkat kembali menjadi laksamana, kata Sultan pada Hang Tuah. Sejak saat itu Hang Tuah kembali memimpin armada laut kerajaan. Suatu hari, Hang Tuah mendapatkan tugas ke negeri India untuk membangun persahabatan antara Negeri Bintan dan India. Hang Tuah di uji kesaktiannya oleh Raja India untuk menaklukkan kuda liar. Ujian itu berhasil dilalui Hang Tuah. Raja India dan para perwiranya sangat kagum. Setelah pulang dari India, Hang Tuah menerima tugas ke Cina. Kaisarnya bernama Khan. Dalam kerajaan itu tak seorang pun boleh memandang langsung muka sang kaisar. Ketika di jamu makan malam oleh Kaisar, Hang Tuah minta disediakan sayur kangkung. Ia duduk di depan Kaisar Khan. Pada waktu makan, Hang Tuah mendongak untuk memasukkan sayur kangkung ke mulutnya. Dengan demikian ia dapat melihat wajah kaisar. Para perwira kaisar marah dan hendak menangkap Hang Tuah, namun Kiasar Khan mencegahnya karena ia sangat kagum dengan kecerdikan Hang Tuah. Beberapa tugas kenegaraan lainnya berhasil dilaksanakan dengan baik oleh Hang Tuah. Hingga pada suatu saat ia mendapat tugas menghadang armada dari barat yang&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqKNvjcuSAI/AAAAAAAAAJo/W3mmE7n1iPI/s1600-h/Hangtuah7.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 125px; height: 128px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqKNvjcuSAI/AAAAAAAAAJo/W3mmE7n1iPI/s200/Hangtuah7.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378016753142876162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;dipimpin seorang admiral yang bernama D Almeida. Armada ini sangat kuat. Hang Tuah dan pasukannya segera menghadang. Pertempuran sengit segera terjadi. Saat itulah Hang Tuah gugur membela tanah airnya. Ia tewas tertembus peluru sang admiral. Sejak saat itu, nama Hang Tuah menjadi terkenal sebagai pelaut ulung, laksamana yang gagah berani dan menjadi pahlawan di Indonesia dan di Malaysia. Sebagai bentuk penghormatan, salah satu dari kapal perang Indonesia diberi nama KRI Hang Tuah. Semoga nama itu membawa "tuah" yang artinya adalah berkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIKMAH :&lt;br /&gt;Semua warga negara Indonesia boleh mencontoh jiwa dan semangat kepahlawanan&lt;br /&gt;Hang Tuah yang gagah berani, tangkas, cerdik dan pantang menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.animationbuddy.com/"&gt;&lt;img src="http://www.animationbuddy.com/Animation/Animals/Primates_and_Monkeys/Jumps_and_smiles.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.animationbuddy.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3101356725306411659-2600515149634842726?l=gitaprameswari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/2600515149634842726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/08/hang-tuah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/2600515149634842726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/2600515149634842726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/08/hang-tuah.html' title='Hang Tuah'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqKMlO6or7I/AAAAAAAAAJY/MLuYj9Xknc8/s72-c/Hangtuah2.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659.post-78970921546333905</id><published>2009-08-23T22:59:00.003+07:00</published><updated>2009-09-06T13:39:17.228+07:00</updated><title type='text'>Putri Tidur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNYnH2HAmI/AAAAAAAAAMI/P2xQPCF9PBU/s1600-h/PutriTidur3.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 147px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNYnH2HAmI/AAAAAAAAAMI/P2xQPCF9PBU/s200/PutriTidur3.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378239809154646626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dahulu kala, terdapat sebuah negeri yang dipimpin oleh raja yang sangat adil dan bijaksana.Rakyatnya makmur dan tercukupi semua kebutuhannya. Tapi ada satu yang masih terasakurang. Sang Raja belum dikaruniai keturunan. Setiap hari Raja dan permaisuri selalu berdoa agar dikaruniai seorang anak. Akhirnya, doa Raja dan permaisuri dikabulkan. Setelah9 bulan mengandung, permaisuri melahirkan seorang anak wanita yang cantik. Raja sangatbahagia, ia mengadakan pesta dan mengundang kerajaan sahabat serta seluruh rakyatnya. Raja juga mengundang 7 penyihir baik untuk memberikan mantera baiknya.&lt;br /&gt;"Jadilah engkau putri yang baik hati", kata penyihir pertama. "Jadilah engkau putri yang cantik", kata penyihir kedua. "Jadilah engkau putri yang jujur dan anggun", kata penyihir ketiga. "Jadilah engkau putri yang pandai berdansa", kata penyihir keempat. "Jadilah engkau putri yang panda menyanyi," kata penyihir keenam. Sebelum penyihir ketujuh memberikan mantranya, tiba-tiba pintu istana terbuka. Sang penyihir jahat masuk sambil berteriak, "Mengapa aku tidak diundang ke pesta ini?".&lt;br /&gt;Penyihir terakhir yang belum sempat memberikan mantranya sempat bersembunyi dibaliktirai. "Karena aku tidak diundang, aku akan mengutuk anakmu. Penyihir tua yang jahatsegera mendekati tempat tidur sang putri sambil berkata,"Sang putri akan mati tertusuk jarumpemintal benang, ha ha ha ha!..". Si penyihir jahat segera pergi setelah mengeluarkan kutukannya. Para undangan terkejut mendengar kutukan sang penyihir jahat itu. Raja dan permaisurimenangis sedih. Pada saat itu, muncullah penyihir baik yang ketujuh, "Jangan khawatir, akubisa meringankan kutukan penyihir jahat. Sang putri tidakakan wafat, ia hanya akan tertidur selama 100 tahun setelah terkena jarum pemintal benang, dan ia akan terbangun kembalisetelah seorang Pangeran datang padanya", ujar penyihir ketujuh. Setelah kejadian itu, Rajasegera memerintahkan agar semua alat pemintal benang yang ada di negerinya segera dikumpulkan dan dibakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam belas tahun kemudian, sang putri telah tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik danbaik hati. Tidak berapa lama Raja dan Permaisuri melakukan perjalanan ke luar negeri. SangPutri yang cantik tinggal di istana. Ia berjalan-jalan keluar istana. Ia masuk ke dalam sebuah puri. Di dalam puri itu, ia melihat sebuah kamar yang belum pernah ia lihat sebelumnya.&lt;br /&gt;Ia membuka pintu kamar tersebut dan ternyata di dalam kamar itu, ia melihat seorang nenek sedang memintal benang. Setelah berbicara dengan nenek tua, sang Putri duduk di depan alat pemintal dan mulai memutar alat pemintal itu. Ketika sedang asyik memutar alat pintal, tiba-tiba jari sang Putri tertusuk jarum alat pemintal. Ia menjerit kesakitan dan tersungkur di lantati. "Hi hi hi... tamatlah riwayatmu!", kata sang nenek yang ternyata adalah si penyihir jahat.&lt;br /&gt;Hilangnya sang Putri dan istana membuat khawatir orang tuanya. Semua orang diperintahkan untuk mencari sang Putri. Sang putri pun ditemukan. Tetapi ia dalam keadaantak sadarkan diri. "Anakku ! malang sekali nasibmu" ratap Raja. Tiba-tiba datanglah penyihir muda yang baik hati. Katanya, "Jangan khawatir, Tuan Putri hanya akan tertidur selama seratus tahun. Tapi, ia tidak akan sendirian. Aku akan menidurkan kalian semua," lanjutnyasambil menebarkan sihirnya ke seisi istana. Kemudian, penyihir itu menutup istana dengansemak berduri agar tak ada yang bisa masuk ke istana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seratus tahun yang panjang pun berlalu. Seorang pangeran dari negeri seberang kebetulanlewat di istana yang tertutup semak berduri itu. Menurut cerita orang desa di sekitar situ,istana itu dihuni oleh seekor naga yang mengerikan.Tentu saja Pangeran tidak percaya begitu saja pada kabar itu. "Akan ku hancurkan naga itu," kata sang Pangeran.&lt;br /&gt;Pangeran pun pergi ke istana. Sesampai di gerbang istana, Pangeran mengeluarkan pedangnya untuk memotong semak belukar yang menghalangi jalan masuk. Namun, setelah dipotong berkali-kali semak itu kembali seperti semula. "Semak apa ini ?" kata Pangeran keheranan. Tiba-tiba muncullah seorang penyihir muda yang baik hati. "Pakailah pedang ini," katanya sambil memberikan sebuah yang pangkalnya berkilauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pedangnya yang baru, Pangeran berhasil masuk ke istana. "Nah, itu dia menarayang dijaga oleh naga." Pangeran segera menaiki menara itu. Penyihir jahat melihat kejadian itu melalui bola kristalnya. "Akhirnya kau datang, Pangeran. Kau pun akan terkena kutukansihirku!" Penyihir jahat itu bergegas naik ke menara. Ia menghadang sang Pangeran. "HaiPangeran!, jika kau ingin masuk, kau harus mengalahkan aku terlebih dahulu!" teriak si Penhyihir. Dalam sekejap, ia merubah dirinya menjadi seekor naga raksasa yangmenakutkan. Ia menyemburkan api yang panas.&lt;br /&gt;Pangeran menghindar dari semburan api itu. Ia menangkis sinar yang terpancar dari mulut naga itu dengan pedangnya. Ketika mengenai pangkal pedang yang berkilau, sinar itu memantul kembali dan mengenai mata sang naga raksasa. Kemudian, dengan secepat kilat, Pangeran melemparkanpedangnya ke arah leher sang naga. "Aaaa..!" Naga itu jatuh terkapar di tanah, dankembali ke bentuk semula, lalu mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu tubuh penyihir tua itu lenyap, semak berduri yang selama ini menutupi istana ikutlenyap. Di halaman istana, bunga-bunga mulai bermekaran dan burung-burung berkicau riang. Pangeran terkesima melihat hal itu. Tiba-tiba penyihir muda yang baik hati muncul di hadapan Pangeran.&lt;br /&gt;"Pangeran, engkau telah berhasil menghapus kutukan atas istana ini. Sekarang pergilah ketempat sang Putri tidur," katanya. Pangeran menuju ke sebuah ruangan tempat sang Putritidur. Ia melihat seorang Putri yang cantik jelita dengan pipi semerah mawar yang merekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNXuKQ_oNI/AAAAAAAAAMA/Y-yPqeWd6Uw/s1600-h/PutriTidur2.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 146px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNXuKQ_oNI/AAAAAAAAAMA/Y-yPqeWd6Uw/s200/PutriTidur2.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378238830551736530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Putri, bukalah matamu," katanya sambil mengenggam tangan sang Putri. Pangeran mencium pipi sangPutri. Pada saat itu juga, hilanglah kutukan sang Putri. Setelah tertidur selama seratus tahun, sang Putri terbangun dengan kebingungan. "Ah! apa yang terjadi? Siapa kamu? Tanyanya. Lalu Pangeran menceritakan semua kejadian yang telah terjadi pada sang Putri.&lt;br /&gt;"Pangeran, kau telah mengalahkan naga yang menyeramkan. Terima kasih Pangeran," katasang Putri. Di aula istana, semua orang menunggu kedatangan sang Putri. Ketika melihat sang Putri dalam keadaan sehat, Raja dan Permaisuri sangat bahagia. Mereka sangatberterima kasih pada sang Pangeran yang gagah berani. Kemudian Pangeran berkata, "Paduka Raja, hamba punya satu permohonan. Hamba ingin menikah dengan sang Putri." Raja pun menyetujuinya. Semua orang ikut bahagia mendengar hal itu. Hari pernikahan sang Putri dan Pangeran pun tiba. Orang berbondong-bondong datang dari seluruh pelosok negeri untuk mengucapkan selamat. Tujuh penyihir yang baik juga datang dengan membawa hadiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.e-smartschool.com/cra/003/CRA0030012.asp&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3101356725306411659-78970921546333905?l=gitaprameswari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/78970921546333905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/08/putri-tidur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/78970921546333905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/78970921546333905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/08/putri-tidur.html' title='Putri Tidur'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNYnH2HAmI/AAAAAAAAAMI/P2xQPCF9PBU/s72-c/PutriTidur3.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659.post-5582027034583753100</id><published>2009-08-23T22:48:00.004+07:00</published><updated>2009-09-06T13:28:35.415+07:00</updated><title type='text'>Petualangan Sinbad</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNVSiG0rYI/AAAAAAAAALw/fzoLr2_oDoc/s1600-h/Sinbad2.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 183px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNVSiG0rYI/AAAAAAAAALw/fzoLr2_oDoc/s200/Sinbad2.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378236156891934082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dahulu, di daerah Baghdad, Timur Tengah, ada seorang pemuda bernama Sinbad yangkerjanya memanggul barang-barang yang berat dengan upah yang sedikit, sehinggahidupnya tergolong miskin. Suatu hari, Sinbad beristirahat di depan pintu rumah&lt;br /&gt;saudagar kaya karena sangat lelah dan kepanasan. Sambil istirahat, ia menyanyikan lagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namaku Sinbad, hidupku sangat malang, berapapun aku bekerja dengan memanggul beban di punggung tetaplah penderitaan yang kurasakan." Tak berapa lama muncul pelayan rumah itu, menyuruh Sinbad masuk karena dipanggil tuannya.&lt;br /&gt;"Apakah namamu Sinbad ?", "Benar Tuan". "Namaku juga Sinbad", kata sang saudagar. Iapun mulai bercerita, "Dulu aku seorang pelaut. Ketika mendengar nyanyianmu, aku sangatsedih karena kau berpikir hanya kamu sendiri yang bernasib buruk, dulu nasibku juga buruk,orangtua ku meninggalkan banyak warisan, tetapi aku hanya bermain dan menghabiskanharta saja. Setelah jatuh miskin aku bertekad menjadi seorang pelaut. Aku menjual rumahdan semua perabotannya untuk membeli kapal dan seisinya. Karena sudah lama tidakmenemui daratan, ketika ada daratan yang terlihat kami segera merapatkan kapal. Paraawak kapal segera mempersiapkan makan siang. Mereka membakar daging dan ikan. Tiba-tiba, permukaan tanah&lt;br /&gt;bergoyang. Pulau itu bergerak ke atas, para pelaut berjatuhan ke laut. Begitu jatuh ke laut, aku sempat melihat ke pulau itu, ternyata pulau tersebut, berada di atas badan ikan paus. Karena ikan paus itu sudah lama tak bergerak, tubuhnya ditumbuhi pohon dan rumput, mirip seperti pulau. Mungkin karena panas dari api unggun, ia mulai bergerak liar.&lt;br /&gt;Mereka yang terjatuh ke laut di libas ekor ikan paus sehingga tenggelam. Aku berusahamenyelamatkan diri dengan memeluk sebuah gentong, hingga aku pun terapung-apung di laut. Beberapa hari kemudian, aku berhasil sampai ke daratan. Aku haus, disana ada pohon kelapa. Kemudian aku memanjatnya dan mengambil buah dan meminum airnya. Tiba-tiba aku melihat ada sebutir telur yang sangat besar. Ketika turun, dan mendekati telur itu, tiba-tiba dari arah langit, terdengar suara yang menakutkan disertai suara kepakan sayap yang mengerikan. Ternyata, seekor burung naga yang amat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sampai disarangnya, burung naga itu tertidur sambil mengerami telurnya. Sinbadmenyelinap di kaki burung itu, dan mengikat erat badannya di kaki burung naga dengan kainnya. "Kalau ia bangun, pasti ia langsung terbang dan pergi ke tempat di mana manusiatinggal." Benar, esoknya burung naga terbang mencari makanan. Ia terbang melewatipegunungan dan akhirnya tampak sebuah daratan. Burung naga turun di sebuah tempat yang dalam di ujung jurang. Sinbad segera melepas ikatan kainnya di kaki burung danbersembunyi di balik batu. Sekarang Sinbad berada di dasar jurang. Sinbad tertegun, melihatdi sekelilingnya banyak berlian.&lt;br /&gt;Pada saat itu, "Bruk" ada sesuatu yang jatuh. Ternyata gundukan daging yang besar. Digundukan daging itu menempel banyak berlian yang bersinar-sinar. Untuk mengambil berlian, manusia sengaja menjatuhkan daging ke jurang yang nantinya akan diambil olehburung naga dengan berlian yang sudah menempel di daging itu. Sinbad mempunyai ide. Ia segera mengikatkan dirinya ke gundukan daging.&lt;br /&gt;Tak berapa lama burung naga datang dan mengambil gundukan daging, lalu terbang dari dasar jurang. Tiba-tiba, "Klang! Klang! Terdengar suara gong dan suling yang bergema. Burung naga yang terkejut menjatuhkan gundukan daging dan cepat-cepat terbang tinggi. Orang-orang yang datang untuk mengambil berlian, terkejut ketika melihat Sinbad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinbad menceritakan semua kejadian yang dialaminya. Kemudian orang-orang pengambil berlian mengantarkan Sinbad ke pelabuhan untuk kembali ke negaranya. Sinbad menjualberlian yang didapatnya dan membeli sebuah kapal yang besar dengan awak kapal yang banyak. Ia berangkat berlayar sambil melakukan perdagangan. Suatu hari, kapal Sinbaddirampok oleh para perompak. Kemudian Sinbad dijadikan budak yang akhirnya dijualkepada seorang pemburu gajah. "Apakah kau bisa memanah?" Tanya pemburu gajah. Sang pemburu memberi Sinbad busur dan anak panah dan diajaknya ke padang rumput luas. "Iniadalah jalan gajah. Naiklah ke atas pohon, tunggu mereka datang lalu bunuh gajah itu". "Baiktuan," jawab Sinbad ketakutan.&lt;br /&gt;Esok pagi, datang gerombolan gajah. Saat itu pemimpin gajah melihat Sinbad dan langsung menyerang pohon yang dinaiki Sinbad. Sinbad jatuh tepat di depan gajah. Gajah itu kemudian menggulung Sinbad dengan belalainya yang panjang. Sinbad mengira ia pasti akan dibunuh atau dibanting ke tanah. Ternyata, gajah itu membawa Sinbad dengan kelompok mereka ke sebuah gunung batu. Akhirnya terlihat sebuah air terjun besar.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNV1TOEuuI/AAAAAAAAAL4/OYGmLSzpU8o/s1600-h/Sinbad4.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 180px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNV1TOEuuI/AAAAAAAAAL4/OYGmLSzpU8o/s200/Sinbad4.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378236754191235810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dengan membawa Sinbad, gajah itu masuk ke dalam air terjun menuju ke sebuah gua. "Ku..kuburan gajah!" Sinbad terperanjat. Di gua yang luas bertumpuk tulang dan gadinggajah. Pemimpin gajah berkata,"kalau kau ingin gading ambillah seperlunya. Sebagaigantinya, berhentilah membunuh kami." Sinbad berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Ia pulang dengan memanggul gading gajah dan menyerahkan ke tuannyadengan syarat tuannya tidak akan membunuh gajah lagi. Tuannya berjanji dan kemudianmemberikan Sinbad uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sampai disini dulu ceritaku", ujar Sinbad yang sudah menjadi saudagar kaya. "Aku bisamenjadi orang kaya, karena kerja keras dengan uang itu. Jangan putus asa, sampaikapanpun, apalagi jika kita masih muda," lanjut sang saudagar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.e-smartschool.com/cra/003/CRA0030010.asp&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3101356725306411659-5582027034583753100?l=gitaprameswari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/5582027034583753100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/08/petualangan-sinbad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/5582027034583753100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/5582027034583753100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/08/petualangan-sinbad.html' title='Petualangan Sinbad'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNVSiG0rYI/AAAAAAAAALw/fzoLr2_oDoc/s72-c/Sinbad2.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659.post-534109097045925730</id><published>2009-08-23T22:17:00.003+07:00</published><updated>2009-09-06T13:19:45.711+07:00</updated><title type='text'>Petualangan Tom Sawyer</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNTXrt3ZJI/AAAAAAAAALo/ARMk9RdOt0I/s1600-h/toms.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 188px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNTXrt3ZJI/AAAAAAAAALo/ARMk9RdOt0I/s200/toms.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378234046347699346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tom Sawyer adalah seorang anak laki-laki yang sangat menyukai petualangan. Pada suatu malam ia melarikan diri dari rumah, lalu bersama temannya yang bernama Huck pergi ke pemakaman. "Hei, Huck! Kalau kita membawa kucing yang mati dan menguburnya, katanya kutil kita bisa diambil." "Benar. Serahkan saja padaku! Masa'sih begitu saja takut."&lt;br /&gt;"Hei , tunggu! Ada orang yang datang! Tom dan Huck segera bersembunyi. "Bukankah ituDokter dan Kakek Peter? Dan itu si Indian Joe..." Kemudian Dokter dan Kakek Petter mulaibertengkar karena masalah uang. Untuk mendapatkan mayat, Dokter harus melakukanpenggaliannya berdua. Lalu Kakek Petter mulai menaikkan harga, tetapi Dokter menolak.Kemudian Kakek Petter dipukul oleh Dokter hingga terjatuh. Setelah itu, si Indian Joememungut pisau yang dibawa Kakek Petter dan melompat menyerang Dokter. Brukk! Si Indian Joe membunuh Dokter, lalu pergi membawa lari uang itu. Keesokan harinya Dokterditemukan meninggal dunia di pemakaman itu, dan orang-orang kota mulai berkumpul. "Ini adalah pisau Kakek Petter. Jadi, Kakek yang membunuh Dokter." "A... aku tidak bisamengingatnya dengan jelas... "Apa!? Aku telah melihat Kakek Petter membunuh Dokter.""Memang benar, pembunuhnya adalah Kakek Petter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Kakek Petter ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara. "Wah... padahal pembunuh yang sebenarnya adalah si Indian Joe." "Tetapi, kalau kita mengatakan hal itu, si Indian Joe akan balas dendam dan membunuh kita..." Beberapa hari telah berlalu, dan semua orang telah melupakan kejadian itu. Pada suatu hari Tom bertengkar dengan Becky, gadis yangdisukainya di sekolah. "Apa-apaan. Aku benci sama Tom."&lt;br /&gt;Tom yang dimarahi oleh Becky merasa patah hati. Lalu temannya yang bernama Joe berkata, "Baik di rumah maupun di sekolah aku sudah tak diperlukan. Tom, kita melarikan diri saja, yuk!" Tom dan Joe mengajak Huck, mereka bermaksud hidup di sebuah pulau di tengah-tengah sungai. "Yahooo! Kalau begini, kita seperti bajak laut, ya! "Kita tak perlu pergi ke sekolah." Ketiganya menyeberangi sungai dengan rakit yang dibuatnya, dan mereka seharian bermain. Ketika mulai lapar, mereka pun makan telur goreng dan apel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNS1402LwI/AAAAAAAAALg/uIsOPhkDZBo/s1600-h/tom3.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 189px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNS1402LwI/AAAAAAAAALg/uIsOPhkDZBo/s200/tom3.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378233465751088898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya ketika mereka sedang bermain, tiba-tiba.... duaaar! Air sungai menyembur ke atas. "Oh, itu adalah isyarat dari seseorang yang sedang mencari orang yang tenggelam."Orang-orang kota mengira Tom dan Joe tenggelam di sungai, lalu mereka pun datang untuk mencari. "Mungkin saat ini Bibi Polly sedang mengkhawatirkanku." Di tengah malam Tomberenang menyeberangi sungai, kembali ke rumahnya untuk melihat keadaan. Ketika Tommengintip dari jendela, dilihatnya Bibi Polly dan Ibu Joe sedang menangis. "Semuanya meninggal dunia, ya..."&lt;br /&gt;Kemudian Tom kembali ke pulau dan menceritakan hal itu pada Huck dan Joe. Merekasangat terkejut. Akhirnya, mereka sepakat untuk pulang pada hari upacara pemakamanmereka. "Wah, Tom! Kamu pulang, ya.!" "Joe, syukurlah kamu pulang dengan selamat."Semuanya gembira atas kepulangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian pengadilan Kakek Petter dimulai. Di pengadilan Kakek Petter&lt;br /&gt;ditetapkan sebagai pembunuh, dan ia akan dihukum mati. Untuk membebaskan Kakek Petter, Tom memberanikan diri menjadi saksi. "Pembunuh yang sebenarnya adalah si IndianJoe itu. Kami telah melihat kejadian yang sesungguhnya." Si Indian Joe yang mendengar halini segera melompat dari jendela. Praaang! Ia melarikan diri. Kakek Petter merasa sangat gembira karena jiwanya tertolong. "Tom, terima kasih banyak. Begitu pengadilan berakhir,kota kembali pada kehidupannya semula. Pada suatu hari Huck dan Tom pergi ke sebuahrumah yang tak berpenghuni. Ketika keduanya sedang mencari sesuatu di tingkat dua, tiba-tiba seseorang masuk ke dalam rumah. "Ooh! Si Indian Joe bersama sahabatnya, sipencuri!" Untuk menyembunyikan uang yang telah dicurinya, para pencuri itu mulai menggali lantai.Dan... criing! Mereka mengeluarkan kotak emas. "Hyaaa! Harta karun yang banyak!" "Baiklah, kita pindahkan persembunyiannya lalu kita beri tanda dengan kayu ini." Si IndianJoe juga mulai naik ke tingkat dua, untuk memeriksa. "Bagaimana, nih? Kalau ketahuan,pasti kita dibunuh olehnya..." Praaak! Gedebug! Karena papan tangganya sudah lapuk, di tengah-tengah tangga si Indian Joe terjatuh. Tom dan Huck pun merasa lega.&lt;br /&gt;Di lain pihak Tom, Becky, dan teman-temannya pergi berpiknik bersama-sama. Tetapi, Tom dan Becky tersesat di sebuah goa. Mereka tak tahu jalan pulang. Tiba-tiba, muncul asap membumbung mengelilingi keduanya. "Kyaaa! Tom, aku takut!" "Oh, ada seseorang!" Tiba-tiba muncullah sosok Indian Joe di depan Tom dan Becky. Saking terkejutnya, sampai-sampai keduanya sulit untuk bemafas. "Waaaw! Ayo, lari!" Dengan cepat, Tom dan Becky berlari hingga keluar dari dalam goa. Akhimya mereka pulang.&lt;br /&gt;Bibi Polly yang khawatir sangat gembira dengan kepulangan kedua anak itu. Ketika Tom pergi bermain ke rumah Becky, ayah Becky berkata, "Tom karena goa itu berbahaya,sebaiknya ditutup saja." Ya... tetapi di situ ada Indian Joe. Ketika semuanya pergi ke sana,ternyata Indian Joe jatuh pingsan di pintu masuk goa. la tersesat. Kemudian mereka menutup pintu masuk goa, dan menjebloskan Indian Joe ke dalam penjara. "Temyata IndianJoe menyembunyikan emasnya di atas batu yang terletak di dalam goa ini dan telah diberitanda. " Tom dan Huck masuk ke dalam goa dengan melewati jalan rahasia. Ketika mereka menggali batu yang sudah diberi tanda, mereka melihat emas yang disembunyikan keduaorang pencuri itu.&lt;br /&gt;"Horee dengan harta ini, kita akan menjadi kaya!" Saat Tom dan Huck pulang, NyonyaDouglas yang telah ditolong oleh Huck mengadakan pesta untuk menyambut mereka.&lt;br /&gt;"Petualangan Tom Sawyer" adalah cerita yang diangkat dari kisah di Mississipi, Amerika.Menceritakan tentang pemuda nakal, bernama Tom dan sahabatnya, Huck.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.e-smartschool.com/cra/003/CRA0030002.asp&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3101356725306411659-534109097045925730?l=gitaprameswari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/534109097045925730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/08/tom-sawyer-adalah-seorang-anak-laki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/534109097045925730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/534109097045925730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/08/tom-sawyer-adalah-seorang-anak-laki.html' title='Petualangan Tom Sawyer'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNTXrt3ZJI/AAAAAAAAALo/ARMk9RdOt0I/s72-c/toms.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659.post-8593145454000334769</id><published>2009-08-23T22:11:00.002+07:00</published><updated>2009-09-06T13:09:46.009+07:00</updated><title type='text'>Tukang Sepatu dan Liliput</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNRZqOf1vI/AAAAAAAAALQ/2jZb4rbkTLs/s1600-h/tkg_sepatu%26liliput1.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 152px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNRZqOf1vI/AAAAAAAAALQ/2jZb4rbkTLs/s200/tkg_sepatu%26liliput1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378231881284179698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dahulu kala, di sebuah kota tinggal seorang Kakek dan Nenek pembuat sepatu. Merekasangat baik hati. Si kakek yang membuat sepatu sedangkan nenek yang menjualnya. Uangyang didapat dari setiap sepatu yang terjual selalu dibelikan makanan yang banyak untuk dibagikan dan disantap oleh orang-orang jompo yang miskin dan anak kecil yang sudah tidakmempunyai orangtua. Karena itu walau sudah membanting tulang, uang mereka selaluhabis. Karena uang mereka sudah habis, dengan kulit bahan sepatu yang tersisa, kakek membuat sepatu berwarna merah. Kakek berkata kepada nenek, Kalau sepatu ini terjual, kitabisa membeli makanan untuk Hari Raya nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama setelah itu, lewatlah seorang gadis kecil yang tak bersepatu di depan toko mereka. Kasihan sekali gadis itu ! Ditengah cuaca dingin seperti ini tidak bersepatu. Akhirnya mereka memberikan sepatu berwarna merah tersebut kepada gadis kecil itu.&lt;br /&gt;Apa boleh buat, Tuhan pasti akan menolong kita, kata si kakek. Malam tiba, merekapuntertidur dengan nyenyaknya. Saat itu terjadi kejadian aneh. Dari hutan muncul kurcaci-kurcaci mengangkut kulit sepatu, membawanya ke rumah si kakek kemudian membuatnyamenjadi sepasang sepatu yang sangat bagus. Ketika sudah selesai mereka kembali kehutan. Keesokan paginya kakek sangat terkejut melihat ada sepasang sepatu yang sangat hebat.Sepatu itu terjual dengan harga mahal. Dengan hasil penjualan sepatu itu mereka menyiapkan makanan dan banyak hadiah untuk dibagikan kepada anak-anak kecil pada Hari Raya. Ini semua rahmat dari Yang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNRvUI1JUI/AAAAAAAAALY/NrbBFYnAvVU/s1600-h/tkg_sepatu%26liliput3.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 198px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNRvUI1JUI/AAAAAAAAALY/NrbBFYnAvVU/s200/tkg_sepatu%26liliput3.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378232253311952194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Malam berikutnya, terdengar suara-suara diruang kerja kakek. Kakek dan nenek lalu mengintip, dan melihat para kurcaci yangtidak mengenakan pakaian sedang membuat sepatu. Wow, pekik si kakek. Ternyata yang membuatkan sepatu untuk kita adalah parakurcaci itu. Mereka pasti kedinginan karena tidak mengenakan pakaian, lanjut si nenek. Akuakan membuatkan pakaian untuk mereka sebagai tanda terima kasih. Kemudian nenek memotong kain, dan membuatkan baju untuk para kurcaci itu. Sedangkan kakek tidak tinggaldiam. Ia pun membuatkan sepatu-sepatu mungil untup para kurcaci. Setelah selesai merekamenjajarkan sepatu dan baju para kurcaci di ruang kerjanya. Mereka juga menata meja makan, menyiapkan makanan dan kue yang lezat di atas meja.&lt;br /&gt;Saat tengah malam, para kurcaci berdatangan. Betapa terkejutnya mereka melihat begitubanyaknya makanan dan hadiah di ruang kerja kakek. Wow, pakaian yang indah !. Mereka segera mengenakan pakaian dan sepatu yang sengaja telah disiapkan kakek dan nenek.Setelah selesai menyantap makanan, mereka menari-nari dengan riang gembira. Hari-hari berikutnya para kurcaci tidak pernah datang kembali.&lt;br /&gt;Tetapi sejak saat itu, sepatu-sepatu yang dibuat Kakek selalu laris terjual. Sehinggawalaupun mereka selalu memberikan makan kepada orang-orang miskin dan anak yatim piatu, uang mereka masih tersisa untuk ditabung. Setelah kejadian itu semua, Kakek dan dannenek hidup bahagia sampai akhir hayat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.e-smartschool.com/cra/003/CRA0030003.asp&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3101356725306411659-8593145454000334769?l=gitaprameswari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/8593145454000334769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/08/tukang-sepatu-dan-liliput.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/8593145454000334769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/8593145454000334769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/08/tukang-sepatu-dan-liliput.html' title='Tukang Sepatu dan Liliput'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqNRZqOf1vI/AAAAAAAAALQ/2jZb4rbkTLs/s72-c/tkg_sepatu%26liliput1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659.post-5852364889583142667</id><published>2009-08-23T13:03:00.004+07:00</published><updated>2009-09-05T23:02:59.373+07:00</updated><title type='text'>Sungai Jodoh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqKI8MInBlI/AAAAAAAAAJA/g3CNwWjdDK0/s1600-h/Sjodoh1.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 152px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqKI8MInBlI/AAAAAAAAAJA/g3CNwWjdDK0/s200/Sjodoh1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378011472664659538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu masa di pedalaman pulau Batam, ada sebuah desa yang didiami seorang gadis yatim piatu bernama Mah Bongsu. Ia menjadi pembantu rumah tangga dari seorang majikan bernama Mak Piah. Mak Piah mempunyai seorang putri bernama Siti Mayang. Pada suatu hari, Mah Bongsu mencuci pakaian majikannya di sebuah sungai. Ular! teriak Mah Bongsu ketakutan ketika melihat seekor ulat mendekat. Ternyata ular itu tidak ganas, ia berenang ke sana ke mari sambil menunjukkan luka di punggungnya. Mah Bongsu memberanikan diri mengambil ular yang kesakitan itu dan membawanya pulang ke rumah.&lt;br /&gt;Mah Bongsu merawat ular tersebut hingga sembuh. Tubuh ular tersebut menjadi sehat dan bertambah besar. Kulit luarnya mengelupas sedikit demi sedikit. Mah Bongsu memungut kulit ular yang terkelupas itu, kemudian dibakarnya. Ajaib, setiap Mah Bongsu membakar kulit ular, timbul asap besar. Jika asap mengarah ke Negeri Singapura, maka tiba-tiba terdapat tumpukan emas berlian dan uang. Jika asapnya mengarah ke negeri Jepang, mengalirlah berbagai alat elektronik buatan Jepang. Dan bila asapnya mengarah ke kota Bandar Lampung, datang berkodi-kodi kain tapis Lampung. Dalam tempo dua, tiga bulan, Mah Bongsu menjadi kaya raya jauh melebihi Mak Piah Majikannya. Kekayaan Mah Bongsu membuat orang bertanya-tanya. Pasti Mah Bongsu memelihara tuyul, kata Mak Piah. Pak Buntal pun menggarisbawahi pernyataan istrinya itu. Bukan memelihara tuyul! Tetapi ia telah mencuri hartaku! Banyak orang menjadi penasaran dan berusaha menyelidiki asal usul harta Mah Bongsu. Untuk menyelidiki asal usul harta Mah Bongsu ternyata tidak mudah. Beberapa dari orang dusun yang penasaran telah menyelidiki berhari-hari namun tidak dapat menemukan rahasianya. Yang penting sekarang ini, kita tidak dirugikan, kata Mak Ungkai kepada tetangganya. Bahkan Mak Ungkai dan para tetangganya mengucapkan terima kasih kepada Mah Bongsu, sebab Mah Bongsu selalu memberi bantuan mencukupi kehidupan mereka sehari-hari. Selain mereka, Mah Bongsu juga membantu para anak yatim piatu, orang yang sakit dan orang lain yang memang membutuhkan bantuan. Mah Bongsu seorang yang dermawati, sebut mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqKJzQysp4I/AAAAAAAAAJI/A5N2hfTGe58/s1600-h/Sjodoh4.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 156px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqKJzQysp4I/AAAAAAAAAJI/A5N2hfTGe58/s200/Sjodoh4.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378012418807736194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mak Piah dan Siti Mayang, anak gadisnya merasa tersaingi. Hampir setiap malam mereka mengintip ke rumah Mah Bongsu. Wah, ada ular sebesar betis? gumam Mak Piah. Dari kulitnya yang terkelupas dan dibakar bisa mendatangkan harta karun? gumamnya lagi. Hmm, kalau begitu aku juga akan mencari ular sebesar itu, ujar Mak Piah. Mak Piah pun berjalan ke hutan mencari seekor ular. Tak lama, ia pun mendapatkan seekor ular berbisa. Dari ular berbisa ini pasti akan mendatangkan harta karun lebih banyak daripada yang didapat oleh Mah Bongsu, pikir Mak Piah. Ular itu lalu di bawa pulang. Malam harinya ular berbisa itu ditidurkan bersama Siti Mayang. Saya takut! Ular melilit dan menggigitku! teriak Siti Mayang ketakutan. Anakku, jangan takut. Bertahanlah, ular itu akan mendatangkan harta karun, ucap Mak Piah. Sementara itu, luka ular milik Mah Bongsu sudah sembuh. Mah Bongsu semakin menyayangi ularnya. Saat Mah Bongsu menghidangkan makanan dan minuman untuk ularnya, ia tiba-tiba terkejut. Jangan terkejut. Malam ini antarkan aku ke sungai, tempat pertemuan kita dulu, kata ular yang ternyata pandai berbicara seperti manusia. Mah Bongsu mengantar ular itu ke sungai. Sesampainya di sungai, ular mengutarakan isi hatinya. Mah Bongsu, Aku ingin membalas budi yang setimpal dengan yang telah kau berikan padaku, ungkap ular itu. Aku ingin melamarmu untuk menjadi istriku, lanjutnya. Mah Bongsu semakin terkejut, ia tidak bisa menjawab sepatah katapun. Bahkan ia menjadi bingung. Ular segera menanggalkan kulitnya dan seketika itu juga berubah wujud menjadi seorang pemuda yang tampan dan gagah perkasa. Kulit ular sakti itu pun berubah wujud menjadi sebuah gedung yang megah yang terletak di halaman depan pondok Mah bongsu. Selanjutnya tempat itu diberi nama desa Tiban asal dari kata ketiban, yang artinya&lt;br /&gt;kejatuhan keberuntungan atau mendapat kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqKK8rPRNRI/AAAAAAAAAJQ/PJ7XBMPeMdY/s1600-h/Sjodoh5.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 157px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqKK8rPRNRI/AAAAAAAAAJQ/PJ7XBMPeMdY/s200/Sjodoh5.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378013680037344530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Mah Bongsu melangsungkan pernikahan dengan pemuda tampan tersebut. Pesta pun dilangsungkan tiga hari tiga malam. Berbagai macam hiburan ditampilkan. Tamu yang datang tiada henti-hentinya memberikan ucapan selamat. Dibalik kebahagian Mah Bongsu, keadaan keluarga Mak Piah yang tamak dan loba sedang dirundung duka, karena Siti Mayang, anak gadisnya meninggal dipatuk ular berbisa.&lt;br /&gt;Konon, sungai pertemuan Mah Bongsu dengan ular sakti yang berubah wujud menjadi pemuda tampan itu dipercaya sebagai tempat jodoh. Sehingga sungai itu disebut Sungai Jodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIKMAH :&lt;br /&gt;Sikap tamak, serakah akan mengakibatkan kerugian pada diri sendiri. Sedang sikap menerima apa adanya, mau menghargai orang lain dan rela berkorban demi sesama yang membutuhkan, akan berbuah kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.animationbuddy.com/"&gt;&lt;img src="http://www.animationbuddy.com/Animation/Animals/Ducks_and_Geese/goose_flying.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.animationbuddy.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3101356725306411659-5852364889583142667?l=gitaprameswari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/5852364889583142667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/08/sungai-jodoh.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/5852364889583142667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/5852364889583142667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/08/sungai-jodoh.html' title='Sungai Jodoh'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqKI8MInBlI/AAAAAAAAAJA/g3CNwWjdDK0/s72-c/Sjodoh1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3101356725306411659.post-2067976332744843278</id><published>2009-06-10T09:54:00.004+07:00</published><updated>2009-09-05T11:01:17.563+07:00</updated><title type='text'>Malin Kundang</title><content type='html'>&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 136px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqHdvWJ0naI/AAAAAAAAAGo/Pt5vKYSUdq4/s200/Malinkundang2.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377823235527450018" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu waktu, hiduplah sebuah keluarga nelayan di pesisir pantai wilayah Sumatra. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak laki-laki yang diberi namaMalin Kundang. Karena kondisi keuangan keluarga yang memprihatinkan, sang ayah memutuskan untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan mengarungi lautan yang luas. Maka tinggallah si Malin dan ibunya di gubug mereka. Seminggu, dua minggu, sebulan, dua bulan bahkan sudah 1 tahun lebih lamanya, ayah Malin tidak juga kembali ke kampung halamannya. Sehingga ibunya harus menggantikan posisi ayah Malin untuk mencari nafkah. Malin termasuk anak yang cerdas  tetapi sedikit nakal. Ia sering mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar ayam, ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terkena batu. Luka tersebut menjadi berbekas dilengannya dan tidak bisa hilang. Setelah beranjak dewasa, Malin Kundang merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah untuk membesarkan dirinya. Ia berpikir untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan harapan nantinya ketika kembali ke kampung halaman, ia sudah menjadi seorang yang kaya raya. Malin tertarik dengan ajakan seorang nakhoda kapal dagang yang dulunya miskin sekarang sudah menjadi seorang yang kaya raya. Malin kundang mengutarakan maksudnya kepada ibunya. Ibunya semula kurang setuju dengan maksud Malin Kundang, tetapi karena Malin terus mendesak, Ibu Malin Kundang akhirnya menyetujuinya walau dengan berat hati. Setelah mempersiapkan bekal dan perlengkapan secukupnya, Malin segera menuju ke dermaga dengan diantar oleh ibunya.&lt;br /&gt;"Anakku, jika engkau sudah berhasil dan menjadi orang yang berkecukupan, jangan kau lupa dengan ibumu dan kampung halamannu ini, nak", ujar Ibu Malin Kundang sambil berlinang air mata. Kapal yang dinaiki Malin semakin lama semakin jauh dengan diiringi lambaian tangan Ibu Malin Kundang. Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman.&lt;br /&gt;Di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang sangat beruntung dirinya tidak dibunuh oleh para bajak laut, karena ketika peristiwa itu terjadi, Malin segera bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu. Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan sisa tenaga yang ada, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Sesampainya di desa tersebut, Malin Kundang ditolong oleh masyarakat di desa tersebut setelah sebelumnya menceritakan kejadian yang menimpanya. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqHeQaOh1tI/AAAAAAAAAGw/u2eF6p-3aOs/s1600-h/Malinkundang3.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 140px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqHeQaOh1tI/AAAAAAAAAGw/u2eF6p-3aOs/s200/Malinkundang3.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377823803556615890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telah menikah sampai juga kepada ibu Malin Kundang. Ibu Malin Kundang merasa bersyukur dan sangat gembira anaknya telah berhasil. Sejak saat itu, ibu Malin Kundang setiap hari pergi ke dermaga, menantikan anaknya yang mungkin pulang ke kampung halamannya. Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran dengan kapal yang besar dan indah disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin Kundang yang setiap hari menunggui anaknya, melihat kapal yang sangat indah itu, masuk ke pelabuhan. Ia melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya. Malin Kundang pun turun dari kapal. Ia disambut oleh ibunya. Setelah cukup dekat, ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. "Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama&lt;br /&gt;tanpa mengirimkan kabar?", katanya sambil memeluk Malin Kundang. Tapi apa yang terjadi kemudian? Malin Kundang segera melepaskan pelukan ibunya dan mendorongnya hingga terjatuh. "Wanita tak tahu diri, sembarangan saja mengaku sebagai ibuku", kata Malin Kundang pada ibunya. Malin Kundang pura-pura tidak mengenali ibunya, karena malu dengan ibunya yang sudah tua dan mengenakan baju compang-camping. "Wanita itu ibumu?", Tanya istri Malin Kundang. "Tidak, ia hanya seorang pengemis yang pura-pura mengaku sebagai ibuku agar mendapatkan harta ku", sahut Malin kepada istrinya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqHgF6upuhI/AAAAAAAAAG4/XYa5OJwx56w/s1600-h/Malinkundang5.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 182px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqHgF6upuhI/AAAAAAAAAG4/XYa5OJwx56w/s200/Malinkundang5.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377825822325979666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pernyataan dan diperlakukan semena-mena oleh anaknya, ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Karena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menengadahkan tangannya sambil berkata "Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu". Tidak berapa lama kemudian angin bergemuruh kencang dan badai dahsyat datang menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIKMAH :&lt;br /&gt;Sebagai seorang anak, jangan pernah melupakan semua jasa orangtua terutama kepada seorang Ibu yang telah mengandung dan membesarkan anaknya, apalagi jika sampai menjadi seorang anak yang durhaka. Durhaka kepada orangtua merupakan satu dosa besar yang nantinya akan ditanggung sendiri oleh anak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.animationbuddy.com/"&gt;&lt;img src="http://www.animationbuddy.com/Animation/Animals/Dogs/peepshow.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.animationbuddy.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3101356725306411659-2067976332744843278?l=gitaprameswari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/feeds/2067976332744843278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/06/dongeng-sebelum-tidur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/2067976332744843278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3101356725306411659/posts/default/2067976332744843278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gitaprameswari.blogspot.com/2009/06/dongeng-sebelum-tidur.html' title='Malin Kundang'/><author><name>adenopets</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08615443075557966161</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/ShC8sQcTW-I/AAAAAAAAAAY/eAnbxl2aDqY/S220/Bali+Dancing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vKmrHu8CyTU/SqHdvWJ0naI/AAAAAAAAAGo/Pt5vKYSUdq4/s72-c/Malinkundang2.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
